Kategori
DAILY

Elang Teluk Betung

Ini ayah saya, namanya Asnawi Sjarief, opa kami, yang ngga segesit ibu saya tapi matanya tajam seperti elang.Ia adalah seorang pemain bulutangkis yang sempat jadi elang Teluk Betung, meskipun badannya kecil ia terkenal dengan jumping smashnya. Ia menyaksikan kehebatan satu legenda pelatih Indonesia Tong Sin Fu dalam melatih reflek, teknik bermain dengan etos berlatih tinggi sampai berkelahi ketika harus mempertahankan prinsip hidupnya. Tong Sin Fu sekarang melatih Lin Dan, dan kaliber dunia lainnya menjadi juara dunia. Dulu om Tong sempat melatih Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, Hendrawan. Ia melatih murid2nya untuk meraih puluhan gelar juara termasuk 3 olimpiade, piala Thomas, Uber dan banyak piala lainnya. Untuk saya figur Tong Sin Fu dan Ayah saya adalah figur dasar bagaimana arsitek perlu memiliki prinsip hidup dan latihan yang intensif.

Seorang ayah adalah pelita bagi anak – anaknya, begitupun ayah saya yang sudah disebut opa oleh cucu2nya. Saya sangat kangen sekali untuk berkunjung ke tempat ayah saya hanya untuk sekedar mendengarkan ia mengulangi kisah – kisah hidupnya bertemu orang – orang luar biasa termasuk ketika ia membicarakan terus Teddy Boen dan menanyakan ke saya, kamu sudah kontak pak Teddy Boen ?

Akhirnya saya bertemu pak Teddy sebelum pada saat itu sata bertemu almarhum pak Adhi Moersid. Saya diceritakan mengenai prinsip – prinsip hidup berelasi dengan engineer dan menegaskan bahwa empati, hati diperlukan di dalam menjalani praktik. Ternyata beliau adalah insinyur struktur dari Said Naum, yang merupakan partner almarhum Pak Adhi Moersid dan Atelier 6 Arsitek. Teddy Boen hanya berkata your dad is really good person, teliti dalam bekerja dan tidak omong besar. Hidup ini memang berputar seperti pasir di pantai kadang ia tertarik ke dasar lautan mendalami prinsip hidup untuk kembali ke daratan mendalami bahwa semua hal ini terelasi.Le Corbusier memahami ini di dalam gambaran saat – saat dirinya bermain di pantai dan menemukan poetic objet, dari situ ia memahami bahasa alam melalui kerang, bentuk alam.

Setelah saya selesai menemui almarhum Adhi Moersid dan Teddy Boen. Pak Teddy menitipkan 10 buah buku dan prototipe rumah tahan gempa yang berguna untuk masyarakat yang adalah dokumen publik

saya kembali ke rumah ayah saya. Saya ingat ia menyambut ke depan dan langsung menanyakan , gimana sudah bertemu ? Saya mengiyakan dan melihat matanya berbinar – binar.

Kategori
primary thoughts

2nd prize winner Orang Utan research station National open competition – west borneo

World Wildlife Fund for nature (WWF) Indonesia has long been recognized as an international non-governmental organization working on issues regarding the conservation, research and restoration of the environment. The station for Orang Utan Research facility provides the research lab for preserving habitat of orang Utan. It design responds to rational for specific research, encouraging intercommunication and providing flexible, light filled working spaces in which research teams can expand and contact with ease.

The area is 12 hours drive continues by 1.5 hours transport by long boat, in total almost 900 km distance from Pontianak, the nearest city. Thedesign synthesized called for close proximity between laboratories, core support areas, offices, and Bedroom. Two organic wings and one ore frame a linear configuration formed by repetition  of triangular shape which we called a practical form which is easy to construct and cheap on the budget wise. This is a philosophy beyond the functionalism which synthesized wood as the only sustainable material which has to be used.

Looking at the extinction of orang utan species, Together with the implementation of this station for research these buildings in the initial proposal hopefully will bring beautiful impact on the architecture of research facilities around the world. Not only have they set new technical standards but they represent an exciting new research environment to live with.

Team Leader : Realrich Sjarief

Team member : David Sampurna, Indra Dwinugraha, Silvanus Prima, Andhang Trihamdhani, Bayu Prayudhi, Morian Saspriatnadi, Anastasia Widyaningsih