Kategori
award news

RAW is finalist of Pasar Johar Semarang Competition

RAW is finalist of Pasar Johar Semarang Competition. Here is the description of the scheme : Ini adalah kompetisi arsitektur yang sangat menarik karena konteks budaya dan keterbatasan lahan di lokasi yang sangat prestisius di pusat kota Semarang. Sebuah pengembangan dimana suasana di lantai dasar memiliki peranan penting. Suasana lantai dasar dimana anak – anak kecil bisa bermain, warga bisa berolahraga, dan adanya sentuhan alam dan budaya yang kuat, jajanan pasar, dan permainan olahraga tradisional. Vista yang terbentuk dengan koridor budaya yang ada di pasar johar akan membentuk retail walk yang membujur dari sisi utara ke selatan dimana suasana tradisional market akan dijaga. Sebuah aset dari kota semarang

Alun – alun sendiri sejarahnya merupakan sebuah tanah lapang luas yang digunakan para jama’ah dan merupakan halaman depan dari keraton / pusat pemerintahan. Konsep ini merupakan solusi jalur perdaganan dimana keraton, tempat ibadah, dan pusat keramaian berada pada satu tempat. Alun – alun Semarang pada tahun 1935 berlokasi di depan masjid Kauman. Walau memang daerah tersebut memiliki banyak permasalahan seperti banjir, rob, kemacetan dan banyaknya pedagang yang berdagang dan membuat kemacetan namun aktivitas tersebut merupakan aset sejarah dan budaya yang sangat berharga untuk tetap dijaga dan dilestarikan. Konsep desain pasar Johar ini berbasis pada usaha pengembalian fungsi alun – alun sebagai respon dari minimnya Ruang terbuka hijau di kawasan pasar johar yang sekarang hanya berkisar 6 % dengan mengakomodasi keberadaan pedagang. Alun – alun pasar Johar sebagai Jantung Kota Semarang.

Disini konsep pengembangan Pasar Johar didasarkan pada paradigma Neo Modernis dengan perpaduan bentuk yang rasional dengan keinginan untuk menciptakan design yang berpusat pada pembentukan courtyard untuk menciptakan cross air ventilation, dan memasukkan cahaya kedalam bagian tengah massa yang relatif dalam.

Team Leader/Principal Architect : Realrich Sjarief
Team Member : Anastasia Widyaningsih, Lia Kurnia Dewi, Refano Citra, Silvanus Prima

Kategori
DAILY

Glenn Van Ekeren “tawarkan pundak anda untuk disandari”

Artikel dibawah ini sangat menarik, untuk oase di tengah – tengah kesibukan yang menghampiri. terkadang memang kita membutuhkan dorongan, terutama dari orang – orang terbaik di sekitar anda :)

” Tidak banyak yang lebih dahsyat di dunia ini selain dorongan yang positif. Sebuah senyum. Sepatah kata tentang optimisme dan pengharapan. Sebuah ungkapan “kamu bisa” ketika kesulitan sedang melanda. ” Richard M. Devos

Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol menampilkan banyak hal yang sangat menakjubkan bagi para pengamatnya. Tayangan ulang salah satu pertandingan atletik selalu hidup dalam kenangan saya. Atlet Derek Redmon dari inggris memiliki hasrat seumur hidup untuk memenangkan medali emas dalam lomba 400 meter. Peluangnya untuk meraih mimpi itu meningkat ketika letusan pistol menandai dimulainya babak semifinal di barcelona. Redmon berlari dengan baik sekali, dan garis finish sudah di depan mata ketika ia berbelok di ujung yang jauh dari penonton. Tiba – tiba musibah itu datang. Ia merasakan nyeri yang dahsyat sekali di bagian belakang kakinya. Ia tersungkur di lintasan, muka terlebih dahulu, dan mengalami cedera pada otot hamstring sebelah kanan.

Berikut ini laporan tentang kejadian itu yang ditulis oleh Sports illustrated:

Sewaktu para petugas medis menghampirinya, Redmond berjuang untuk berdiri sendiri. “itu naluri hewani,”
katanya belakangan. Ia melompat – lompat dengan sebelah kakinya dalam upaya mati – matian untuk menyelesaikan lomba. Ketika ia tiba di lintasan lurus menjelang finish, seorang lelaki tinggi besar mengenakan T – Shirt keluar dari barisan penonton, menyingkirkan seorang petugas keamanan yang mengahalangi, langsung berlari mendekati Redmond dan memeluknya. Orang itu Jim Redmond, ayah Derek. ” Kamu tidak harus melakukan ini,” katanya kepada putranya yang terisak. “Aku harus, ” sahut Derek. “Kalau begitu,” kata jim,” kita menuju ke finish bersama – sama.”

Mereka berlari bersama – sama. Kendari harus bersikeras dengan petugas keamanan, sambil kadang – kadang membiarkan kepala anaknya bersandar pada pundaknya, mereka tidak meninggalkan lintasan menuju ke garis finish. Para penonton ternganga, kemudian bangkit dan bersorak sorai dengan keharuan yang mendalam.

Sungguh pemandangan yang dramatis! Derek Redmond gagal mendapatkan medali emas, tetapi ia meninggalkan Barcelona dengan sebuah kenangan sangat indah tentang seorang ayah yang segera meninggalkan bangku penonton untuk ikut menanggung penderitaan yang dialami oleh sang putra. Bersama – sama mereka akhirnya sampai ke garis finish.

Tidak ada orang hidup yang belum pernah mengalami kekecewaan ketika harapannya tidak tercapai. Kenyataan tidak selalu terwujud seperti yang kita rencanakan dalam upaya meraih cita – cita kita. Hambatan – hambatan tidak diharapkan, kejadian – kejadian tidak terduga, atau situasi di luar kendali dapat membuyarkan semangat kita. Betapa cepat lunturnya pengharapan kita ketika tiba – tiba kita menemui kegagalan, rasa malu dan celaan.

Sebuah ungkapan yang membesarkan hari ketika kita sedang mengalami kegagalan lebih berharga daripada hujan pujian sehabis mengalami keberhasilan. Orison Swett Marder berkata, ” Tidak ada obat seperti harapan, tidak ada insentif begitu besar, tidak ada obat kuat seperkasa ungkapan harapan bahwa esok segalanya akan lebih baik.” Anda dapat menjadi pembagi harapan yang akan membebaskan seseorang dari beban masa sekarang dan mengantarnya ke kemungkinan – kemungkinan dimasa mendatang.

Memahami betapa cepat momentum yang dapat ditimbulkan oleh suatu musibah mendadak dapat meningkatkan kepekaan kita terhadap perasaan orang lain ketika kekecewaan merusak peraihan mimpi – mimpi mereka. Ada saat seperti itulah orang memerlukan seseorang yang peduli kepada mereka dan bersedia meluangkan waktu untuk menemani mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa anda menyertai dan menemani mereka. Tawarkan pundak anda untuk mereka sandari ketika mereka kelelahan atau menahan nyeri. Mereka mungkin tidak mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, tetapi mereka tidak pernah pernah melupakan orang yang mengangkat mereka ketika sedang jatuh. dan itu sangat layak untuk dilakukan

ya memang kita setiap orang memerlukan orang – orang terdekat kita untuk selalu mendukung segala jalan yang kita tempuh. Dan aku bersyukur dan beruntung bahwa aku memiliki orang – orang terdekat yang selalu mendukung segala langkah ini.

Kategori
primary thoughts

Finalist entry- Alun – Alun Kota – konsep untuk Pasar Johar Semarang – national open competition

Ini adalah kompetisi arsitektur yang sangat menarik karena konteks budaya dan keterbatasan lahan di lokasi yang sangat prestisius di pusat kota Semarang. Sebuah pengembangan dimana suasana di lantai dasar memiliki peranan penting. Suasana lantai dasar dimana anak – anak kecil bisa bermain, warga bisa berolahraga, dan adanya sentuhan alam dan budaya yang kuat, jajanan pasar, dan permainan olahraga tradisional. Vista yang terbentuk dengan koridor budaya yang ada di pasar johar akan membentuk retail walk yang membujur dari sisi utara ke selatan dimana suasana tradisional market akan dijaga. Sebuah aset dari kota semarang

Alun – alun sendiri sejarahnya merupakan sebuah tanah lapang luas yang digunakan para jama’ah dan merupakan halaman depan dari keraton / pusat pemerintahan. Konsep ini merupakan solusi jalur perdaganan dimana keraton, tempat ibadah, dan pusat keramaian berada pada satu tempat. Alun – alun Semarang pada tahun 1935 berlokasi di depan masjid Kauman. Walau memang daerah tersebut memiliki banyak permasalahan seperti banjir, rob, kemacetan dan banyaknya pedagang yang berdagang dan membuat kemacetan namun aktivitas tersebut merupakan aset sejarah dan budaya yang sangat berharga untuk tetap dijaga dan dilestarikan. Konsep desain pasar Johar ini berbasis pada usaha pengembalian fungsi alun – alun sebagai respon dari minimnya Ruang terbuka hijau di kawasan pasar johar yang sekarang hanya berkisar 6 % dengan mengakomodasi keberadaan pedagang. Alun – alun pasar Johar sebagai Jantung Kota Semarang.

Disini konsep pengembangan Pasar Johar didasarkan pada paradigma Neo Modernis dengan perpaduan bentuk yang rasional dengan keinginan untuk menciptakan design yang berpusat pada pembentukan courtyard untuk menciptakan cross air ventilation, dan memasukkan cahaya kedalam bagian tengah massa yang relatif dalam.

Credit to team member of D O T (Design Oriented Territory) : Anastasia Widyaningsih, Lia Kurnia Dewi,

Refano Citra, Silvanus Prima

Kategori
thoughts

Leading to Green Evolution – satu Tulisan untuk Majalah Ruang Edisi ke 2

Sudah 43 tahun sejak Ian Mcharg mempublikasikan hasil risetnya design with nature pada tahun 1967 mengenai kerusakan lingkungan dan adanya degradasi lingkungan di dunia. Istilah – istilah seperti green, ecological design, sustainable design pun mulai muncul dan sebenarnya memiliki artian yang sama dan terkadang menyesatkan dengan banyaknya publikasi dan tulisan mengenai istilah – istilah tersebut.

Istilah sustainable sendiri mulai diperbincangkan sejak brundtland commision menuliskan definisi dari sustainable development di tahun 1980. Yang kemudian diikuti oleh kesepakatan bersama di rio summit di tahun 1992. Dimana sustainable didefinisikan sebagai “sebuah pengembangan untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. “ Steele (2005:6)

Definisi arsitektur pun berkembang dari definisi pertama yang ditengarai oleh John Ruskin dan William morris bahwa arsitektur adalah penggabungan antara Building dan Art. Di saat sekarang ini , Conway Roesnich(1994:8). Arsitektur sendiri tidak bisa lepas dari teknologi untuk memaksimalkan kinerja system bangunan khusnya pada bangunan bertingkat tinggi. Oleh karena itu definisi Arsitektur bisa saja berubah menjadi perpaduan antara building + art + teknologi. Debat dan argumentasi bagaimana kita mendesain untuk meminimalisasi dampak bangunan terhadap lingkungan terus bergulir dalam berbagai macam studi salah satu studi yang patut untuk diberi catatan yaitu studi yang dilakukan oleh Malcolm B. Wells di dalam thesisnya Gentle Architecture mengenai dampak suatu bangunan yang ada didalam satu lingkungan. Ia memperbandingkan antara performa bangunan kantor (suburban design lab) yang ada di dalam tanah / basement (lihat figur 2) dengan 3 tipe lahan yang lain yaitu : Hutan Belantara, lahan pertanian kosong,  dan tengah kota manhattan, Wells(1971:92-97).

Suburban design Lab adalah sebuah bangunan dengan fungsi kantor yang diletakkan di dalam tanah / basement  dengan bukaan void untuk memasukkan cahaya matahari di iklim sub tropis karena suhu udara yang didapatkan terbukti relatif konstan dan ideal, efek pemanasan yang terjadi relatif kecil di kala terik yang ekstrim, dan tidak dibutuhkan perawatan ruang luar dengan menjadi ruang atap dan ruang luar seperti di hutan belantara. Perlu dicatat bahwa suburban research lab berdiri di iklim subtropis dimana memiliki perbedaan suhu ekstrim. Salah satu kelemahan dari skema ini adalah biaya inisiasi yang mahal. Studi yang dihasilkan membuktikan bahwa meskipun suburban research lab didesain dengan memaksimalkan efisiensi energi. Meksipun efisiensi yang dihasilkan maksimal namun performa yang dihasilkan masih sangat jauh dibandingkan dengan performa hutan belantara. Studi ini dilakukan pada tahun 1969. Thesis ini membuktikan bahwa usaha terbaik untuk menjaga alam dengan tidak menyentuhnya sama sekali.

Namun harus diingat bahwa di tahun 1969 Suburban research lab tidak mampu mengolah air kotor menjadi air bersih, tidak mampu menyerap energi matahari, tidak mampu mendaur ulang sampahnya. Seperti kita lihat itu yang terjadi di tahun 1969 karena teknologi pada saat itu tidak mampu untuk melakukan hal tersebut

Pertanyaannya adalah apa yang bisa dilakukan di masa depan ?

Penggunaan teknologi, pendefinisian fungsi ruang komunal, dan inovasi strategi perencanaan akan memegang peranan penting di masa depan, terutama pada masyakarakat metropolitan. Di negara maju terjadinya perubahan pola kerja masyarakat modern karena dampak industrialisasi disebabkan pertumbuhan teknologi informasi yang terjadi sepanjang tahun 1960 – 1970 mengakibatkan kebutuhan untuk berkerja lebih lama di kantor. Sehingga pola ini menuntut sebuah kebutuhan untuk berinteraksi dan menggunakan ruang komunal di area . Kebutuhan akan ruang – ruang komunal inilah kemudian yang diakomodasikan ke dalam tower pencakar langit. Istilah yang disebut ken yeang, Bio climatic tower. Ide ini diwujudkan pada tahun 1992 menjadi dengan bangunan menara mesin niaga yang memiliki taman gantung diatas setinggi 3 lantai yang ditanamai oleh tanaman lebat. Foster and partners memiliki inovasi sebelum adanya istilah bioclimatic tower dari Ken Yeang melalui konsep taman gantung dalam desain Hongkong and Shanghai Bank Headquarters yang dibangun pada tahun 1979 – 1986. dimana bentuk massa dari HSBC tower masih berbentuk dual aspect slab (massa dua sisi terbuka). Yang merupakan turunan dari konsep Le Corbusier dalam Radiant city , City for tomorrow ataupun L unite d habitation dengan strategi untuk membuka kedua sisi bangunan dengan bukaan untuk membiarkan cahaya matahari dan udara segar dengan kedalaman sebesar kurang lebih 24 m.

konsep dual aspect slab ini disempurnakan oleh Commerzbank Headquarter di Berlin, dimana ini diklaim sebagai world’s first ecological tower yang dibuat pada tahun 1991 sampai dengan 1997 dimana  setiap lantai kantor mendapatkan pencahayaan alami. Dengan jendela yang bisa dibuka membuat penggunanya mampu mengontrol iklim mikro. Dengan hal tersebut nyata – nyata mampu menurunkan konsumsi energi yang ekuivalen dengan setengah dari konsumsi energi desain kantor konvensional. Taman gantung di atas langit ini memainkan peranan untuk memasukkan cahaya matahari, udara segar, dan menyediakan tempat untuk relaksasi ketika jam istirahat.kantor  . Di lantai dasar terdapat restaurant dan café yang memiliki relasi dengan ruang terbuka dengan meminjam konsep borrowed landscape dari konsep arsitektur jepang.

Usaha untuk meminimalkan dampak terhadap alam terutama untuk tipologi bangunan berskala kecil dan berlantai rendah terlihat dalam desain Glenn Murcutt dimana terdapat beberapa kecenderungan dari pengambilan keputusan desain seperti : 1. meminimalkan bidang yang bersentuhan dengan tanah dengan konsep pilotis. 2. Memaksimalkan view ke arah luar. 3. memanfaatkan sirkulasi udara didalam bangunan. 4. Penggunaan kulit bangunan 3 lapis yang bisa diatur posisinya oleh pengguna.

Sistem bangunan yang ada bersifat sangat sederhana dengan prinsip – prinsip yang rasional namun mampu menampilkan kualitas melalui penemuan – penemuan Glenn yang diakuinya ada di perjalanan desain bersama klien yakni pendekatan desain yang strategi perencanaan yang rasional, efisien dan responsif terhadap terhadap iklim, kondisi eksisting lahanseperti aliran air, kondisi matahari, geomorfologi lahan.

Ada satu Quote dari Glenn Murcutt dalam pameran hasil karya beliau di Museum of Sydney di bulan Desember 2009 yang menurut saya sangat menarik untuk dipikirkan,

“Works of Architecture are discovered, not designed. The creative process is a path of discovery.  The hand makes drawings and arrives at solutions before the mind has even comprehended them. It is very important to me to make buildings that work like instruments. They respond to light, to the movements of the air, to prospect, to the needs of comfort. Like musical instrument, they produce the sounds and the tones of the composer. But I’m not the composer. Nature is the composer. The light and sounds of the land are already there. I just make instruments that allow people to perceive these natural qualities. ‘Glenn Murcutt.

Penutup

Seorang arsitek tidak bisa menyelesaikan permasalahan ekologi lingkungan keseluruhan, namun arsitek bisa mendesign bangunan yang memiliki efisiensi energi tinggi sehingga penggunaan energi dalam bangunan bisa ditekan serendah mungkin.  Selain dari desain dan hal ini bisa diterapkan dari segi peraturan yang bersifat sertifikasi. Cara – cara ini sudah dicoba oleh beberapa lembaga seperti USGBC (united States Green Building Council) adalah dengan membuat peringkat penghargaan untuk bangunan – bangunan yang mampu melakukan efisiensi energi dengan predikat Platinum, Gold, Silver. Banyak Negara – Negara di dunia yang sudah memiliki peringkat penghargaan seperti ini (Green Rating) seperti Amerika dengan LEEDS, Inggris dengan BREAAM, Australia dengan Nathers, BASIX, Green Star. Dan GBCI dikabarkan sedang menyusun sebuah green code untuk Indonesia. Ada baiknya apabila sebuah sertifikat tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menilai namun juga sebagai alat untuk mendesain yang apabila diikuti maka akan mendapatkan sertifikasi penghargaan yang tentu saja menghasilkan bangunan yang memiliki respon sangat baik terhadap alam.

sebagai penutup Mcharg  pernah menulis  dalam Design with Nature, “I hope that in the 21st centure the largest accomplishment of art will be to restore the earth.” Mungkin saja harapan Mcharg akan menjadi kenyataan setidaknya di abad ini.

Referensi :

Conway, H. Roesnich, R. 1994, Understanding Architecture, Routlege, London, pp. 8

Murcutt, G. 2008, Thinking Drawing / Working Drawing, TOTO shuppan, Japan, pp. 91 – 92

Mcharg, I. 1992, Design With Nature, John Wiley & Sons, Inc, Canada, pp 180

Steele, J. 2005, Ecological Architecture: a critical history, Thames & Hudson, London, pp. 6

Wells, M.B.1971, ‘The absolutely constant, inconstestably stable architectural value scale,’ Progressive Architecture, vol.52 no 3, pp 93