Kategori
publication

Arum Dalu Eco Resort first stage is launched

Eco Resort Arum Dalu designed by RAW  is launched

Kategori
blog

Anugerah Terbaik

Baku, Azarbaijan. City of Winds. “The wind represent the force of change, the matter of change is nothing compare to the matter of love”

My lovely wife :)
My lovely wife :)

Laurensia mengatakan bahwa kami sedang mendapatkan anugerah yang terindah dari Tuhan. Saya berpikir bagaimana bisa ia bisa sedemikian sabarnya menghadapi apa yang sudah terjadi. Laurensia, satu orang yang merupakan anugrah yang terbaik yang diri ini temui, dari titik pertemuan kembali dirinya sejak diri ini ada di London sampai sekarang ini.

Kami sudah beberapa kali mengalami kesedihan, janin tidak berkembang selama waktu yang singkat ataupun yang paling lama hamil selama 7 bulan di masa kehamilan pertama. Kehamilan kedua dan ketiga, juga tidak memiliki waktu yang lama, dimana kami harus menerima kenyataan, janin tidak berkembang. Kami bertanya – tanya dan ke beberapa dokter kandungan, dan beberapa dokter ahli penyakit dalam yang semuanya memiliki niat yang baik untuk membantu.

Ada yang mempermasalahkan toxoplasma yang masih positif IGMnya, meskipun sedikit. Sampai tes terhadap aviditas terhadap toxoplasma dilakukan, karena nilainya yang tinggi, diketahui bahwa infeksi ini sudah berjalan lama dan dokter tidak mempermasalahkan ini, dengan memberikan obat Pyrimethamine ataupun spiramycin sebelum kehamilan, ataupun dimasa kehamilan yang terus mengkonsumsi spiramycin selama beberapa saat untuk kemudian memiliki masa rehat tidak meminum obat untuk kemudian meneruskannya semasa kehamilan. Ataupun kami juga melakukan tes DNA yang dilakukan, berkali – kali tes darah untuk melihat apakah permasalahannya ada di toxo plasma, hanya untuk mengetahui dari ilmu pengetahuan, apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kejadian yang berulang. Tepatnya sekitar setengah tahun yang lalu, Dokter Raditya menyarankan kami untuk ke dokter spesialis darah, Dr. Djumhana di rumah sakit Pelni.

Dokter melakukan serangkaian tes darah, ana profile, dan beberapa parameter yang cukup rumit yang sulit untuk dimengerti. Ternyata diketahui adanya auto imune, hal yang jarang sekali dimiliki oleh orang kebanyakan. kelainan itu adalah SLE [Systemic Lupus Erythematosus],dimana tubuh menganggap organ, sistem saraf sebagai ancaman sehinga menyebabkan peradangan. SLE tidak bisa diprediksi kapan akan menyerang tubuh dimana penderitanya adalah sebagian besar wanita berusia 15 sampai 35 tahun. Kami tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan cobaan seperti ini. Untungnya ia, sangat sabar dan bisa menerima keadaan ini. Kemudian, ia mencoba untuk mencoba pengobatan dari dokter seperti Lameson yang diminum 3 kali satu hari untuk menurunkan kekentalan darah. Didiagnosa bahwa kekentalan darah yang menyebabkan calon bayi kami tidak berkembang.

Dalam penantian hari – hari panjang, mengenai datangnya si kecil dan penantian kondisi kesehatan yang membaik, kebahagiaan itu muncul satu persatu, dari hal – hal yang sederhana. Sesampai buah pikiran kami bercita – cita ingin memiliki anak sebanyak – banyaknya, orang tua sebanyak – banyaknya pula dalam rentang hidup yang tidak lama. Sebuah dedikasi untuk orang lain. Dari situlah diri ini merasakan kekuatan yang tidak terlihat, sebuah perasaan kasih sayang, bahwa memang dedikasi yang ada di dalam kehidupan kami adalah untuk melayani orang lain, menyebarkan kasih sayang.

Dan dengan cerita ini, semoga SLE yang ada di pribadi setiap – setiap orang bisa cepat untuk disadari dan kemudian diberikan cara untuk menanggulanginya. Kondisi Laurensia sudah jauh membaik, dan indikasi kekentalan darah semakin stabil. Mungkin sudah saatnya kita berharap kembali mengenai kehadiran si kecil. Apapun yang terjadi, satu wanita, yang terbaik dan tetap terbaik.

Apabila Laurensia menganggap Lupus ini adalah anugerah yang terbaik yang didapat dalam hidup ini, maka saya sampai kapanpun, menganggap Laurensia adalah anugerah yang terbaik yang pernah didapat dalam hidup ini. Dalam perjalanan diri ini ke Baku Azarbaijan, diri ini baru mengetahui bahwa Laurensia tidak bisa tidur dengan tenang selama diri ini 5 hari di luar negeri. Dalam hati, diri ini merasa sedih karena berangkat meninggalkan dirinya, namun dalam hati pula, diri ini merasakan kebahagiaan untuk bisa dicintai dan mencintai sepenuh hati dalam saat pulang nanti. Bahwa tidak banyak lelaki bisa dirindukan seperti itu, dan bagaimana diri ini juga amat merindukannya.

Diri ini pun menarik nafas saat satu teman mengingatkan harus kembali melakukan pekerjaan di negeri angin ini, dan mungkin ini semua punya satu maksud yang masih saja belum bisa diri ini mengerti, apa ujungnya, apa tujuannya, dan mengapa ini semua bisa terjadi. Puji Tuhan, terima kasih atas seluruh rahmatmu untuk wanita terbaikku, berilah ia kebahagiaan sesungguhnya, diri ini hanya bisa berharap.

295-bakuazarbaijanbrt-web (8) 295-bakuazarbaijanbrt-web (9) 295-bakuazarbaijanbrt-web (10)295-bakuazarbaijanbrt-web (8)

Kategori
blog

Spiritual Dreams

Where did you throw away your dreams?
When did you forget your love?
No more tears will come from these eyes

I ‘ve heard this such a beautiful song and lyric titled Fujimoto’s Theme. The song was written in collaboration between veteran Ghibli composer Joe Hisaishi, with lyrics by the film’s supervisor Katsuya Kondō and director Hayao Miyazaki. My interpretation was the song is about the spiritual dreams, and full filing love in this life.  It’s like looking at Bernini’s work, mondrian’s painting, or hearing earth by down to earth manner.

Fujimoto’s Theme

Where did you throw away your dreams?
When did you forget your love?
No more tears will come from these eyes
The people living in pain
Atop this exhausted planet
Have forgotten all about that thing called “hope”
The city overflows with Gods
Who will not guide you
Where can I return?
If I hurt someone
I don’t want to be seen by anybody
So I go far away, alone
The ocean changes that vastness
The sky becomes too heavy to bear
And everything, everything changes
Women are capricious
And men do nothing but hurt
Closing their hearts off every time they fall in love
The city overflows with Gods
Who will not guide you
Where can I return?
Unlike women, the coral
Is beautiful and yet so ephemeral
And that’s why I want to protect it so
The ocean that envelops everything
Is a mother who forgives all
And that’s why I return to it, alone

Kategori
blog

Understanding Tools of Design and Production in Architecture

My friend, David Hutama will share his thought in understanding tools of design and production in architecture in OMAH, summer pavilion, here is the notes that I wrote for him for his lecture. I think that the knowledge of tools to design, and a way to understand production is essential for communicating the essence of the design. Without the knowledge of tools and production, architect can’t build his work, express his creativity, connect his world to the public

“A man who works with his hands is a laborer; a man who works with his hands and his brain is a craftsman; but a man who works with his hands and his brain and his heart is an artist.”
― Louis Nizer

There were times when architecture studio was so full of drafting tables to draw conceptual, schematic, or even working drawing by hand which took much time on its evolution to find what we called efficiency. Nowadays, the invention of CAD, Modelling software took over the line of production in Architecture firm. The changes was established by the need of time efficiency, costing efficiency, or even ease of transferring information between one person to another person or architect to builder or architect to other consultant which always involving techniques of creating architectural drawing or even nowadays architectural model [BIM]

An architectural drawing or architect’s drawing is a technical drawing of a building that falls within the definition of architecture. Architectural drawings are used by architects and others for a number of purposes: to develop a design idea to communicate ideas and concepts, to convince clients of the merits of a design, or even in the next stage to enable a building contractor to construct it, as a record of the completed work, and at the end to make a record of a building that already exists.

Architectural drawing become important because is consists of key information, such as the definition of space, all of the set of conventions, units of measurement and scales, annotation and cross referencing with material information or standard of construction. which described in floor plan, section, elevation. All of these information, now could be condensed in one architectural model [BIM = Building Information Model] which then creates minimum deviation in construction.

It’s all about sharing Tools of Design and Production in Architecture. which we should discuss the possible answer of :
1) What is and How history of Design and Production in Architecture evolve ?
2) What is needed for preparing a good architecture drawing or model information ?
3) How to establish bridge of information between architect – other consultant – builder ?
4) Why tools of design and production is important ? or what is the ethic to maintain good architecture drawing ?

my friend , David Hutama is chair department of UPH School of Design. After receiving his bachelor degree from Parahyangan University in the year 2000, he went to Toyohashi University of Technology, Japan, to pursue his master degree in History and Theory of Architecture. In 2005 he join Department of Architecture in Universitas Pelita Harapan. David was part of the steering committee team for Jakarta Architecture Biennale 2009 and Art Director for Rubber Wood Architecture Exhibition in 2010. In 2012 he worked as the curator of Place.Making Exhibition, an exhibition of Department of Architecture UPH at Dia.Lo.Gue Exhibition, Kemang. Together with Avianti Armand and Robin Hartanto co-edited ‘Home: a Studio Talk’, published by UPH Press. He was curator of Indonesia Pavilion in Venice Biennale 2014