Kategori
award

RAW is finalist of Landscape Centrum University of Indonesia Competition

RAW is finalist of Landscape Centrum University of Indonesia Competition. Here is the description of the scheme, Eco Centrum. Desain Proyek ini terinspirasi dari  apa yang ada di sekitar daerah centrum dan apa yang ada di dalam daerah centrum, mulai dari batas lahan, yakni lahan sebesar 25 hektar dengan potensi sabuk hijau hutan karet sebesar 3 hektar dan potensi sabuk biru danau kenanga sebesar 5 hektar,

Konsep perancangan centrum UI kemudian didasarkan dari superimposisi terhadap potensi alam dan potensi node – node yang mampu mengaktivasi daerah ini sehingga mempunyai impian supaya lansekap centrum UI menjadi daerah yang memiliki respons yang baik terhadap isu berkelanjutan  lingkungan

Konsep yang pertama, daerah UI difokuskan menjadi area pejalan kaki dan pengendara sepeda dengan pengembangan superblok. Konsep yang kedua, area pengembangan memfokuskan pada isu konektivitas node – nodel transportasi dengan jalur pedestrian dan jalur sepeda dengan jarak maksimum 200m. Konsep yang ketiga menghubungkan hutan karet di sisi barat dan timur untuk membentuk sabuk hijau yang menjaga habitat alami khususnya pepohonan karet dan habitat rayap, dengan pengembangan centrum UI lebih lanjut pepohonan karet akan diteruskan dari sisi selatan ke utara, membentuk sabuk hijau sehingga akan membentuk hutan seluas 6.5 ha dan setara dengan 650 parkir.  Dan menurunkan suhu sebesar 3 sampai 5 derajat celcius. Konsep yang keempat, meningkatkan konktifitas tata air dengan tempat penampungan air sementara dengan sistem pintu air, untuk membentuk sabuk biro yang menjadi tempat berkumpulnya kalangan UI,  Konsep yang kelima yaitu mengaktivasi daerah centrum dengan memaksimalkan potensi alam dan eksisting dengan program – program kreatif seperti kafe – kafe terbuka, galeri – paviliun terbuka, taman bunga, tempat pemancingan mahasiswa, toko buku penerbit ui dikombinasikan dengan toko buku komersial, ,toko cinderamata UI. Dengan jarak minimum 200 m satu sama lain.

Keseluruhan jalur transportasi berpusat di tengah menuju bioklimatik tower yang merupakan pusat dari jalur sepeda dan jalur pedestrian sekaligus sebagai menara observasi, pusat daur ulang, ruang mekanikal elektrikal dari daerah centruk ui dengan integrasi jalur listrik dan penempatan turbnin angina dan solar photo voltaic untuk mendukung fungsi riset terhadap energi terbarukan.  Penempatan tanaman dibedakan ke dalam 6 karakter  lahan berbeda membentuk warna – warni dalam struktur eco centrum  sebuah pengembangan yang berbasiskan, keberlanjutan lingkungan dengan memaksimalkan konektifitas dan mengaktifasi centrum UI dengan program – program kreatif menuju kondisi ideal, carbon zero campuss.

Team Leader : Realrich Sjarief

Team : Anastasia Widyaningsih,  Lia Kurniadewi, Silvanus Prima Prayektianto

Kategori
award

RAW won 1st prize Vocational University Indonesia

Konsep desain kompleks vokasi UI ini didasarkan pertimbangan atas 3 aspek, pertama, desain bangunan yang sesuai dengan iklim tropis. Kedua, desain bangunan yang kontekstual dengan pencitraan ui, dan ketiga, desain bangunan yang mampu memanfaatkan potensi lahan semaksimal mungkin. Penataan masterplan didasarkan dari penempatan ‘learning promenade’ di axis utama lahan yang menghubungkan node potensial transit oriented development dari Universitas Indonesia di titik selatan dengan node potensial titik wisata air amphi teater yang ada di sisi utara. Di sepanjang learning promenade ini diletakkan fungsi – fungsi untuk mengaktifasi kehidupan kampus vokasi. Di sini ada mahasiswa yang membaca buku di perpustakaan linear sepanjang learning promenade, disini ada juga café untuk para mahasiswa dan dosen berinteraksi, potensi landsekap yang mengikuti kontur juga bisa di optimalkan.Daerah kompleks vokasi ini juga akan rimbun akan pepohonan diantara massa yang menghadap utara dan selatan sehingga bayangan yang ada akan mereduksi panas dari sinar matahari di lantai dasar. Vista yang terbentuk ketika memasuki kompleks vokasi dari arah selatan terbentuk dari 3 elemen yaitu : vista menuju amphiteater air, vista transparansi massa gedung perpustakaan di sisi barat juga vista café menuju sungai dengan wisata air, dan vista di sebelah barat berupa alokasi lahan untuk taman obat untuk program kedokteran.

Ide perancangan dari kompleks Vokasi UI merupakan rangkaian dari 3 noda utama yaitu, – Kondisi eksisting yang berbatasan dengan sungai yang membelah dari utara ke selatan yang menjadi bagian interaksi dengan air, – Jalan disisi selatan yang merupakan titik pusat perhentian bus kampus dan – Jalan di sisi barat yang merupakan area servis GKU dan parkir belakang. Pembagian ini didasarkan dari pembagian fungsi-fungsi terbesar dengan anggota terbesar, seperti kedokteran dengan p’rodi baru, hokum, dan vokasi campuran. Hirarki ini juga didasarkan dari pengelompokkan dari ilmu manusia [kedokteran], ilmu etika [hukum], dan ilmu – ilmu umum dengan menghubungkan keseluruhan fungsi dengan gedung kuliah umum. Susunan pengelompokkan diatur berdasarkan besaran ruang yang diestimasikan dengan jumlah mahasiswa di tahun 2013 sejumlah 11700 orang.

Bangunan – bangunan penunjang seperti massa lobby utama diletakkan sepanjang boulevard yang diperuntukkan untuk galeri utama. Massa – massa dihubungkan dengan selasar yang dilengkapi dengan kanopi sedangkan di sisi selatan, diletakkan akomodasi hunian mahasiswa berlantai tingkat rendah dengan aksesibilitas menuju ke kampus vokasi UI. Daerah landsekap didesain sesuai eksisting dari kampus UI dengan orientasi aktifitas terhadap sungai dengan menghubungkan sisi timur sungai dengan lahan melalui rangkaian jembatan untuk akses pejalan kaki. Lahan parkir diletakkan di sisi barat kompleks Vokasi UI.

‘Bangunan – bangunan di kompleks Vokasi UI juga didesain dengan menggunakan arah orientasi bangunan Utara – Selatan yang sesuai dengan iklim tropis. Keadaan ini meminimalisasi cahaya matahari langsung yang masuk ke bangunan. Bangunan ini menggunakan konstruksi baja, penggunaan solar panel pada sisi atas bangunan, dan wind turbine di sisi dalam bangunan. Penggunaan batu bata juga mendinginkan suhu bangunan disamping meminimalisasi carbon foot print dengan penggunaan bahan yang re-usable.

Glenn Murcutt “The light and sounds of land are already there I just make the instrument make the instruments that allow people to perceive these natural qualities.” Perencanaan vokasi ini yaitu berusaha menjawab sebaik mungkin apa yang dibutuhkan oleh program studi Vokasi UI dengan tepat melalui pengolahan potensi konteks lingkungan yang ada.

Principal Architect : Realrich Sjarief

Team : Dicke Nazary Akbar Lubis

Juri : Prof. Gunawan T, Baskoro Tejo, A.Tardiyana, A.Hery Fuad dan Syahrir AR

Kategori
lecture publication

Realrich is in roundtable discussion – Archinesia Volume 1

Realrich is in roundtable discussion with  Adi Purnomo, Ario Danar Andito (Parametr), Ary Indra (Aboday), Ridwan Kamil (Urbane), Endy Subijono (Head of National Indonesian Institute of Architect ), Her Pramtama (Head of Jakarta Indonesian Institute of Architect), Danny Wicaksono, Deddy Wahyudi,Achmad Tardiyana (lecturer at  ITB and architect from Urbane) and Imelda Akmal (IAAW).

Archinesia Bookgazine edisi perdana dirilis dalam bentuk hard cover dengan 208 halaman (ukuran 30 x 24 cm), memuat sekitar 160 foto arsitektur (110 foto diantaranya adalah hasil bidikan fotografer Sonny Sandjaya), 35  gambar arsitektur render 3D (upcoming projects dan pemenang berbagai  kompetisi arsitektur di Indonesia), serta 50 potongan gambar, denah maupun site / floor plan. Keseluruhan disuguhkan dengan komposisi yang memukau dan inspiratif, disertai ulasan khas Imelda Akmal dan beberapa kontributor Archinesia lainnya.

Cover story Archinesia Bookgazine edisi perdana dengan tema ” Penghargaan, Sayembara, Dan Pameran Arsitektur ” membuka cakrawala pembacanya untuk lebih memahami dan mengapresiasi berbagai penghargaan, sayembara maupun pameran arsitektur di Indonesia yang kebanyakan masih dimotori oleh para insan kreatif di bidang arsitektur sendiri. Berbagai peran, manfaat, prestasi maupun  kendala dalam kegiatan penghargaan, sayembara dan pameran arsitektur yang ada di Indonesia saat ini, dikupas secara mendalam dalam Archinesia volume 1 ini.

Tidak tangung-tangung, Archinesia Bookgazine pun mempersiapkan secara khusus dalam menggarap tema besar ini dengan mengadakan round table discussion bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dan IAI Nasional yang berlangsung pada tanggal 13 September 2011 lalu. Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pakar di bidangnya seperti : Adi Purnomo, Ario Danar Andito (Parametr), Ary Indra (Aboday), Ridwan Kamil (Urbane), Endy Subijono (Ketua IAI Nasional), Realrich Sjarief, Her Pramtama (Ketua IAI Jakarta), Danny Wicaksono, Deddy Wahyudi, dengan moderator Achmad Tardiyana (Dosen Arsitektur ITB dan praktisi arsitek Urbane) dan Imelda Akmal.

Pendapat para pakar dari round table discussion maupun berbagai tulisan dan liputan khusus seputar kegiatan sayembara, kompetisi dan pameran arsitektur yang dimuat pada Archinesia Bookgazine edisi perdana, sungguh mengugah dan menginspirasi siapa pun yang terjun di sektor kreatif, terutama dalam menyikapi berbagai kegiatan sayembara, kompetisi maupun pameran yang berkaitan dengan bidang pekerjaan masing-masing.

Archinesia Bookgazine, Terobosan Baru Publikasi Berkala Arsitektur Indonesia

Kategori
award

Finalist entry – Eco Centrum Universitas Indonesia – national open competition

Desain Proyek ini terinspirasi dari  apa yang ada di sekitar daerah centrum dan apa yang ada di dalam daerah centrum, mulai dari batas lahan, yakni lahan sebesar 25 hektar dengan potensi sabuk hijau hutan karet sebesar 3 hektar dan potensi sabuk biru danau kenanga sebesar 5 hektar,

Konsep perancangan centrum UI kemudian didasarkan dari superimposisi terhadap potensi alam dan potensi node – node yang mampu mengaktivasi daerah ini sehingga mempunyai impian supaya lansekap centrum UI menjadi daerah yang memiliki respons yang baik terhadap isu berkelanjutan  lingkungan

Konsep yang pertama, daerah UI difokuskan menjadi area pejalan kaki dan pengendara sepeda dengan pengembangan superblok. Konsep yang kedua, area pengembangan memfokuskan pada isu konektivitas node – nodel transportasi dengan jalur pedestrian dan jalur sepeda dengan jarak maksimum 200m. Konsep yang ketiga menghubungkan hutan karet di sisi barat dan timur untuk membentuk sabuk hijau yang menjaga habitat alami khususnya pepohonan karet dan habitat rayap, dengan pengembangan centrum UI lebih lanjut pepohonan karet akan diteruskan dari sisi selatan ke utara, membentuk sabuk hijau sehingga akan membentuk hutan seluas 6.5 ha dan setara dengan 650 parkir.  Dan menurunkan suhu sebesar 3 sampai 5 derajat celcius. Konsep yag keempat, meningkatkan konktifitas tata air dengan tempat penampungan air sementara dengan sistem pintu air, untuk membentuk sabuk biro yang menjadi tempat berkumpulnya kalangan UI,  Konsep yang kelima yaitu mengaktivasi daerah centrum dengan memaksimalkan potensi alam dan eksisting dengan program – program kreatif seperti kafe – kafe terbuka, galeri – paviliun terbuka, taman bunga, tempat pemancingan mahasiswa, toko buku penerbit ui dikombinasikan dengan toko buku komersial, ,toko cinderamata UI. Dengan jarak minimum 200 m satu sama lain.

Keseluruhan jalur transportasi berpusat di tengah menuju bioklimatik tower yang merupakan pusat dari jalur sepeda dan jalur pedestrian sekaligus sebagai menara observasi, pusat daur ulang, ruang mekanikal elektrikal dari daerah centruk ui dengan integrasi jalur listrik dan penempatan turbnin angina dan solar photo voltaic untuk mendukung fungsi riset terhadap energi terbarukan.  Penempatan tanaman dibedakan ke dalam 6 karakter  lahan berbeda membentuk warna – warni dalam struktur eco centrum  sebuah pengembangan yang berbasiskan, keberlanjutan lingkungan dengan memaksimalkan konektifitas dan mengaktifasi centrum UI dengan program – program kreatif menuju kondisi ideal, carbon zero campuss.

ini bisa dicapai dengan tim yang istimewa, yang tentu saja berkerja dengan hati. :)

Team Leader : Realrich Sjarief

Team : Anastasia Widyaningsih,  Lia Kurniadewi, Silvanus Prima Prayektianto