Kategori
blog

Etos

There’s only one thing more precious than our time and that’s who we spend it on.”-Leo Christopher

Ibu saya selalu menemani ayah saya ketika bekerja. Saya ingat ayah saya bercerita ketika ibu dan ayah saya menghadap ke Teddy Boen di pagi – pagi justru ketika Pak Teddy belum ke kantor. Pak Teddy pun terkejut melihat ayah ibu saya disana, intinya mereka ingin mendiskusikan beberapa tagihan tambahan karena memang diperlukan. Dan benar saja Pak Teddy selalu mengingat ibu dan ayah saya. Mereka selalu berpesan bahwa bangun pagi – pagi, selalu ada rejeki untuk orang yang bersiap – siap dan tak kenal menyerah, biasa jam 5.00 mereka sudah bangun dan menunggu untuk ngopi atau ngeteh bersama.

Ada alasan kenapa saya membuat kisah tentang ayah dan ibu yang memang adalah dasar kami berpraktik yakni sederhana, tidak bertele – tele dan tetap personal. Ibu saya atau seringnya dipanggil ama sama cucu – cucunya ini paling gokil, ia adalah ibu ketua RT yang pernah mimpin demo bersama warga gara – gara gorong – gorong air ditutup sama pemerintah. Untuk saya, ibu kami ini adalah ibu yang terbaik di dunia dan saya mendapatkan energinya semangatnya yang ngga bisa diam. Didiemin sedikit ssstttt “Eh tau – tau udah manjat lemari dia ngejer cicak.” Lol. Hal tersebut membuat hal tersebut juga turun ke Miraclerich punya energi yang luar biasa alias tidak bisa diam. Ibu saya selalu menemani ayah saya, mencatat administrasi, sembari mengurus keperluan rumah tangga kami, termasuk mengajarkan aturan yang disiplin tanpa mengikat. Ia menghargai waktu dan mereka memilih dengan siapa mereka meluangkan waktu. Laurensia sekarang juga membantu kami di dalam pengaturan studio yang tidak mudah.

Studio @rawarchitecture_best pun dibentuk dengan energi yang seperti itu, sebuah prinsip energi yang positif, desain seperti mempersiapkan sebuah hidangan makanan, preparation, preparation, preparation. Waktu yang panjang dilakukan untuk pengecekan – pengecekan gambar. Setiap pagi saya mencoba untuk mengecek

kesiapan setiap hari, meskipun tidak mudah untuk menerapkan hal tersebut di tim besar, segala sesuatu yang dimulai dari hal yang sederhana akan membuahkan hasilnya positif. Setelah ini baru saya akan menyajikan proses berkarya studio kami, setelah mengetahui etos yang merupakan titik awal studio yang berisi anak – anak muda yang sungguh saya banggakan.

.

Kategori
blog

INDE Award 2020 – Bayangan Sebuah Proses

Cinta yang terbaik muncul lebih karena terbiasa, tulus tanpa pretensi. Contohnya studio arsitek adalah simbol, profesi adalah simbol, prestasi adalah simbol. Seperti layaknya simbol ia punya dua sisi mata uang yang selalu kontradiktif. Satu sisi ia memberikan penghargaan juga memberikan kenanaran akan lupa diri, atau mudahnya satu sisi memberikan kedekatan dan di sisi lainnya memberikan jarak dari kegembiraan penjelajahan. Hal ini diibaratkan perjalanan menjembatani simbol menuju hal yang esensial/mengakar. Salah satu hal yang perlu dipikirkan bisa jadi hal – hal yang non-esensial (biasa) itulah yang esensial, membuat perjalanan menjadi penuh dengan kegembiraan paradoks di dua sisi mata koin yang berbeda.

Salah satu cara yang bisa diterapkan dengan kontemplatif adalah menembus 7 lapisan “chanel” desain ke atas : relasi klien, estetik, ekpresi, wacana publik, lokalitas, pragma. Juga menembus 7 lapisan ke bawah : bentuk, kulit, kerangka, reprogram, MEP, material, kawruh jiwa. Kerja kriya (pemikiran tulisan ataupun karya dan jiwa ada di tengah – tengah). Penembusan lapisan – lapisan tersebut muncul dari inisiatif penjelajahan yakni kegembiraan berproses (dilampirkan di post mengenai progress tahun demi tahun).

Terkadang hasil dari proses itu tidak datang cepat, dibalik ketidak pastian menunggu hasil tersebut muncul perasaan cemas, bingung, tertekan. Sebenarnya hal tersebut wajar, contohnya di balik kegembiraan sebuah hasil yang muktahir sebenernya rasa “gembira” tersebut terkait dengan “bayangan” yang muncul di dalam sebuah proses. Saya sadar seperti halnya karakter Kabar gembira yang juga memiliki kabar sedih, begitupun juga karakter kabar sedih yang memiliki kabar gembira. Kedua hal tersebut memberikan bayangan – bayangan yang perlu diberikan jarak untuk menemukan inti diri kembali. Di balik berbagai hambatan akan covid 19 yang nyata- nyata memberikan sebuah perubahan yang mau tidak mau harus diamini, memang kita semua, termasuk saya sendiri harus berubah, beradaptasi menuju new upnormal (meningkat) bukan abnormal.

Ada kabar gembira untuk rekan-rekan saya di studio dan klien – klien dari panitia INDE Award 2020, bahwa @rawarchitecture_best masuk nominasi. Yang bisa saya lakukan adalah mengucap syukur lalu kembali jalan lagi, menyadari dibalik kabar gembira juga muncul bayang bayang badai yang masih belum selesai, kita bertransformasi menuju new upnormal. Yuk.

Kategori
blog

Elang Teluk Betung

Ini ayah saya, namanya Asnawi Sjarief, opa kami, yang ngga segesit ibu saya tapi matanya tajam seperti elang.Ia adalah seorang pemain bulutangkis yang sempat jadi elang Teluk Betung, meskipun badannya kecil ia terkenal dengan jumping smashnya. Ia menyaksikan kehebatan satu legenda pelatih Indonesia Tong Sin Fu dalam melatih reflek, teknik bermain dengan etos berlatih tinggi sampai berkelahi ketika harus mempertahankan prinsip hidupnya. Tong Sin Fu sekarang melatih Lin Dan, dan kaliber dunia lainnya menjadi juara dunia. Dulu om Tong sempat melatih Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, Hendrawan. Ia melatih murid2nya untuk meraih puluhan gelar juara termasuk 3 olimpiade, piala Thomas, Uber dan banyak piala lainnya. Untuk saya figur Tong Sin Fu dan Ayah saya adalah figur dasar bagaimana arsitek perlu memiliki prinsip hidup dan latihan yang intensif.

Seorang ayah adalah pelita bagi anak – anaknya, begitupun ayah saya yang sudah disebut opa oleh cucu2nya. Saya sangat kangen sekali untuk berkunjung ke tempat ayah saya hanya untuk sekedar mendengarkan ia mengulangi kisah – kisah hidupnya bertemu orang – orang luar biasa termasuk ketika ia membicarakan terus Teddy Boen dan menanyakan ke saya, kamu sudah kontak pak Teddy Boen ?

Akhirnya saya bertemu pak Teddy sebelum pada saat itu sata bertemu almarhum pak Adhi Moersid. Saya diceritakan mengenai prinsip – prinsip hidup berelasi dengan engineer dan menegaskan bahwa empati, hati diperlukan di dalam menjalani praktik. Ternyata beliau adalah insinyur struktur dari Said Naum, yang merupakan partner almarhum Pak Adhi Moersid dan Atelier 6 Arsitek. Teddy Boen hanya berkata your dad is really good person, teliti dalam bekerja dan tidak omong besar. Hidup ini memang berputar seperti pasir di pantai kadang ia tertarik ke dasar lautan mendalami prinsip hidup untuk kembali ke daratan mendalami bahwa semua hal ini terelasi.Le Corbusier memahami ini di dalam gambaran saat – saat dirinya bermain di pantai dan menemukan poetic objet, dari situ ia memahami bahasa alam melalui kerang, bentuk alam.

Setelah saya selesai menemui almarhum Adhi Moersid dan Teddy Boen. Pak Teddy menitipkan 10 buah buku dan prototipe rumah tahan gempa yang berguna untuk masyarakat yang adalah dokumen publik

saya kembali ke rumah ayah saya. Saya ingat ia menyambut ke depan dan langsung menanyakan , gimana sudah bertemu ? Saya mengiyakan dan melihat matanya berbinar – binar.