Kategori
thoughts

Summer Pavillion – in one month to go

20140525-164711-60431201.jpgThe Summer Pavillion is on progress, we have 1 month to finish it. Probably something interesting will come up from this summer pavilion, made from almost 80 stacking box, in module. Hopefully it will be finished on time, because I don’t have other working place for people who will join summer course on July.

prefab plywood
prefab plywood
Kategori
thoughts

Man and His Home

Setiap orang dalam langkah hidupnya di dunia ini pasti membutuhkan rumah. Rumah adalah satu tempat dimana kita bisa pulang, mengekspresikan diri kita dalam sudut – sudut yang paling pribadi. Rumah adalah representasi dari orang yang tinggal didalamnya, terlihat dari wujud citra diri arsitektur yang ada di bangunan tersebut, apakah ia hidup sendiri, hidup dengan keluarga kecilnya, ataupun hidup dengan satu keluarga besarnya.

Citra diri ini terlihat dari hal yang yang besar sampai titik yang terkecil seperti Denah bangunan, sirkulasi antar ruang sampai elemen yang terkecil seperti di rumah ayah saya di Jakarta yang dibangun oleh dirinya sendiri. Gagang pintu yang membentuk kehidupan bagaimana pintu itu dibuka sehari – hari atapun bel rumah itu yang berbentuk unik dari material besi dengan gantungan bandul untuk membunyikannya yang bersuara seperti lonceng sapi. Suaranya lantang sampai jarak 5 rumah pun masih terdengar. Secara filosofis bel itu menjawab citra dirinya yang harus bersuara lantang memanggil penghuni untuk keluar dan menyapa orang lain yang datang untuk beramah tamah. Tampak rumah ayah saya bersifat fungsional dengan jendela kelipatan 60 cm dan bouvenlie setinggi 60 cm sebagai tempat keluar masuknya udara. Bentuk atap seperti Joglo menjanji satu kepraktisan turunnya air secara baik dengan kemiringan material genteng 30 dan 60 derajat dan sisi fungsional dimana di dalam atap joglo tersebut masih ada satu ruangan gudang. Rumah ini sejalan dengan pribadi ayah saya yang fungsional dan berhati – hati dalam menjalani hidup.

Hal tersebut adalah hasil dari Proses diskusi untuk membuat denah rumah, tampak rumah, sampai pemilihan gagang pintu, jenis pintu, pola dan jenis lantai, pola dan jenis plafond antar pemilik rumah dan arsiteknya menjadi satu proses yang membentuk citra diri arsitektur bangunan. Kalau – kalau pemilik rumah itu adalah arsitek bangunannya, terjadilah dialog itu didalam dirinya sendiri.

Romo Y.B. Mangunwijaya membahas ini dalam buku yang ditulisnya berjudul Wastu Citra berdasarkan ide bahwa setiap bangunan hendaknya memiliki citra khusus / image yang sesuai dengan identitas untuk apa bangunan itu dibangun sehingga bangunan menjadi memiliki citra diri. Buku ini menjadi landasan dalam berbuat, bahwa di dalam karya satu bangunan yang baik, cerminan citra ini menjadi satu hal yang jujur menjelaskan siapa yang menghuni, siapa arsiteknya yang mendesain, siapa yang membangun, dan bagaimana bangunan tersebut berdiri di atas alam dengan rentang waktunya tersendiri, yakni rentang waktu proses.

Rumah Glass House di conecticut milik arsitek Philip Johnson menunjukkan citra yang transparan, ringan dengan material baja, rumah ini memiliki konsep transparansi ke taman sebagai latar belakang rumah tersebut. Rumah ini l berukuran 9.8 x 17 m dengan keseluruhan dinding kaca dan ekspresi solid hanya ditunjukkan oleh ekspresi toilet di tengah – tengah bangunan. Philip Johnson hidup sendirian, tidak memiliki pelayan, sehari – hari ia ditemani oleh alam, lukisan dan buku – bukunya. Karya Philip Johnson ini , Glass House menjadi satu lambang modernisme yang menurut Nicolai Ouroussoff, seorang kritikus arsitektur menilai ini adalah satu rumah yang paling terkenal di Amerika, yang menjadi salah satu tonggak dalam sejarah arsitektur modern pada tahun 1949 di dalam jurnal architectural review.

Citra itu terbentuk atas satu proses yang panjang dimana satu bangunan setidaknya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dibangun dimana beton pun membutuhkan waktu untuk mengering setidaknya selama 21 hari, baja membutuhkan waktu untuk fabrikasi lebih lama dalam perencanaan yang kemudian bisa terakumulasi lebih cepat dalam proses perakitannya.

Proses pembentukan arsitektur adalah satu rajutan yang kompleks dengan segala elemen pembentuknya. Saya pikir ada dua elemen terutama dalam menentukan citra satu bangunan. Yang pertama, satu pemahaman yang utuh mengenai kualitas satu bangunan, satu citra diri arsitektur yang utuh adalah satu permulaan, dari jaman peradaban jaman ketika vitruvius menanamkan pentingnya estetika, utilitas, dan kekuatan struktur. Ataupun ketika jaman mulai berubah yang secara filsuf mulai terbentuk ideologi – ideologi yang membentuk bagaimana satu ruang itu dibentuk. Arsitektur mulai membawakan pesan dalam kekuatan desain bangunan yang dirancangnya.

Yang kedua adalah jati diri klien yang meminta arsitek tersebut untuk didesainkan rumahnya. Dibalik semua rajutan yang kompleks diatas. Setiap orang yang memiliki rumah memiliki satu impian untuk diwujudkan dari masa ia kecil sampai dewasa, sampai mampu untuk mengekspresikan dirinya di atas bangunan yang dihuninya. Seorang klien adalah satu figur yang sangat penting. Arsitek bisa sukses karena klien yang dilayaninya mampu bermimpi mengenai rumah yang disukainya. Setiap klien dalam berkerjasama dengan seorang arsitek perlu untuk menyampaikan kebutuhannya, preferensi pribadinya dalam membayangkan rumah pribadinya. Proses tarik menarik akan terwujudnya rumah idamannya ini membentuk satu interaksi yang saling memberi dan menerima. Satu desain rumah bisa jadi bersifat konservatif, mengikuti romantisme jaman seperti rumah neo kolonial dengan repetisi kolom – kolomnya yang tegas, ataupun rumah yang merepresentasikan kebutuhan pemiliknya yang dimulai dari perancangan yang membentuk ruang – ruang yang unik di dalamnya.

Oleh karena itu, kekuatan yang ada dibalik karya arsitektur adalah satu proses yang panjang dari membangun satu bangunan yang abadi atau tak lekang jaman dimana ketika kualitas proses tersebut sedemikian tingginya jadilah seseorang yang menghuni rumah tersebut akan mendapatkan perjalanan yang demikian indahnya dalam memahami dunia arsitektur. Dan kemudian arsitek pada akhirnya bisa berbangga hati bangunan yang didesainnya membawa kedamaian untuk penggunanya. Seperti kata John Ruskin, “When love and skill work together, expect a masterpiece.”

tulisan ini di publish di majalah baccarat edisi Mei – Juni 2014

Kategori
news publication

RAW supports Konteks.org

RAW supports Konteks.org which is one publication unit of University of Pelita Harapan [UPH] lead by David Hutama.

catatan tentang konteks.org

ada suatu hari, kami mendiskusikan kemungkinan membuat publikasi arsitektur yang, selain bisa berguna dan tidak mengulang apa yang memang sudah ada, cocok juga dengan minat kami. Beberapa ide seru bermunculan: sketsa, dialog, cerita, proses, dan berbagai hal yang justru diam-diam bersembunyi di balik kehadiran suatu karya. Rupanya, ketertarikan kami pada arsitektur justru terletak bukan pada karya tok, melainkan pada interaksi karya tersebut dengan segala hal yang melingkunginya.

Melalui inisiasi dan dukungan dari Universitas Pelita Harapan, maka inilahKonteks, publikasi online seputar arsitektur yang tidak ingin berputar-putar membahas karya arsitektur saja. Harafiahnya, “konteks” berarti keadaan yang melingkungi suatu keberadaan. Kata ini mengingatkan kami juga akan peribahasa lawas “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Dengan semangat yang sama, Konteks bermaksud merenangi dan menyelami samudra pembahasan arsitektur, dari karya, tokoh, sampai wacana, sambil tetap meletakkan apa yang dibahas pada tempatnya.

Sketsa, Tampak, Perspektif dan Kolase menjadi judul rubrik untuk menggambarkan apa yang kami lihat dan bagaimana cara kami melihatnya.Sketsa—sebagai alegori dari catatan ringkas, ringan, personal dan mungkin saja tidak tuntas—menampilkan kilasan arsitektural yang kaya jejak. Tampak—sebagai alegori dari apa yang terlihat dari satu sisi—menampilkan ulasan karya atau acara. Perspektif—sebagai alegori atas apa yang terlihat dari sudut pandang tertentu—menampilkan berbagai ulasan mendalam yang sarat pendapat. Kolase—sebagai alegori dari perpaduan potongan-potongan gambar yang semula tak berhubungan—menampilkan bahasan lintas disiplin demi menemukan pemahaman segar.

Bibliography : http://konteks.org/tentang-kami

Kategori
Motivation Letter

Jackpotjoy

Jackpotjoy

Petitesser och kundservice åt sidan, Folkeautomaten förpackningar också en allvarlig punch i spelavdelningen.

Kategori
Uncategorized

Sibarani Sofian’s Shorcut to the universe

We would like to invite students and junior/senior architects in Jakarta or apparently reside in Jakarta on Monday, April 14th, to join the presentation and discussion about experience from a graduate architecture major who has been involved in professional work and put his love and effort as a city planner.

The Inspiration from his final project is expected to create self-reflection for Indonesian architecture students, to create an understanding about the architectural process of one and another which is unique for each person, on their quest to find one for themselves in university. This event intends to be a memento for a senior’s sincerity on guiding his junior and teaching them the spirit of fraternal solidarity.

We are very fortunate to have the opportunity to present Mr. Sibarani Sofian (Regional director of AECOM Southeast Asia) as the speaker. He studied architecture in ITB in 1993, and after graduated he worked as an urban designer at RSP Architects and later at Skidmore Owings and Merrill, both in Singapore.

This event initially is dedicated to alm. Ahmad Rida Soemardi, for his passion and dedication to educate architecture students in Indonesia. Furthermore, it is aimed to give broader perspective on how to do architecture within widely-ranged public depends on the boundaries made from each discussion.

The discussion will be divided into two sessions:

First,   The topic will be about Undergraduate Final Project, which essentially a final project is the end of one’s journey through his architecture education, whereas one need to prove his final outcome in front of the examiners. In the final project, a student pour his creativity with an assistance from the counselor who bear a responsibility to encourage, enlight, and guide him about the importance of learning through a lifetime in his final year. Eventually, the Final Project itself can be seen as an ultimate stepping stone in the beginning of an architecture graduate’s career, and furthermore, to determine his destiny.

Second,   It is about the phase after one graduates from architecture school, on some parties’ effort to shape his vision to rediscover what he loves, what he desires, and what he wants to prove in his struggle to emphatize within the wider society. This time the discourse will dig deeper on the definition of urban design and urban designer, boundaries between the outcome of urban design and architecture, process that determines urban design and architecture, and their dynamics in the professional world and their distinction in Indonesia.

Moderator: Realrich Sjarief

 Due to our space limitation, there will be only 35 seats available. Please RSVP to miftah@raw.co.id or rofianisa@raw.co.id to get seat confirmation.
Kategori
primary

Summer Architecture Course – July – August 2014

>“Love only grows by sharing. You can only have more for yourself by giving it away to others.” ― Brian Tracy

Kami mengundang untuk para mahasiswa mengikuti summer course yang akan diadakan 2 bulan bulan July dan Agustus dengan tujuan untuk membagikan pengetahuan dalam praktek arsitektur pada keseharian biro arsitektur. Apabila berminat bisa mengirimkan cv dan portfolio kepada Mukhammad Ilham [ilham@raw.co.id] dan Tatyana Kusumo [tatyana@raw.co.id] terbuka untuk 1 kelas maksimum 20 orang. Terima kasih, perhatiannya ditunggu untuk partisipasinya. Congratulation for all of the Architecture workshop participants (July-August 2014) that will be start on Monday July 30th 2014.

Participants of Internship Workshop:

1. Amalina Azizan [Malaya University]
2. Andrew Syahwic [ITS]
3. Andre Sugianto [Petra]
4. Amelia [Universitas Parahyangan]
5. Arief Sutanto [ITB]
6. Biondy [ITS]
7. Charlie Lady Friesta [ITS]
8. Dietia [ITS]
9. Ellena [Petra]
10. Farrahani Ghani [Malaya University]
11. Miftah Fakhri [UGM]
12. Ginanjar [ITS]
13. Jian Honardy [Petra]
14. Jessyca [Petra]
15. John [Petra]
16. Mungkijati [ITS]
17. Samodra Oudyse [ITS]
18. Saraya Eka [ITS]
19. Yoga Iswara [ITS]

We would like to invite students to join summer architecture course in on July to August 2014 which intended to share the knowledge behind architecture practice. Due to our space limitation, there will be only 20 seats available. Please RSVP to ilham@raw.co.id or tatynana @raw.co.id to get seat confirmation.

Kategori
lecture news publication

Summer Architecture Course – July – August 2014

“Love only grows by sharing. You can only have more for yourself by giving it away to others.” ― Brian Tracy

Kami mengundang untuk para mahasiswa mengikuti summer course yang akan diadakan 2 bulan bulan July dan Agustus dengan tujuan untuk membagikan pengetahuan dalam praktek arsitektur pada keseharian biro arsitektur. Apabila berminat bisa mengirimkan cv dan portfolio kepada Mukhammad Ilham [ilham@raw.co.id] dan Tatyana Kusumo [tatyana@raw.co.id] terbuka untuk 1 kelas maksimum 20 orang. Terima kasih, perhatiannya ditunggu untuk partisipasinya. Congratulation for all of the Architecture workshop participants (July-August 2014) that will be start on Monday July 30th 2014.

Participants of Internship Workshop:

1. Amalina Azizan [Malaya University]
2. Andrew Syahwic [ITS]
3. Andre Sugianto [Petra]
4. Amelia [Universitas Parahyangan]
5. Arief Sutanto [ITB]
6. Biondy [ITS]
7. Charlie Lady Friesta [ITS]
8. Dietia [ITS]
9. Ellena [Petra]
10. Farrahani Ghani [Malaya University]
11. Miftah Fakhri [UGM]
12. Ginanjar [ITS]
13. Jian Honardy [Petra]
14. Jessyca [Petra]
15. John [Petra]
16. Mungkijati [ITS]
17. Samodra Oudyse [ITS]
18. Saraya Eka [ITS]
19. Yoga Iswara [ITS]

We would like to invite students to join summer architecture course in on July to August 2014 which intended to share the knowledge behind architecture practice. Due to our space limitation, there will be only 20 seats available. Please RSVP to ilham@raw.co.id or tatynana @raw.co.id to get seat confirmation.