Kategori
thoughts

It’s Tropical White house

I call this house Tropical white house, simply because of it’s color, white. The colour that has no intention, pure, simple, neutral. Sometimes judgement by color is really personal, but for white, it is  absolute.

I remember one of the architect who likes white really much, American Architect, Richard Meier. He states that

” Where other colors have relative values dependent upon their context, white retains its absoluteness… white is alone, it is never just white… that is itself being transformed by light and by everything changing in the sky, the clouds , the sun , the moon. whiteness perhaps , is the memory and the anticipation of color”.

We always like white as a symbol of purity, reflection of expression. Fine to call it subjective judgment, we just love it.

This is the condition before

IMG00214-20091121-1725 b

The client is a single family couple with 2 sons. They bought the old house 1,2 billion IDR (equal to 120000 USD, the construction cost 70000 USD including architectural finishes and interior finishes. While new house in the same area With the same gross floor area 275 Sqm cost 280000 USD which then makes this project, fantastic cost benefit to the client.

even though we are redesigned the whole plan, but the structure was carefully reexamined and preserved allowed the client to save 30 percent of the building cost construction.

One room was changed to the non permanent room, allowing change the function to become multiple,we call it play room, second living room or even study room, Then, this strategy allows fresh air to circulate and sun to light the interior space by dual aspect configuration with both opening to south and north side. After the opening, the room will be bright, and comfortable to live.

looking at the name, “tropical white house”. We aim this design to be A tropical house, is what where direct sunlight is minimized as minimum as possible to the inside space.

White house is as white as pure as nothing. It just a statement of nothing than the function i

tself. It’s response of the appropriatenessof design thinking which if we look to the process, it is unforgettable. We will release the other pictures soon. The interior designer is mondrich syarif

The real talented Photographer is  Andhang Trihamdhani, one of our designer

Client : Winson Mangkujaya + Cecillia Law Mei Tjoe

Kategori
primary

Shopping Mall story – Tulisan untuk majalah ruang edisi 3

“Yuk, hari ini kita ke shopping mall kata seorang ibu kepada anak perempuannya. Kemudian dia menjinjing tas hermes, tas dari gerai toko terkenal di dunia. Sang anak pun mengiyakan, sejenak kemudian, ibu tersebut menelpon suaminya, pa kita ketemu di mall ya, sambil makan siang, setelah itu ke kidzania, anak kita mau main di mall.”

Kehidupan berkota di jakarta mau tidak mau memang diwarnai dari kehidupan satu mall ke mall yang lain. Ruang terbuka hijau yang semakin kecil dengan target yang bisa dipenuhi oleh pemerintah daerah DKI Jakarta sebesar 9,7 persen dari 13 persen yang ditargetkan (Antara 2009). Kehidupan berkota yang introvert,mandiri, serasa tidak bergantung satu sama lain, egois.  Dari segi arsitektur kota shopping mall adalah sebuah nodes. Hal yang digaris bawahi kevin lynch sebagai elemen pembentuk ruang kota. Kevin lynch “pola pola pembentuk ruang kota terdiri dari beberapa elemen pembentuk ruang kota seperti, paths, districts, nodes, edges, landmarks ” lynch. Shopping mall sendiri adalah sebuah nodes dalam elemen pembentuk ruang kota.

Menurut Yayat Supriatna, sekertaris jenderal ikatan ahli planer (IAP), Jakarta memiliki jumlah mall terbesar di dunia mencapai 130 mall, tetapi hanya mempunyai empat taman kota. Pertanyaan mengenai mengapa mall bisa sebegitu banyaknya dan himbauan para intelektual kepada pemerintah untuk bisa membatasi jumlah shopping mall juga terjadi. Di lain pihak para developer selalu jeli untuk mencium kesempatan dalam pertumbuhan properti yang tinggi di jakarta. Jakarta sedang ada dalam paradigma Bussiness as usual yang kuat.

business as usual

Namun Bagaimanapun juga tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran shopping mall memberikan suntikan ekonomi yang positif terhadap perekonomian satu kota. Shopping mall menyediakan oase bagi penduduk jakarta ditengah makin tergerusnya ruang terbuka hijau. Posisinya sebagai nodes sama seperti konsep pasar tradisional yang selalu berdekatan dengan alun – alun kota, pusat peribadatan, pusat pemerintahan di kota – kota seperti Semarang, Bandung, Cilacap, dan kota – kota indonesia lainnya.

Kita kemudian teringat pada pasar tradisional yang pada hakikatnya merupakan tempat bertransaksi, menawar harga, berinteraksi, bersenggolan, bersentuhan, berpeluh keringat, mencium wewangian rempah. Tempat yang menurut Edward T Hall adalah tempat yang intim. Seperti ruang yang terdapat di Pasar Johar semarang dimana koridor hanya sebesar 1 meter dan bahkan ada yang lebih kecil dengan lebar pundak manusia sebesar 60 cm maka otomatis saat kita berpapasan dengan orang lain, kita akan bersenggolan dengan orang lain. Alih – alih tersenggol karena emosi, dari bersenggolan itu sepanjang kita merasakan kehangatan. Ada  senyuman ibu ibu yang tersenggol Atau bapak yang cuek-cuek saja sambil meliukkan tubuhnya menghindari senggolan. Hal ini berbeda dengan shopping mall dengan korridor selebar minimum 3 meter yang memberikan jarak untuk kita tidak bersenggolan sebagai dampak untuk memenuhi kebutuhan privasi dan kenyamanan. Keragaman pola aktifitas “pattern language” yang ada ini tentunya yang menurut saya berharga.

Pola kehidupan dari jarak koridor 3 m mencerminkan gaya hidup yang cenderung individualistis. Hal ini tercermin dengan  kiasan shopping mall yang identik dengan big box, kotak yang tertutup, dan dikondisikan dengan air conditioner. Shopping mall ini sering diasosiasikan dengan kehidupan kaum sub urban di America. Dimana tercipta kehidupan pergeseran kehidupan berkota dari jalan – jalan yang bersifat tradisional menjadi interaksi di dalam shopping mall yang diakibatkan oleh  keamanan, kenyamanan, hiburan yang sudah tidak didapatkan lagi dari jalan – jalan kota.

Sama seperti yang terjadi di Amerika, hal ini terjadi di Jakarta, dari sepanjang jalan Harmoni sampai Kota tua memiliki kualitas pedestrian yang sangat buruk. Pedestrian yang sempit dengan permukaan yang sudah hancur juga minim peneduh untuk pengguna pedestrian.

Leon Krier Sketch

Dalam perencanaan sebuah shopping mall, perhitungan efisiensi luasan kotor bangunan yang tinggi mensyaratkan desain untuk dapat memberikan luasan retail semaksimal mungkin untuk bisa dijual kepada gerai gerai toko eksklusif seperti hermes, louis vuitton, channel, gucci, prada, dsb. Hal ini menimbulkan kompleksitas desain yang tinggi dengan kecenderungan menggabungkan beberapa fungsi bangunan seperti kantor, hotel, convention centre, exhibition centre, cinema, shopping mall, dan apartment menjadi tipologi mixed use sebagai akibat dari harga nilai tanah yang tinggi.

Melihat densitas yang tinggi dalam mixed use, ada potensi untuk membuat pengembangan yang kompak, teintegrasi berorientasi ke arah vertikal, seperti senayan city, rasuna epicentrum, pacific place, ataupun st.moritz. Ada pula kesempatan untuk membuat pengembangan yang berbasis transit oriented development, pola pengembangan yang berbasis dari infrastruktur transportasi. Banyak sekali kelebihan potensi dari pengembangan yang berbasis mixed use ini. Singapore sebagai salah satu preseden yang sukses dalam menempatkan shopping mall yang terintegrasi dengan sarana transportasi. Lagi – lagi kordinasi antara pemerintah kota DKI dengan pihak developer yang memiliki shopping mall menjadi penting.

Kontrol terhadap pengembangan densitas disuatu wilayah harus diskenariokan dengan cermat. Karena posisi dan densitas tersebut akan mempengaruhi arus lalu lintas, pola peruntukan lahan, dan keberlangsungan ruang terbuka hijau. Sehingga paradigma business as usual bisa memiliki kontrol. Dan yang berhak mengontrol itu adalah pemerintah kota DKI sebagai kepanjangan tangan dari penduduknya.

Dari sudut pandang arsitektur, dalam perencanaan elemen pembentuk shopping mall terdiri dari 3 bagian terpenting yaitu koridor, atrium dan retail. Koridor dalam sebuah mall pun sebenarnya adalah edge dimana terdapat tempat duduk duduk saling berhadapan untuk orang bercengkrama. Ada baiknya apabila koridor ini tidak hanya berfungsi sebagai sirkulasi saja namun juga tempat berkumpul. Koridor ini sebaiknya juga tidak gelap, akan lebih baik kalau memiliki kaca yang transparan di sisi luar di ujung ujung koridor supaya cahaya luar bisa memasuki ruangan. Sisi yang menghadap toko”retail” seharusnya bisa dibuka selebar lebarnya untuk membantu penyewa toko mendapatkan keuntungan semaksimal mungkindari kegiatan menjual, memamerkan barang dagangannya. Sebaiknya juga perancangan koridor ini tidak kalah dengan perancangan museum museum terkenal seperti museum di dunia. Karena pada hakikatnya kegiatan yang ditampilkan kurang lebih sama yaitu ruang pamer.

Sedangkan Atrium adalah tempat orang berkumpul, tempat yang mengingatkan agora sebagai tempat berkumpul warga yunani di jaman dahulu,  courtyard pada keraton jogja, rumah tradisionak jepang, rumah tradisional hanook. Terkadang ada fungsi tempat berkumpul, tempat untuk bercerita, tempat untuk menonton pertunjukkan seni, melalui media ataupun pertunjukkan langsung. saya teringat dengan aklung saung udjo. Bagaimana ia membagikan pengetahuan mengenai nilai – nilai tradisional mengenai angklung. Atrium hendaknya juga adaptif terhadap pergantian fungsi.

Retail hendaknya adaptif terhadap penyediaan fungsi gudang yang memakan ruang, ruang restaurant pun harus dirancang dengan mempertimbangkan fungsi koridor untuk servis. Ada baiknya jam tutup shopping mall diperpanjang, supaya orang – orang bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan berinteraksi dengan orang lain, meski melalui berbelanja. Ada juga penambahan fungsi tempat peribadatan di dalam shopping mall. Dimana saya kira ini hal yang baik untuk dilakukan di jakarta. Tempat anak – anak bersekolah pun bisa dilakukan di dalam shopping mall. Konsep ini sesuai dengan neighbourhood unit yang dicetuskan oleh clarence perry, dimana pada saat itu, pengembangan masih ke arah horisontal dan sekarang kita ada di era kepadatan yang tinggi dengan pengembangan ke arah vertikal.

Meskipun ekses negatif yang ditimbulkan oleh shopping mall. merupakan salah satu realitas kota Jakarta merupakan masa depan kota Jakarta.  Banyak pekerjaan rumah yang dibebankan ke pemerintah kota DKI Jakarta dan banyak Pekerjaan moral dibebankan ke pihak swasta. Ada banyak jalan untuk menyatukan realitas kota menjadi sebuah potensi positif, dan shopping mall memiliki masa depan yang cerah untuk memperbaiki juga merusak kota Jakarta. Pemerintah, swasta, dan pengguna memiliki tanggung jawab moral untuk membuat Jakarta kota yang nyaman ditinggali penggunanya dengan realitas, positif dan negatif dari ada shopping mall. Sebagai kalimat penutup, saya akan mengutip kalimat dari Ir. Robi Sularto Sastrowardojo dalam essay yang dipresentasikan dalam pertemuan ikatan arsitek se dunia di tokyo tahun 1980.

“Most of the architectural works are a local mirror of one culture as it is today. Professionaly there is nothing might be nothing wrong with these works, possibly when excellence… Architecture it seems to me should be considered as a dharma, a social obligation, instead of a commision. When architecture is considered, as a dharma, then more architects will realise that architecture is born, not made.”

Inilah yang seharusnya kita menyadari. Bagaimana kita melihat realitas kota, dan berbuat yang terbaik dari apa yang bisa kita buat sebagai salah satu penghuninya.

Bibliografi

Antara 2009, RTH Jakarta Bertambah empat hektar, http://www.antaranews.com/berita/1256793870/rth-jakarta-bertambah-empat-hektar

(Terakhir terakses 01 desember 2010 )

Sularto, robi, architecture is a dharma not made,­­­2009, Jakarta.

Kategori
primary

Katalog Buku

Realrich Sjarief
Realrich Sjarief

Ini katalog dari buku – buku yang saya kumpulkan dan tujuannya, mungkin bisa membantu apabila teman – teman ada yang mencari buku – buku ini, bisa meminjamnya ataupun membacanya di kantor atau rumah saya. Buku – buku ini berkisar dari arsitektur, urban desain, sampai desain furniture, dan beberapa mengenai seni.

A.1. Arsitek Luar Negri
A.1.1. Norman Foster Work 1.
A.1.2. Norman Foster Work 2
A.1.3. Norman Foster Work 3.
A.1.4. Norman Foster Work 4
A.1.5. Catalogue Foster + Partners
A.1.6.  Foster 40 Projects and 40 themes
A.1.7. Graduation Show Foster + Partners
A.1.8. YTL Headquarter kuala lumpur, malaysia schematic design report sustainability and climate engineering
A.1.9.  Copy of books foster works
A.1.10. Strategic Brief for YTL Corporation Berhad New Headquarters, Serviced Apartments and Mixed use Podium
A.1.11. Alvar Aalto
A.1.12. Many Masks : a Life of Frank Lloyd Wright
A.1.13. Architectural Principles
A.1.14. Castles : an Introduction to The Castles of England and Wales
A.1.15. Frank Lloyd Wright Glass
A.1.16. Beyond Bava : Modern Masterworks of Monsoon Asia
A.1.17.1 Kengo Kuma Complete Works – Kenneth Frampton
A.1.18.1 WOHA
A.1.18.2 Woha Selected Project Vol.1
A.2.1. Marzorati Rochatti 2004 Patrizio Corno
A.3.1. Louis I Kahn by Robert Mc Carter
A.3.2 Louis I Kahn Conversations with Students
A.4.1. Elcroquis Foreign Office Architects 1996-2003
A.5.1.  Renzo Piano Building Workshop Complete work volume 1
A.5.2. Renzo Piano Building Workshop Complete work volume 2
A.5.3. Renzo Piano Building Workshop Complete work volume 4
A.5.4. Renzo Piano Te Neues
A.6.1. Kohn Pedersen Fox Architecture and Urbanisem 1997-2003
A.6.2. Kohn Pedersen Fox the first 22 years
A.7.1. Tadao Ando (1991-2001)
A.7.2. Tadao Ando, Conversations with students
A.8.1. Architecture and interiors design Studio GAIA
A.9.1. Denton Crooker Mashall-Rule Playing and the ratbad element
A.10.1. Santiago Calatrava
A.11.1. Richard Meier Architect’s
A.12.1. SLW Slamet Wirasonjaya Program studi arsitektur ITB
A.12.2. Karya Arsitek Indonesia
A.12.3. Work and projects of young indonesian architects (1997-2002)
A.12.4. Raul Renanda 99 untuk arsitek
A.12.5. Adi Purnomo: Relativitas
A.12.6. Rumah Baja Terbang
A.12.7. Arsitek Soejoedi: membuka selubung cakrawala
A.12.8. Imelda Akmal : IAI Jakarta Awards 2
A.12.9. Handinoto, Arsitektur dan kota-kota di jawa pada masa colonial
A.12.10. Imelda akmal : Indonesian Architecture Now 2
A.12.11. Rumah modern karya arsitek Indonesia
A.12.12. Arsitektur 4D
A.12.13. Baskoro Tedjo: Extending Sensibilities Through Design (Architectural Works 1997-2012)
A.12.14.
A.12.15. Design fever URBANE
A.12.16. Arsitektur yang membodohkan: Pursal
A.12.17. Avianti Armand: Arsitektur yang lain
A.12.18. New Regionalism in Bali Architecture by Popo Danes
A.13.1. Paul Rudolph
A.14.1. Elcroquis Herzog & De Meuron 1981-2000
A.15.1. Retail DP Architect Pte Ltd
A.16.1. informal cecil Balmond
A.17.1. In progress Fumihiko Maki Overseas
A.17.2. Fumihiko Maki
A.18.1. Office Metropolitan of Architecture [Rem Koolhas] Elcroquis
A.19.1. Glenn Murcut: Thinking Drawing/Working Drawing
A.19.2. The Architecture of Glenn Murcutt
A.20.1. BIG: Yes is More
A.21.1. Carlo Scarpa
A.21.2. Carlo Scarpa Taschen
A.22.1. SCDA Architects
A.22.2. DIA GETZ Architecture prize for emergence architecture in ASIA : SCDA
A.23.1. Super Potato Design
A.23.2. Jean Nouvel
A.24.1. Profile
A.24.2. Louis I Kahn, Architecture at Rice 26
A.25.1. Bedmar and Shi in Five
A.26.1. Peter Zumthor Thinking Architecture
A.26.2. Peter Zumthor Atmospheres
A.27.1. Richard Rogers
A.28.1. Enric Miralles The Scottish Parliament Parlamaid na h-Alba
A.28.2. Enric Miralles Creating a scottish parliament – alan balfour
A.29.1. First impressions Frank Llyod Wright –Susan Goldman Rubin
A.30.1. Small Projects Kevin Mark Low
A.31.1 Zaha Hadid: The Complete Buildings and Projects
A.32.1 Eduardo Souto De Moura: The 2011 Pritzker Architecture Prize
A.33.1 Andrew Bromberg of Aedas-Recent Works: Architecture & Sensuality
A.34.1 Bohlin Cywinski Jackson: Farrar
A.35.1 Ken Yeang: Eco Skyscrapers, Volume 2
A.36.1 Wang shu Building a different world in accordance with principles of nature
A.37.1. Thomas Heatherwick Making
A.38.1. Kerry Hill – Creating Modernism
B.1. `
B.1.1. Architects data
B.1.2. Data arsitek
B.1.3. Super bangunan alumunium distributor
B.1.4. Basic Material, Hegger. /Drexler/Zummer
B.1.5. Persyaratan Teknis aksesibilitas banungan umum  dan lingkungan
B.1.6. Teknik Pencahayaan dan tata letak lampu
B.1.7. Perancangan tata ruang dalam
B.1.8. Illustrasi desain interior
B.1.9. Jurnal Harga satuan bahan bangunan konstruksi dan interior
B.1.10. Dimensi estetika pada karya arsitektur dan desain
B.1.11. Ilmu konstruksi bangunan kayu
B.1.12. struktur statis tak tentu
B.1.13. Struktur (schodek)
B.1.14. Plan and section drawing (thomas C.wang)
B.1.15. Akustik Lingkungan (lea preasetio, Leslie L. Doelle)
B.1.16. Buku sumber konsep
B.1.17. Ilmu Bangunan Gedung (x2)
B.1.18. Handbook of sports and recreational Building Design
B.1.19. Designing to sell
B.1.20. Lecture notes utilitas bangunan (sugeng triyadi)
B.1.21. Rancangan Tapak dan Pembuatan detail konstruksi (theodore D walker)
B.1.22. Standard toilet umum indonesia
B.1.23. Structure systems
B.1.24. Arsitektur berkelanjutan tantangan abad XXI
B.1.25. Tabel Profil Konstruksi Baja (Ir. Rudy Gunawan)
B.1.26. Membangun Toilet Umum dengan Mudah
B.1.27. Hospital Metric Handbook
B.1.28. Struktur dan konstruksi bangunan tinggi jilid 14
B.1.29. Struktur dan konstruksi bangunan tinggi jilid 2
B.1.30. Pedoman Pembangunan Rumah Sakit
B.1.31. Tradisionalitas dan modernitas tipologi Arsitektur Masjid
B.1.32. Green Architecture
B.1.33. Building Construction Illustrated
B.1.34. Eco Resorts – Planning and Design for The Tropics
B.1.35. Instrumen akreditasi sekolah menengah atas
B.1.36. Perangkat akreditasi SMP/MTs
B.1.37. Perangkat akreditasi SD/MI
B.1.38. The Complete Hafele
B.1.39. Interior Architect Architectural Detail Series : Single Family Houses Bathroom Volume eight n
B.1.40. Keterampilan Kejuruan Konstruksi Kayu
B.1.41. Structure systems Heino Engel
B.1.42. Building Structure Illustrated (Patterns, System & Design)
B.1.43. Detail Serie 1999,3
B.1.44. Detail Serie 2006,10
B.1.45. Detail Vol. 2008,1
B.1.46. Detail Vol. 2008, 4
B.1.47. Detail Vol. 2011,2
B.1.48 Dimensi Manusia & Ruang Interior
B.1.49. Basic  Design & Living
B.1.50. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
B.1.51. Pokok-Pokok Teknologi Struktur untuk Konstruksi dan Arsitektur
B.1.52. Ilustrasi Konstruksi Bangunan Edisi 3
B.1.53. Seri Perencanaan Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Kelas C
B.1.54. Akustika Bangunan
B.1.55. Seni Konstruksi
B.1.56. Morfologi Bangunan dalam Konteks Kebudayaan
B.1.57. Metode Perancangan Arsitektur
B.1.58. Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa
B.1.59. Rumah Sakit 2009
B.1.60. Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia
B.1.61. International Conference
B.1.62. Virginia McLeod: Encyclopedia of Detail in Contemporary Residential Architecture
B.1.63. Plans of Architecture: Building Details
B.1.64. Sistem bentuk struktur bangunan
B.1.65. Ilmu konstruksi struktur bangunan
B.1.66. Ilmu konstruksi bangunan bambu
B.1.67. Ilmu fisika bangunan
B.1.68. Dasar-dasar arsitektur ekologis
B.1.69. Arsitektur ekologis
B.1.70. Model baru perancangan kota yang kontekstual
B.1.71. Life Between Walls: Kota Gede
B.1.72. Soetomo Wongsotjitro: Ilmu Ukur Tanah
B.1.73. Ir. Heinz Frick: Arsitektur dan Lingkungan
B.1.74. Ir. Heinz Frick: Mekanika Teknik 2 Statika dan Kegunaannya
B.1.75. Sakti A. Siregar: Instalasi Pengolahan Air Limbah
B.1.76. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra: Tokoh Arsitek Dunia dan Karyanya
B.1.77. Ir. Rudy Gunawan: Pengantar Ilmu Bangunan
B.1.78. Detail: Interior + Architecture 2
B.1.79. Plans of Architecture: House Details
B.1.80. Desain Pondasi Tahan Gempa
B.1.81. Sisi Lain Arsitektur, Sipil, & Lingkungan: Iden Wildensyah
B.1.82. Cara Tepat Menghitung Biaya Bangunan: Wulfram I. Ervianto
B.1.83. Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material dan Pekerja Dalam Membangun Rumah: Gatut Susanta
B.1.84 Pondasi Dangkal: Ir. Gogot Setyo Budi, M.Sc., Ph.D
B.2. Urban Design
B.2.1. Schools for cities urban strategies
B.2.2. Urban Design Compendium
B.2.3. Tokyo 2050 Fibercity
B.2.4. The urban design handbook
B.2.5. Pembangunan Kota Indonesia dalam Abad 21
B.2.6. The rise of the creative class
B.2.7. The design of cities
B.2.8. The form of cities
B.2.9. The Urban Design Reader Edited by Michael Larice and Elizabeth Macdonald
B.2.10. Image Of The City
B.2.11. Creative City
B.2.12. Great Street Alan B. Jacobs
B.2.13. American Experience by Jon Lang
B.2.14. Urban Design : Typology of procedure and products
B.2.15. context : student projects onurban context in architecutre and urban workshop
B.2.16. Future City Experiment and utopia in Architecture
B.2.17. Urban Redevelopment Authority Annual Report 2007/2008
B.2.18. The Next Generations
B.2.19. Untuk Apa Untuk Siapa ?
B.2.20. #@q
B.2.21. Design of Cities  Edmund N. bacon
B.2.22. PET Architecture Guide Bok Living spheres vol 2
B.2.23. A Pattern Language Christopher Alexander
B.2.24. The Blackwell city reader second edition edited by gary bridge and sophie Watson
B.2.25. The death and Life of great American cities – Jane Jacobs
B.2.26. The concise Townscape – Gordon Cullen
B.2.27. Findings and keepings analects for an autobiography – Lewis Mumford
B.2.28. Culture of cities – Lewis Mumford
B.2.29. UNSW Sustainble Development Monday, 16 March 2009
B.2.30. UNSW Course Outline : Semester 1/2009
B.2.31. Urban Design Reader
B.2.32. Gagalnya Sistem Kanal
B.2.33. Kata Fakta Jakarta
B.2.34. Pet Architecture Guide Book
B.2.35. Particitypate : Art and Urban Space
B.2.36. Living Over The Store
B.2.37. Space Place Live learning from place 1 – The Academy of Urbanism
B.2.38. Urban Identity Learning from place 2 – The Academy of Urbanism
B.2.39. No More Play – Michael Maltzan
B.2.40. Future Asian Space
B.2.41. Understanding Cities
B.2.42. Planning The Megacity: Jakarta in the Twentieth Century
B.2.43. Gritty Reality: beyond the hero projects in Melbourne’s West
B.2.44. Learning From The Japanese City:
B.3. Landscape
B.3.1. Radical Landscape
B.3.2. Japanese Gardens Design and meaning
B.3.3. Landscape design in Chinese garden
B.3.4. Wild Flowers
B.3.5.1. Design with Nature (Ian L. McHarg)
B.3.5.2. Ian McHarg Conversation with students
B.3.6. The Minimalist Garden (Christopher Bradley-Hole)
B.3.7. Contemporary Public Space Un-volumetric Architecture (Aldo A & Valerio P.M)
B.3.8. Guide To Parks Of Sydney
B.3.9. the Gates, Project for central park new york city
B.3.10. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman Ke Zaman
B.3.11. Flora Pegunungan Jawa
B.3.12. Star Landscape Architecture
B.3.13. Construction For Landscape Architecture
B.3.14. Japanese Garden Design: Kean
B.3.15. 1000 Tips by 100 Landscape Architecture
B.3.16. Infinite Spaces The art and Wisdom of the Japanese Garden
B.3.17. Trees of our Garden City a guide to the common trees of singapore
B.3.18. Living in a garden – the greening of Singapore
B.3.19. Chinese Garden Pleasures-An Appreciation
B.4. East
B.4.1. (Re) Konstruksi Arsitektur Jawa
B.4.2. Measure and construction of the japanese house
B.4.3. Contemporary Vernacular
B.4.4. Bunga Rampai Pemikiran
B.4.5. Pelitapura Dr. Ir. Bian Poen
B.4.6. The Long Toward Recognition
B.4.7. Indonesian Ornamental Design
B.4.8. Contemporary Asian Architect
B.4.9. Sejarah Kebudayaan Indonesia
B.4.10. Sejarah Seni Rupa Indonesia
B.4.11. Kampung Naga
B.4.12. new china architecture
B.4.13. Bandung in Watercolour
B.4.14. Haikk
B.4.15. Allegorical Architecture Living Myth and Architectonics in Southern China
B.4.16. Imperial Hotel
B.4.17. Made in Tokyo
B.4.18. Arsitek dan arsitektur indonesia menyongsong masa depan
B.4.19. 20 under 45 a selection of works by under 45 singapore registered architects
B.4.20. Menelusuri Arsitektur Masyarakat Sunda
B.4.21. Wastu Citra
B.4.22. Masa Lalu dalam Masa Kini
B.4.23. Introduction to Balinese Architecture
B.4.24. Menuju Kampung Pemerdekaan (Darwis Khudori)
B.4.25. Rumah Hijau
B.4.26. Rumah Tinggal Karya arsitek Indonesia
B.4.27. Pesan dari Wae Rebo Kelahiran kembali arsitektur nusantara sebuah pelajaran dari masa lalu untuk masa depan
B.4.28. Pengaruh Religi terhadap perkembangan arsitektur cina jepang india
B.4.29. Seoul Best 100 the top must see sights of the city
B.4.30. Wajo dalam Perspektif Arsitektur
B.4.31. Toraja a Unique Culture
B.4.32. Arsitektur indonesia dari persperktif budaya, eko budihardjo
B.4.33. Rumah sederhana kebijaksanaan perencanaan dan konstruksi, Ir. Heinz Frick
B.4.34. Kekayaan dan kelenturan arsitektur
B.4.35. Beyond Metabolism: The New Japanese Architecture
B.4.36. Journal of Southeast Asian Architecture
B.4.37. Kyoto. Its Cityscape Traditions and Heritage
B.4.38. Architecture Residential Drawing and Design
B.4.39. Arsitektur  dan Kota-Kota di Jawa pada Masa Kolonial
B.4.40. Tropical Retreats, Tan Hock Beng
B.4.41. Bianpoen, untuk apa ? untuk siapa?
B.4.42. Ekskursi Bali Arsitektur ITB Catatan Perjalanan Transformasi
B.4.43. Rumah Bambu Arsitektur Khas Jawa Barat
B.4.44. Dedikasi Satu Dekade
B.4.45. Wastucitra : Volume 1 nomor 2
B.4.46. Wastucitra : Volume 2 nomor 1
B.4.47. Rumah Uluan Orang Bersemah
B.4.48. The Altruism Of Romo Mangun
B.4.49. Arsitektur, Kekuasaan & Nasionalitas
B.4.50. Wacana Desain Karya & Pemikiran Imam Buchori Zainuddin
B.4.51. Evaluasi Pengajaran Arsitektur Di Indonesia
B.4.52. Bandung Citra Sebuah Kota
B.4.53. Arsitektur-kota Jawa
B.4.54. Perjalanan Malam Hari
B.4.55. Kilas  2001 Vol.3 no. 1 / 2001
B.4.56. Kilas 2000 Vol. 2  no. 2 / 2000
B.4.57. Kilas 2001 Vol. 3 no. 2 / 2001
B.4.58. Memuji Prambanan
B.4.59. Roosseno (Jembatan & Menjembati)
B.4.60. Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 5 no 2. Hal 67-132 Juli 2008
B.4.61. Asian Resorts
B.4.62. The Living House
B.4.63. Indonesia apartment
B.4.64. Unesco World Heritage Shirakawa-go
B.4.65.
B.5. West
B.5.1. Denah, potongan dan tampak bangunan penting abad 20
B.5.2. Minimalismo minimalism
B.5.3. Negotiate My boundary, Mass customisation and responsive environment
B.5.4. Architectural drawing masterpieces graphic techniques of world’s leading architects
B.5.5. Italian Living Design
B.5.6. New Forms Architecture in 1990s
B.5.7. Clinical Art therapy
B.5.8. A World History of Architecture.
B.5.9. Precedents in Architecture analytic diagrams, formative ideas and partis
B.5.10. 101 Things I learned in Architecture School
B.5.11. Building Hongkong
B.5.12. Folding Architecture
B.5.13. Content Rem Koolhas AMO
B.5.14. Critical Modernism
B.5.15. Problem Seeking
B.5.16. Sejarah Seni Rupa Barat
B.5.17. Dasar – dasar teknologi dan kerekayasaan
B.5.18. Contemporary Melbourne Architecture
B.5.19. Understanding Architecture
B.5.20. Shape as memory
B.5.21. Ecomasterplanning
B.5.22. A history of Architectural Theory from Vitruvius to the present
B.5.23. Dasar-dasar teknologi dan kerekayasaan
B.5.24. Affordable architecture
B.5.25. 100 keajaiban dunia modern
B.5.26. Pendekatan Dalam Perancangan Arsitektur
B.5.27. Modern Pluralism (Just Exactly What Is Going On?)
B.5.28. Contemporary Architecture (Its Roots and Trends)
B.5.29. Architecture since 1945
B.5.30. Boston by Design
B.5.31. New Generations In Design
B.5.32. 1001 Doors : Reinterpreting traditions
B.5.33. Derek Avery : Modern Architecture
B.5.34. Studio culture : the secret life of the graphic design studio
B.5.35. Architecture & detail
B.5.36. Cool hunting green
B.5.37. Living Together
B.5.38. Design Of The Times Using Key Movements And Style For Contemporary Design
B.5.39. Architecure without architects
B.5.40. The Story of architecture
B.5.41. The Strange death of architectural criticism Martin Pawley collected writings
B.5.42. A History of France – T.W West
B.5.43. Adventures in architecture – Dan cruickshank
B.5.44. The archaeology of medieval england
B.5.45. On Architecture Short Essays
B.5.46. HIP OFFICE
B.5.47. Architecturetural Theory 1 & 2
B.5.48. Ecohouse: Sue Roaf with Manuel Fuentes and Stephanie Thomas-Rees
B.5.49. Design Museum: How to design a house
B.5.50 In Search Of The Perfect House: Marcus Binney
B.5.51 Reflections on Architectural Practices In the nineties
B.5.52 Casting Architecture Ventilation Blocks – Florian Schatz
B.6. Graphic Presentation
B.6.1. Teknik Pembuatan Gambar Berwarna Michael E. Doyle
B.6.2. The Graphic hits of Corporate Layout
B.6.3. Daizo Kaigawa
B.6.4. Bagaimana menggambar
B.6.5. Watercolour Interiorsf
B.6.6. Graphic Anatomy Atelier Bow Bow
B.6.7. Architect’s sketch books
B.6.8. Grafik Arsitektur: Francis D. K. Ching
C Case Study
C.1. Competition
C.1.1. Duxton Plain Public Housing
C.1.2. Educational Facility International Competition
C.1.3. Winning Design a new breed of architecture
C.1.4. 2009 Incheon International Urban Design Competision For Students
C.1.5. Creative Architektural Concept
C.2. Arsitektur
C.2.1. House of The World
C.2.2. Big Ideas Small Building
C.2.3. Rumah Mungil yang sehat
C.2.4. Kumpulan Karya Arsitektur Tugas Akhir mahasiswa semest 1 2003/2004
C.2.5. New Museum Architecture
C.2.6. The House in the 20th century
C.2.7. Balinese Temples
C.2.8. 10X10 2
C.2.9. 10X10 1
C.2.10. re[a]d medium for exposing the culture of architecture
C.2.11. Ziarah Arsitektural Katedral St. Petrus Bandung
C.2.12. 40 houses
C.2.13. Phaidon Atlas of contemporary world architecture travel edition
C.2.14. AA Book Project Review 2008
C.2.15. AR40Z0 Karya Arsitektur Mahasiswa Tugas Akhir departemen Teknik Arsitketur Institu Teknologi Bandung Semester 1 1004/2005
C.2.16. Harvard University Graduate school of Design 2001 – 2003
C.2.17. The Portfolio an Architecture Student’s Handbook
C.2.18. The world of contemporary architecture
C.2.19. Young architects instability
C.2.20. form + structure
C.2.21. Prospectus AA 2007-2008
C.2.22. AARchitecture news from the architectural association
C.2.23. Prospectus AA 2008-2009
C.2.24. UNSW MUDD 09-10: Time Territory the City as Continuum
C.2.25. UNSW MUDD 13:embrace the city
C.2.26. UNSW MUDD 14:Fluidity
C.2.27. New Perspetives Design Hotels
C.2.28. Foot Prints (Architecture Design Documentation 2009-2010)
C.2.29. UNSW MUDD 16: infusion the urban project in the city : Venice Portland Sydney.
C.2.30. 200 Hotels
C.2.31. World Class Hotel
C.2.32. 50 Indonesian houses + villas
C.2.33. Lofts
C.2.34. Rumah Tinggal Karya Arsitek Indonesia
C.2.35. Karya Arsitek Indonesia
C.2.36. Archive 2008 Text
C.2.37. Archive 2007 Sensibility
C.2.38. Archive 2009 Interweaving
C.2.39. Archive 2010 Re-framing
C.2.40. The watchmen of xixi wetland
C.2.41. St. Giles Cathedral
C.2.42. Archive Tectonic 2011
C.2.43. Climate Design
C.2.44. New Roofs
C.2.45. New Staircases
C.2.46. New Facades
C.2.47. Richard Rogers 1-3
C.2.48. Pembangunan Gedung Kantor Bank Indonesia Solo
C.2.49 Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu
C.2.50 ArchManual
C.2.51. 100 World New Architecture
C.2.52. Botond Bognar: Beyond The Bubble The New Japanese Architecture
C.2.53. Place Making 2012
C.2.54. The New Manual of House Planning
C.2.55. Architecture @ 09
C.2.56. Five – Star Pleasure
C.2.57. S,M,L,XL
C.2.58. Eco – Friendly Architecture
C.2.59. Nicky Adams: Buildings for Open Living
C.2.60. Hans Stimmann: Construction and Design Manual Townhouses
C.2.61. The Skira Yearbook of World Architecture 2007-2008
C.2.62. Contemporary Architecture
C.2.63. WOHA: Selected Projects vol.1
C.2.64. Ecological Inspirations
C.2.65. World Green Buildings Thermal Environmental Engineering Solutions
C.2.66. Detail in Contemporary Residential Architecture
C.2.67. Stafford Cliff: Home
C.2.68. Architecture, Technology and Process
C.2.69. 150 Best Eco Haouse Ideas
C.2.70. Residential Eco Houses
C.2.71. In Green! Resident Architecture
C.2.72. 100 Dream Houses
C.2.73. Prefabricated Systems: Principles of Construction
C.2.74. Pola Museum of ART
C.2.75. Spa & Wellness Hotels
C.2.76. The Scottish Parliament
C.3. Interior
C.3.1. Cafes Designers and design the best arquitectura y diseno
C.3.2. Interior Design Atlas
C.3.3. Kamar Anak dan Remaja
C.3.4. New perspectives cafes, bars & restaurants
C.3.5. Small Offices
C.3.6. Attention to detail
C.3.7. within shops
C.3.8. Design Design furniture & lights
C.3.9. Sketsa Ide perancangan ruang dalam
C.3.10. Interior colour palettes
C.3.11. Contemporary World Interiors
C.3.12. Bathroom/bad design salle de bains/bano
C.3.13. Home Décor Compact Spaces
C.3.14. Desire for Space New interior in Russia
C.3.15. Lighting Through The Eyes Of Tino Kwan
C.3.15. Home Decore Timeless Interior
C.3.16. Modern Interior Design source
C.3.17. Interiors by yoo
C.3.18. What’s new
C.3.19. Lookbox annual 2009 leading interior designers & year’s worth inspiration
C.3.20. New restaurant design by bethan ryder
C.3.21. APIDA
C.4. Art
C.4.1. Korean dreams paintings and screens of the Joseon Dynasty
C.4.2. Urban Culture
C.4.3. Abundant Australia
C.4.4. The british museum A-z companion to the collections
C.4.5. sukses mengeksplorasi seni
C.4.6. Asian  Mythology myths and legends of china, japan thailang, malaysia and indonesia
C.4.7. Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda
C.4.8. Amor Fai [love of Fate]
C.4.9. Contemporary Art+Philanthropy
C.4.10. Tembagapura
C.4.11. Desain Sepeda Indonesia
C.4.12. IDENTIFY
C.4.13. JKT
C.4.14. The Phaidon Atlas of Contemporary World Architecture
C.4.15. Wucius Wong: Beberapa asas merancang trimatra
C.4.16. Vito Bertin: leverworks: one principle, manyforms
C.4.17. Batik Pesisir Pusaka Indonesia: Koleksi Hartono Sumarsono
C.4.18. Histoire (s )
C.4.19. Parikan Pantun Jawa Puisi Abadi.
D. Pengembangan Diri
D.1. Luar Negri
D.1.1. The rule of life, Richard Templar
D.1.2. The black swan
D.1.3. How to talk to anyone, anytime, anywhere
D.1.4. Lawrence G. McDonald & Patrick robinson, The Collapse of Lehman Brothers
D.1.5. Simplify your work life, Elaine ST. James
D.1.6. Rich Dad, Poor dad. Robert T.Kiyosaki
D.1.7. The five people you meet in heaven, Mitch Albom
D.1.8. Lourdes
D.1.9. Bill Clinton giving
D.1.10. What I Heard about Iraq, eliot Weinberger
D.1.11. St. Nadie in winter
D.1.12. The art of creative thinking, John Adair
D.1.13. Traveling mercies some thoughts on faith, Anne Lamott
D.1.14. Conversation with students, Santiago calatrava
D.1.15. Let the Northern Lights Erase your name, vendela vida
D.1.16. Paulo Coelho
D.1.17. Ways to live Forever, Sally Nicholls
D.1.18. More true tales & short Stories, Diana F
D.1.19. Wisdom For Our times
D.1.20. Suffering into joy
D.1.21. Blink, Malcolm Gladwell
D.1.22. Paulo Coelho
D.1.23. The Last Lecture, Randy Pausch
D.1.24. Wicked, Gregory Maguire
D.1.25. Iron man, Neivelle tan
D.1.26. What the dog saw, Malcolm Gladwell
D.1.27. Outliers, Malcom Gladwell
D.1.28. Snow Leopard, Jallson Suryo
D.1.29. Jerome becomes a genius, Eran Katz
D.1.30. The Origin Of Brands
D.1.31. The Impossible Just Takes A Little Longer
D.1.32. Joshua Foer: Moonwalking with Einstein
D.1.33. Built to Last
D.1.34. Perusahaan yang mengubah dunia
D.1.35. Tina Seelig: What I Wish I Knew When I Was 20
D.1.36. Victor E. Frankl: Man’s Search for Meaning
D.1.37. Mitch Albom: Have A Little Faith A True Story
D.1.38.
D.1.39. Treasure Island
D.1.40. Good Boss, Bad Boss
D.1.41. Robert M Solomon: The Race
D.1.42. John Carlin: Invictus
D.1.43. Edward W. Said: Culture Imperialism
D.1.44. Dahlan Iskan: No Such Thing as Can’t
D.2. Indonesia
D.2.1. Retail Rules : melihat keunggulan dan potensi bisnis ritel makanan di masa depan
D.2.2. Carpe diem, galeri foto jurnalistik antara batch of XVI
D.2.3. Oei Hui Lan, Agnes Davonar
D.2.4. Laskar Pelangi, Andrea Hirata
D.2.5. 12 Rahasia kecil menuju hidup bahagia
D.2.6. Bob sadino : ‘mereka bilang saya gila’
D.2.7. Ketika sejarah berseragam
D.2.8. Eliana, eliana
D.2.9. Perantau
D.2.10. Menggelinding, Pramoedya ananta Toer
D.2.11. Namaku hiroko, Nh. Dini
D.2.12. Rahasia keberhasilan dalam menjual
D.2.13. Tram Reborn (Mengenal moda transportasi massal masa depan), Ir. Widoyoko, M.Sc
D.2.14. Berfikir dan berjiwa besar
D.2.15. Kontraktor Sukses, Tony Setiawan
D.2.16. Cara mereka belajar, Cynthia Ulrich Tobias
D.2.17. Keliling eropa 6 bulan hanya 1000 dolar, marina silvia K
D.2.18. Saksi mata, Seno Gumira Ajidarma
D.2.19. Pocong Juga Pocong
D.2.20. Bingkisan Pengantin
D.2.21. Dari Presiden ke Presiden
D.2.22. 50 Pemikir Paling Berpengaruh Terhadap Dunia Modern
D.2.23. Pa, Ma Kembalikan Surgaku
D.2.24. Young On Top
D.2.25. Monokrom
D.2.26. Indonesia/Proses
D.2.27. Pramoedya Ananta Toer: Panggil Aku Kartini Saja
D.2.28. Kamus Lengkap
D.2.29. Kamus Besar Bahasa Indonesia
D.2.30. Leonardo Davinci
D.2.31. Michelangelo Buonarroti
D.2.32. Galileo Galilei
D.2.33. Isadora Duncan
D.2.34. Folk Tales From Indonesia
D.2.35. Seoul Best 100 the top must see sights of the city
D.2.36. Holga
D.2.37. Michael Blanding: The Coke Machine
D.2.38. China Ceo
D.2.39. Zaenuddin HM: Jokowi, Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi
D.2.40. Hillon I. Goa: Semua Orang Bisa Hebat
D.2.41. Bianpoen: Untuk Apa? Untuk Siapa?
D.2.42. Felicia Nugroho: Di Sini Senang Di Sana Senang
D.2.43. Anies Baswedan: Pengejar Muda Indonesia Mengajar
D.2.44. Malcolm Gladwell: Blink
D.2.45. Malcolm Gladwell: Outliers
D.2.46. Malcolm Gladwell: What the Dog Saw
D.2.47. Malcom Gladwell: Tipping Point
D.2.48. 125 Kata-Kata Bijak Warren Buffett
D.2.49. 152 Kata-Kata Bijak Gandhi
D.2.50. Yon Thayrun: Jokowi Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker
D.2.51. Success Built To Last
D.2.52. Hamid Awaludin: Perdamaian Ala JK
D.2.53. Bang Karno Dibunuh Tiga Kali?
D.2.54. Ully Hermono dan Peter Kasenda: Heldy Cinta Terakhir Bung Karno
D.2.55. St. Sularto & D. Rini Yunarti: Konflik Di Balik Proklamasi
D.2.56. Rushdy Hoesein: Terobosan Sukarno Dalam Perundingan Linggarjati
D.2.57. Bacharuddin Jusuf Habibie: Habibie & Ainun
D.2.58. Ajahn Brahm: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!
D.2.59. Pius Caro: Ekspedisi Phinisi Nusantara
D.2.60. Aimee Dawis, ph.d: Potret Inspiratif Perempuan Tionghoa-Indonesia
D.2.61. Douglas Wilson: 5 Kota Paling Berpengaruh Di Dunia
D.2.62. Liz Wiseman: Multipliers
D.2.63. Nassim Nicholas Taleb: The Black Swan
D.2.64. Fidelis E. Waruwu: Membangun Budaya Berbasis Nilai
D.2.65. Larry Bossidy, Ram Charan: Execution
D.2.66. Conny Semiawan: Perspektif Pendidikan Anak Berbakat
D.2.67. John A. Barnes: John F. Kennedy on Leadership
D.2.68. DR. Henry Soelistyo, SH. LL.M: Plagiarisme, Pelanggaran Hak Cipta dan Etika
D.2.69. Rebecca A. Fannin: Silicon Dragon
D.2.70. Oded Shenkar: The Chinese Century
D.2.71. Oded Shenkar: Copycats, Mengasah Ketajaman Strategi Bisnis Dengan Meniru
D.2.72. Adrian Vickers: Bali Tempo Doeloe
D.2.73. Stephen Post, Ph.D. Jill Neimark: Why Good Things Happen to Good People
D.2.74. Max Lucado: It’s Not About Me
D.2.75. Steve Jobs by Walter Isaacson
D.2.76. Ayu Utami: Soegija 100% Indonesia
D.2.77. Roger Fritz: The Power of a Positive Attitude
D.2.78. Jelajah Sepeda Kompas: Melihat Indonesia dari Sepeda
D.2.79. Jelajah Musi: Eksotika Sungai di Ujung Senja
D.2.80. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Citarum, Sejuta Pesona dan Persoalan
D.2.81. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Ciliwung, Mata Air, Air Mata
D.2.82. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Anjer-Panaroekan, 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan
D.2.83. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Bengawan Solo, Kehancuran Peradaban Sungai Besar
D.2.84. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Jejak Peradaban NTT
D.2.85. Laporan Jurnalistik Kompas: Ekspedisi Tanah Papua, Terasing di Tanah Sendiri
D.2.86. Dahlan Iskan: Ganti Hati Tantangan Menjadi Menteri
D.2.87. Dahlan Iskan: Dua Tangis Dan Ribuan Tawa
D.2.88. Khrisna Pabichara: Sepatu Dahlan