“Pak sekolah ini harus selesai di bulan Januari” Bu Lisa berkata satu saat. Di dalam hati, saya menghitung waktu, bulan demi bulan, kira kira hanya tersisa 6 bulan lagi dan sekolah ini baru akan direncanakan.Saya menulis di saat – saat saya berumur 35 tahun dengan rambut putih yang mulai tumbuh, ciuman pembuka dari istri dan anak di awal hari, dan dua buah telur, satu mangkuk apel, bedanya sudah tidak ada lagi teh manis di pagi hari, hanya ada air putih saja. Aneh memang, ada banyak perubahan terjadi di tahun ini, makanan berubah, saya pikir sikap pun berubah, saya ingin yang biasa – biasa dan sederhana saja.

Pagi hari itu Laras, Pak Djatmiko, dan Pak Singgih sudah datang, kemudian kita berangkat ke lokasi Telok Naga, sebuah sekolah yang kami kerjakan namanya sekolah alfa omega.

Banyak sekali masalah muncul di lokasi proyek kira – kira di beberapa bulan yang lalu seperti tidak adanya jalan akses, banjir karena ketinggian lahan ada di bawah permukaan jalan, dan lokasi tidak memiliki listrik dan air. Konstruksinya dibuat dengan kombinasi material struktur baja, beton, bata, bambu, nipah dengan ketinggian 2.1 m diatas permukaan tanah kedalaman rata – rata 1.0 – 1.2 m dari permukaan jalan. Konstruksi atap menggunakan kombinasi kurva paraboloid.

Parabolic structure for local material in fusion of steel and bamboo structure in modular classroom of alpha omega school.

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

Thin columns in supporting light weight bamboo structure. Compressing efficiency

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

The progress of constructing class room, laboratory, and function hall of alpha omega is on going.

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

The leaves and the boxes. Optimalisation of movable skins , programs and the pushing boundary for economic of roofing system.

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

Today the students came to the school's construction area : they are very energetic and excited ! Peek a boo ^^ love love

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

School of Alpha Omega – the bridge and the gateway- project which has been worked for several months. 75 % on going

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

Symmetry – looking to the skylight, #sitevisit #rawarchitecture pic taken by miftahuddin

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

Parabolic triangle of alpha omega school – bamboo craftmanship.

A post shared by RAW Architecture (@rawarchitecture_best) on

Konstruksi dinding menggunakan batu bata ekspos dengan susunan lubang – lubang, gelap terang yang disusun melengkung tanpa menggunakan kolom praktis. Karena bentuk lengkung ini bata bisa duduk dengan stabil. Prinsip Desain pun secara bertahap tumbuh karena kesulitan – kesulitan yang ada di lokasi.

15937316_1639358176369575_5923909911083250133_o

Enter a caption”Pak sekolah ini harus selesai di bulan Januari” Bu Lisa berkata satu saat. Di dalam hati, saya menghitung waktu, bulan demi bulan, kira kira hanya tersisa 6 bulan lagi dan sekolah ini baru akan direncanakan. Bendera ini ide pak Sugih untuk memberikan 7 buah bendera Indonesia di depan sekolah.  

 

16113359_1638931006412292_8629608652426335682_o

Sekolah dalam proses konstruksi.Pak banyak orang menggantungkan harapannya di sekolah ini, banyak dari mereka yang kembali datang ke sekolah ini dan sekolah ini dekat antara anak yang satu dengan anak yang lain, SD SMP SMA.” Pak Ferry satu saat berkata demikian.

Bu Lisa, Pak Sugih, Pak Jimmy, Pak Iskander, bu Yohana, Pak Ferry, Bu Eunike, Pak Rendy, dan banyak sekali orang silih berganti masuk untuk  berdiskusi dan berkenalan kira – kira 2 tahun yang lalu, terima kasih untuk kepercayaannya. Tidak ada hadiah yang paling membahagiakan selain melihat sekolah ini berjalan di tanggal 17 Januari besok.

Di malam hari kira – kira jam 8 malam, Laurensia menelpon, “Yang kamu dimana” “masih di Telok Naga, ini masih nungguin bu Lisa sama Pak Ferry sapu bersih takut ada yang masih kelewat” jawab saya, Pada waktu itu saya dengan pak Djatmiko, pak Andung, baru menyisir jalan baru yang berlokasi 1 km dari proyek sedang dibangun dengan dan Laras menunggu di bedeng di depan proyek dan ali ada di lapangan.

Laurensia menelpon lagi “Anak – anak sudah nungguin ya di Pizza Hut, sekarang sudah jam 8 malam”

Diri ini pun baru teringat sudah cukup malam, dan dibutuhkan waktu 1 jam lebih untuk ke arah Puri Indah. Diri ini berpamitan dengan Bu Lisa dan Pak Ferry, langsung meluncur ke Puri Indah Mall dengan Ali, Raras. Pak Singgih memilih pulang, pak Djatmiko masih di lapangan, kita harus berbagi – bagi tugas dengan tanggung jawab masing – masing. Di arti alfa yang berarti awalan dan omega yang berarti akhiran. Disitulah ada jeda dan kita semua ada di antara awal dan akhir untuk kemudian siklus pertemuan dan perpisahan terjadi.

img_2642

ini situasi setelah makan, Miracle sudah tidur

ea7f4d9d-4f03-486a-8834-5ead98f8c039.jpg

Miftah dan Asep bawa Ubi Cilembu, ide dari Jajo sama Nida ^^ 

Semoga umur 35, diri ini makin bisa bermanfaat untuk orang lain, terima kasih untuk semuanya Tuhan memberikan cinta dari seluruh orang yang ada di lingkaran terdekat, sehari – hari bertemu, dua hari, ataupun baru bertemu.

pp.jpg

the two my most lovely angel, Laurensia and Miracle, Maaf ya papa sibuk terus, kita jalan – jalan ya akhir minggu ini. 

[1]  Dan terima kasih untuk seluruh anggota tim ditengah dukungan dari tim alfa omega. seluruh anggota yang besar jumlahnya, dan besar sekali dukungannya, tenaga yang dicurahkan dari bermacam – macam orang, bermacam – macam sifat, latar belakang. Love you all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s