Kategori
award

RAW won 1st Prize RS UGM National Competition at Central Java

RAW won 1st prize of Teaching Hospital at Sleman, Central Java. Design dari Rumah Sakit Akademik UGM ini terinspirasi dari analogi peredaran darah dalam tubuh manusia, dimana pusat dari site diibaratkan sebagai jantung yang merupakan pusat kegiatan rumah sakit Universitas Gadjah Mada dan jalinan sirkulasi manusia sebagai struktur pembuluh darah utama yang membentuk sirkulasi di dalam massa bangunan. Kriteria rancangan yang ingin dicapai ada 3 , 1) Mengambil tema yang dekat dengan dunia kedokteran dan akademis menimbang fungsinya sebagai Teaching Hospital, 2) konfigurasi bangunan yang tropis, dan 3)mengakomodasi fungsi – fungsi sesuai dengan standar – standar yang berlaku.

Gagasan Rancangan Rumah Sakit Akademik (RS Akademik). Sebagai sebuah RS Akademik mengemban dua peran sekaligus yaitu memberikan pelayanan kesehatan umum (Standar Penyelenggaraan Rumah Sakit Kelas B yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina pelayanan Medik Direktorat Pelayanan Medik dan Gigi Spesialistik Tahun 2005) serta peran sebagai center for excellent dengan menggunakan forum program pendidikan dan penelitian. RS Akademik UGM akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis UGM. Melalui Unit Pelaksana tersebut, RS Akademik UGM siap dikelola dan berorientasi kepada tercapainya kinerja operasional dan finansial rumah sakit yang baik dengan tetap mengedepankan fungsi sosial sebuah rumah sakit.
Disamping RS Akademik UGM sebagai RS pelayanan kesehatan umum juga sebagai RS pelayanan spesialis (misal : Pelayanan Jantung dan Kardo Vaskuler Invasive, Pelayanan Ginjal, Pelayanan Bedah Jantung, Pelayanan Mata spesialistik).

Orientasi Bangunan didesain dengan menggunakan arah orientasi bangunan Utara – Selatan. Keadaan ini meminimalisasi cahaya matahari langsung dari arah barat masuk ke bangunan dalam konteks area yang ada di daerah tropis. Pemilihan bentuk atap massa bangunan hunian menggunakan atap joglo untuk menonjolkan budaya jawa dan konteksnya untuk memenuhi konstruksi yang efisien dan mengakomodasi iklim tropis. Mengingat besarnya KDB, mengakibatkan lahan yang bisa terbangun hanya maksimal 20%, sehingga massa bangunan dipecah-pecah menjadi massa kecil. Pemecahan massa bangunan ini juga dimaksudkan untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk dan penghawaan alami. Dengan memecah massa bangunan menjadi kecil maka didapat pengaturan optimum single loaded corridor.

Secara Umum, daerah hunian yang berisi rawat inap dan asrama dipisahkan dengan fungsi publik didesain secara berdekatan namun dengan pemisahan vertikal yang jelas. Fasilitas rawat inap diletakkan di lantai 2 dan fungsi public diletakkan di lantai dasar dan lantai 1. Potensi site memiliki 2 akses masuk dari sisi barat dan timur. Strategi yang di pakai untuk akses sirkulasi pemisahan daerah public di sisi barat dan daerah yang privat di sisi timur dengan pertimbangan sisi barat yang memiliki densitas lebih tinggi untuk kendaraan bermotor, Jalan sebelah barat memiliki lebar lebih besar, 12 meter, sedangkan jalan sebelah timur, 9meter. Oleh karena itu, jalur masuk utama atau umum diletakkan disebelah timur sedangkan jalur privat dan emergency masuk dari sebelah timur. Fungsi Layanan konsultasi rawat jalan diletakkan di sisi barat bangunan. Di daerah sisi barat diletakkan fungsi pelayanan poliklinik umum, poliklinik gigi, pelayanan spesialis dan radiologi. Hal ini menyebabkan daerah public diletakkan di sisi barat. Fasilitas yang terdapat di sisi timur termasuk instalasi bedah, laboratorium dan beberapa fasilitas penunjang. Fasilitas penunjang yang terdapat di sisi barat termasuk auditorium, bangunan penerima dan fungsi pelayanan. Di dalam fasilitas pelayanan sendiri terdapat poliklinik umum, poliklinik gigi, pelayanan spesialis dan radiologi. Auditorium diletakkan di daerah sisi area karena akses publik yang langsung dan dimungkinkan untuk mengakomodasi fungsi – fungsi public yang membutuhkan akses lebih cepat dan lebih besar. Fungsi Layanan konsultasi rawat jalan diletakkan di sisi barat bangunan. Pemulasaran Jenazah diletakkan di sisi belakang site, beserta dengan sirkulasi privat menuju daerah belakang seperti asrama, perpustakaan. UGD di diletakkan dekat terhadap jalan masuk darurat untuk mempermudah akses langsung mobil ambulance ke instlasai gawat darurat.

Landsekap dan ruang public terbuka.

Ruang – ruang taman diletakkan di dalam podium sebagai pelataran dalam yang dirasakan oleh pengunjung begitu memasuki Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada. Ruang taman ini juga sebagai tempat untuk membudidayakan taman obat tropis Indonesia dan selain berfungsi untuk meneduhkan , taman ini juga berfungsi sebagai tempat penelitian herbal.

Ruang terbuka publik diletakkan di lantai 2 [atap podium] sehingga menciptakan ruangan relaksasi bagi pasien dan plaza terbuka di atas langit. Dengan cara ini rumah sakit menjadi rumah sehat yang mendorong orang untuk sehat dari kegiatan relaksasi yang didiukung oleh segi arsitektural.

Team Leader : Realrich Sjarief

Anggota tim : Meirisa Trinkawati, Mondrich Sjarief

Kategori
award

1st Prize Winner – UGM Teaching Hospital

20 Desember 2008 MENSANA IN CORPORE SANO

(Di dalam tubuh yang sehat, tersimpan jiwa yang kuat)

Kategori
blog

Murakabi

“Believe in this world – that there is meaning behind everything.” Vivekananda

IMG_20131202_0001 - sketch 2

Malam ini sunyi senyap, hari ini pun hari biasa, dengan kicauan suara burung – burung yang ada di taman sebelah rumah. yang berbeda adalah diri ini bangun lebih pagi dari biasanya, sekarang jam 3 pagi. Diri ini pun merenung terdiam mengenai apa saja yang sudah terjadi dalam hidup sampai hari ini. Sejenak diri ini bersyukur, bahwa sudah dikaruniai  nafas kegagalan, nafas keberhasilan,  dan nafas yang diberikan untuk bisa merenungi inti dari kehidupan ini. Untuk apa kita ada disini.

Melalui kerja nyata romo mangunwijaya membantu masyarakat, ada satu renungan tulisan dr Mohammad Sobary, “… Beliau menemukan suatu renungan mengenai memuja kebesaran Tuhan bukan di altar melainkan di pasar… melalui tradisi”topo ngrame”. Memuja Tuhan bukan di ruang terbatas,… tetapi sebaliknya,pemujaan itu tampil dalam kerja, dalam kesibukan mewujudkan proyek – proyek kemanusiaan, di tengah masyarakat. Kalau perlu, dan itu selalu perlu, di tengah masyarakat kaum miskin yang memerlukan bantuan.”Sobary(2014:xix) dalam buku kata – kata terakhir Romo Mangun, sebuah perjumpaan hangat di ujung perjalanan.

Roseto - 2014
Roseto – 2014
Preparation in the workshop - 2012 -  temporary structure
Preparation in the workshop – 2012 – temporary structure

“Pak bagaimana kehidupan di kampung bapak, apa bapak punya keluarga, istri, anak – anak ?” Tanya diri ini ke satu tukang kayu yang merantau setiap minggunya pulang pergi ke daerah Sukabumi, Jawa Barat. Untuk hidup di masa depan, diri ini percaya bahwa masa lalu adalah masa lalu, usaha untuk menjalani masa depan adalah usaha untuk melihat masa depan, oleh karena itu kita selalu hidup dalam rantai ketika. Ketika kita berbicara dengan sekitar, dengan hidup, dari situlah kita bisa memahami indahnya rajutan kehidupan.

Saya dulu punya istri pak, tapi istri saya meninggal, karena kanker payudara, dulu saya bawa dia ke rumah sakit hasan Sadikin Bandung, namun saya ngga punya uang pak, jadi istri saya tidak bisa berobat. Dalam hati ini , tidak bisa membayangkan ada di posisi dia. Dengan segala keterbatasannya, ia bergulat dengan craftmanship yang dimilikinya. Saya pikir ini realitas yang ada, kehidupan yang diwarnai himpitan ekonomi.Kalau ada  kesempatan,  ingin sekali  meningkatkan penghidupan mereka, para tukang – tukang terbaik, untuk mendapatkan penghargaan setinggi – tingginya. Dalam kapasitas diri ini yang akan meningkat, tanggung jawab akan orang – orang di sekitar ini pun meningkat, bahwa mereka harus mendapatkan penghidupan yang layak. Bisa menabung, untuk hari tuanya, sekaligus bisa mengekspresikan dirinya melalui karya.

Susunan kombinasi triplek rangka
Susunan kombinasi triplek rangka

Arsitek dalam praktik sehari – hari pada hakikatnya adalah satu pribadi yang mengetahui seni membangun dan teknik membangun, sehakikatnya membuka diri untuk berdialog dengan orang – orang untuk mempelajari teknik membangun yang lebih baik, mungkin juga dengan para tukang ini, para pemilik rumah, pada alam, pada tanah, dan mungkin lagi pada langit. Mungkin saja dari situ ia bisa mendapatkan pasir putih, butiran – butiran yang tersisa sebagai inspirasi dalam desain arsitektur yang dicoretkannya. Bahwa memang itu lah hakikatnya, mendesain bangunan yang lebih baik.

Oleh karena itu, kali itu diri ini membuat satu desain untuk sopir pribadi yang sudah seperti keluarga saya sendiri, ia menemani diri ini sehari – hari, orang yang tahu nafas kegagalan, dan nafas keberhasilan sehari – hari saya. Namanya Pak Misnu, istrinya bernama Sri, ia memiliki 3 anak, yang pertama namanya nurul, yang kedua aisyah, yang ketiga Tria.

Rumah ini didesain dari material yang sederhana, dari triplek 9mm, 12mm, 15 mm, 18 mm, dengan menggunakan pondasi umpak dengan kayu papan bengkirai 30 mm x 145 mm dengan ketinggian 50 cm yang dicor ke umpak beton. Desain dimulai dari melihat keseharian, banyaknya potongan triplek – triplek  di workshop dengan menguji, apa yang bisa muncul dari satu keterbatasan bahan, kayu triplek, dengan keterbatasan kekuatan yang dipunyainya, dengan 2 orang tukang kayu yang ada, dengan dimensi yang terbatas. Oleh karena itu susunan ketebalan dimensi yang merupakan inti kekuatan triplek menjadi penting dimana triplek ditumpuk sehingga menyerupai kaso supaya kekuatannya bisa ditambah. Rumah ini menggunakan modul 1.2 x 2.4 m setiap kolomnya dengan jarak umpak per 2.4 m. Keluarga Pak Misnu juga membutuhkan satu warung di depan, oleh karena itu kemudian bagaimana pagar yang juga berfungsi sebagai warung ini bisa dibuka dengan dinding. modul GRC putih 150 mm x 600 mm disusun horisontal. Sebagian atap yang digunakan adalah atap alumunium foil yang didapatkan dari daur ulang dari kardus susu ultra. Dari ongkos membangun rumah ini bisa mencapai ongkos 1 juta per m2. rumah ini pun masih berevolusi, karena  proses tinggal ada sepanjang karya itu bisa memberikan hal positif terhadap penghuni dan diskursus arsitektur akan dimulai lagi dengan evaluasi satu desain terhadap karyanya, berputar dalam iterasi untuk membuat desain yang lebih baik.

Persiapan pemasangan cetakan pondasi mini pile
Persiapan pemasangan cetakan pondasi mini pile
Cetakan mini pile dari pelat besi bekas
Cetakan mini pile dari pelat besi bekas
Umpak Kayu yang dicor ke beton
Umpak Kayu yang dicor ke beton

Saya punya janji ke diri ini sendiri, kalau sudah ada sedikit kemampuan nanti, orang – orang yang menikmatinya yang pertama harus orang yang terdekat yaitu keluarga, kemudian orang – orang yang berkerja untuk kita, barulah orang lain sekitar kita. Rumah ini untuk supir pribadi saya, pak Misnu dan keluarganya yang sudah seperti keluarga sendiri, ia sudah berkerja sejak saya masih kecil.

pintu masuk ke workshop tukang di belakang
pintu masuk ke workshop tukang di belakang

Di belakang rumah pak misnu diletakkan satu workshop untuk bereksprimen mengenai detail arsitektur, detail sambungan kayu, uji coba mock up, ataupun melayani relasi – relasi dan mungkin juga orang – orang yang baru dikenal dimana workshop ini akan tumbuh dan berkembang bersama rumah pak Misnu. Workshop yang baru ini didesain dengan modul 3 m menggunakan kayu jambi dengan sistem umpak beton, disini sistem pertukangan yang ada di dasarkan pada budaya saling mengajarkan, dengan pembagian yang merata, bonus – bonus per proyek . Diri ini mencoba menjawab masalah – masalah hidup yang tidak layak dari diskursus yang dilakukan Adi Purnomo dalam acara diskusi Venice Bienale beberapa saat yang lalu, dimana beliau menampilkan standar kualitas hidup yang rendah dan pentingnya menghargai para pembangun kita . Diri ini berpikir semoga disini tukang dibayar lebih, namun berkerja lebih baik, bisa membuat lebih rapih, dan menjaga craftmanship lebih baik, dari situ kita bisa dihargai lebih. semua berpulang dari satu keinginan untuk hidup yang lebih baik, untuk semua orang. Kita sudah punya satu project manager, sudah ada 4 tukang tetap yang terus menerus berproduksi , workshop ini sudah membuahkan 2 beasiswa untuk keluarga tukangnya sebesar 24 juta rupiah, bonus – bonus per-bulannya, tunjangan – tunjangan dan akan terus berbuat menyebarkan kebaikan kepada sesama.

pesanan sudah mulai datang dari orang – orang yang bersimpati untuk membantu. Saya bilang ke tukang – tukang, saya pesan, kita buat produk yang murah dan bagus, orang – orang pasti akan mau memesan. Curahkan seluruh tenaga kita untuk membuat produk yang bagus.Garis tangan yang di buat, ada untuk dinikmati bersama.  berpikir  punya banyak klien yang minta didesainkan rumah, ini juga menjadi satu titik perenungan, untuk apa kita ada. ini adalah satu buah karya untuk meneruskan pesan almarhum Robi Sularto. Architecture as Dharma not merely as a profession.Ijinkan saya perkenalkan nama rumah ini Murakabi, dari bahasa sansekerta artinya bermanfaat untuk semua.

IMG_20131202_0002 - sketch 1
Sketsa Denah Rumah Pak Misnu dengan jarak antar kolom per 2.4 m
IMG_0927
Sambungan triplek menggunakan baut